Nyeri dan Bengkak di Payudara Saat Menyusui

nyeri-bengkak-menyusui

Tanya :

Saya mengalami pembengkakan payudara yang sangat nyeri dan disertai dengan demam pada waktu saya menyusui anak pertama. Saat ini saya sedang menunggu kelahiran anak kedua saya dan tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali. Apa yang menyebabkan ibu menyusui mengalami pembengkakan payudara yang disertai nyeri dan demam? Adakah hal-hal yang bisa saya lakukan untuk mencegah dan mengatasi jika sampai terjadi pembengkakan payudara ketika menyusui? Terima kasih.

 

Jawab :

Sekitar hari ketiga atau keempat sesudah ibu melahirkan, payudara sering terasa lebih penuh, tegang, serta nyeri. Keadaan seperti itu disebut engorgement (payudara bengkak) yang disebabkan oleh adanya statis di vena dan pembuluh darah bening. Hal ini merupakan tanda bahwa ASI mulai banyak disekresi. Apabila dalam keadaan tersebut ibu menghindari menyusui karena alasan nyeri lalu memberikan prelacteal feeding (makanan tambahan) pada bayi, keadaan tersebut justru berlanjut.

 

Payudara akan bertambah bengkak atau penuh karena sekresi ASI terus berlangsung sementara bayi tidak disusukan sehingga tidak terjadi perangsangan pada puting susu yang mengakibatkan refleks oksitosin tidak terjadi dan ASI tidak dikeluarkan. Jika hal ini terus berlangsung, ASI yang disekresi menumpuk pada payudara dan menyebabkan areola (bagian berwarna hitam yang melingkari puting) lebih menonjol, puting menjadi lebih datar dan sukar dihisap oleh bayi ketika disusukan. Bila keadaan sudah sampai seperti ini, kulit pada payudara akan nampak lebih merah mengkilat, terasa nyeri sekali dan ibu merasa demam seperti influenza.

 

Untuk mencegah terjadinya payudara bengkak, beberapa cara yang dianjurkan :

  • Susukan bayi segera setelah lahir, apabila keadaan memungkinkan
  • Susukan bayi tanpa dijadwal (on demand/sesuka bayi)
  • Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi
  • Lakukan perawatan payudara pasca persalinan secara teratur
  • Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lembek, sehingga puting lebih mudah ditangkap/diisap oleh bayi
  • Berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit pada payudara
  • Berikan kompres hangat sebelum menyusui untuk memudahkan bayi mengisap (menangkap) puting susu
  • Lakukan pengurutan (masase) payudara untuk mengurangi peningkatan peredaran darah dan terjadinya statis di pembuluh darah dan pembuluh getah bening dalam payudara. Ibu bisa melakukan pijat payudara menggunakan minyak kelapa atau zaitun untuk memperbaiki aliran ASI agar lancar. Tahap-tahap pijat payudara sebagai berikut :
  • Gunakan jari-jari untuk mengusap payudara secara lembut dengan arah menjauhi puting.
  • Pijat lembut payudara seolah menguleni, menggunakan gerakan mengangkat dan menekan.
  • Gunakan tangan secara lembut dan hati-hati untuk memuntir payudara searah dan berlawanan arah jarum jam.
  • Gunakan kedua tangan untuk menekan secara perlahan daerah sekitar areola payudara untuk             mengeluarkan cairan susu. Kemudian oleskan sebagian cairan susu ke puting payudara.

 

Dijawab oleh : dr. Avie Andriyani

Silahkan like page Majalah Kesehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB Majalah Kesehatan Muslim : 32356208

About Author

Leave a Reply