Agar Terhindar Dari Batu Saluran Kencing

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Penyakit Batu Saluran Kencing
Kencing batu adalah istilah awam yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk penyakit batu saluran kencing. Penyakit ini merupakan penyakit kronis dan penyebabnya belum diketahui dengan pasti.
Penyakit kencing batu banyak diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia dan akibat yang ditimbulkannya dapat berupa obstruksi, infeksi, rasa sakit dan metaplasia. Sampai sekarang obat modern untuk pengobatan penyakit ini belum menampakkan hasil memuaskan. Selain itu cara pembedahan maupun pemecahan memakai getaran kejut mulai banyak dilakukan, namun demikian harganya sangat mahal untuk kebanyakan masyarakat Indonesia.

Penyebab Timbulnya Batu
Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium, sisanya mengandung berbagai bahan, termasuk asam urat, sistin dan mineral struvit.
Batu struvit (campuran dari magnesium, amonium dan fosfat) juga disebut “batu infeksi” karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi.
Ukuran batu bervariasi, mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2,5 sentimeter atau lebih. Batu yang besar disebut “kalkulus staghorn”. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis.

Gejala Batu Saluran Kencing
Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat).
Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter.
Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi.
Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Tips Hindari Kencing Batu
Berikut bebrapa tips agar kita terhindar dari kencing batu :
1. Banyak minum air putih. Minum banyak air putih adalah tips paling gampang. Produksi urin akan bertambah, sehingga endapan-endapan yang beresiko mengalami kristalisasi dan bisa membantu akan ikut terbuang bersama urin. Standar kebutuhan air pada manusia biasanya mengikuti rumus 30 cc per kilogram berat badan perhari. Jadi, orang dengan berat badan 60 kg membutuhkan asupan air minum sebanyak 1,8 Liter per harinya. Kebutuhan air juga bisa dipenuhi dengan rajin memakan makanan yang banyak mengandung air, seperti sayur dan buah.
2. Jangan sering menahan kencing. Hilangkan kebiasaan menahan buang air kecil, karena akan menimbulkan keadaan statis urin yang dapat berakibat pada terjadinya pengendapan kristal.Karena kebanyakan batu terbentuk dari kalsium, maka semua menu yang kaya akan kalsium seperti susu, keju ikan salmon, sarden perlu dibatasi. Jika berasal dari air tanah, periksalah apakah kandungan zat kapurnya tinggi.
3. Jangan berlebihan mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D dosis tinggi. Suplemen ini dipromosikan dapat mencegah osteoporosis, namun justru berbahaya karena menimbulkan batu kalsium bila dikonsumsi di luar waktu makan. Namun, hal itu tidak berbahaya bila mengonsumsi segera diikuti dengan makan. Kelebihan vitamin D dapat memancing terlalu banyak penyerapan kalsium.
4. Diet rendah asam urat. Batu ginjal juga bisa terbentuk dari asam urat, maka menu protein yang banyak kandungan purin (jeroan, daging, makanan kaleng, kacang-kacangan, terigu) juga perlu dikurangi, termasuk jika batu yang terbentuk terbuat dari oksalat yang berasal dari sayur mayur.Orang-orang yang pekerjaannya duduk dan kurang bergerak lebih gampang terkena batu saluran urin daripada orang yang pekerjaannya banyak gerak atau kerja fisik. Dianjurkan untuk mengurangi risiko terkena dengan banyak berolahraga.
5. Kurangi asupan makanan dan minuman yang dapat membuat pH urin menjadi asam. Seperti asupan protein hewani yang berlebihan, jus apel, jus anggur, dan jus tomat. Jika pH urin turun, reabsorbsi kalsium dalam ginjal berkurang sehingga kadar kalsium urin naik. Batu kalsium oksalat akan terbentuk pada pH urin 5,2. Selain itu, hasil metabolisme protein hewani akan menyebabkan kadar kalsium dan asam urat dalam urin naik.

Artikel : www.kesehatanmuslim.com

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.