Apa Gejala, Tanda, dan Bahaya Tetanus?

Pernahkah Anda mendengar istilah tetanus? Pernahkah Anda menyaksikan seseorang yang terkena penyakit tetanus? Jika pernah, bagaimana kesan Anda dengan pengalaman tersebut? Semoga Anda sendiri tidak mengalami hal serupa, yakni terkena tetanus.
Tetanus bukanlah penyakit yang jarang atau sulit dijumpai di tempat praktek bagi seorang dokter, terutama dokter jaga instalasi gawat darurat. Tetanus yang berat dapat berujung pada kematian, oleh karenanya perlu kita mewaspadai bahaya tetanus tersebut dengan mengenali gejala dan tanda-tanda yang terjadi pada penyakit tetanus. Mengapa demikian? Ini penting untuk orang awam agar segera mengambil langkah dengan membawa orang yang terkena tetanus atau kemungkinan besar tetanus atau berisiko untuk terkena tetanus agar segera mendapat pertolongan medis. Sehingga komplikasi maupun perberatan penyakit dapat dicegah dan diminimalkan.

Apa penyebab tetanus?
Penyakit tetanus diakibatkan oleh adanya infeksi bakteri yang disebut Clostridium tetani. Merupakan bakteri gram positif, bentuk batang, bersifat anaerob. C. Tetani menginfeksi tubuh melalui luka yang terkontaminasi dengan tanah, tinja binatang, debu. Luka yang terkontaminasi dapat berupa luka tusuk, terkena besi, luka bakar, luka lecet, infeksi telinga (otitis media), infeksi gigi, infeksi kulit kronis, infeksi pada tali pusat. Oleh karenanya sangat penting untuk melakukan perawatan luka dengan baik dan benar ketika terdapat luka, untuk mencegah terjadinya tetanus.

Lalu bagaimana sebenarnya gejala dan tanda pada penyakit tetanus?

Kekakuan otot. Gejala ini timbul secara mendadak baik bersifat menyeluruh ataupun pada sekelompok otot tertentu saja. Kekakuan otot utamanya terjadi pada rahang (trismus), leher (kaku kuduk), kemudian keempat tungkai (tangan dan kaki), juga dapat timbul kekauan pada otot perut.

Kekakuan pada rahang menyebabkan mulut sulit untuk dibuka, sehingga dikenal dengan istilah ‘lock jaw’. Selain kekauan pada rahang (otot masseter), kekakuan pada muka akan berupa menyerupai muka meringis kesakitan, alis tertarik ke atas, sudut mulut tertarik keluar dan ke bawah yang dikenal dengan istilah rhisus sardonicus.

Kekakuan pada leher mngakibatkan kesulitan untuk menekuk leher dan tubuh sehingga memberikan gejala kaku kuduk sampai epistotonus (saat berbaring, hanya kepala dan kaki yang menyentuh tempat berbaring, sedangkan badan dalam posisi melengkung akibat kekakuan tersebut).
Kekakuan atau spasme pada otot-otot laring dan pernapasan dapat mnyebabkan gangguan menelan dan asfiksia serta sianosis (ketidak cukupan jaringan tubuh akan suplai oksigen). Sedangkan kekakuan pada otot saluran kencing dapat mengakibatkan adanya penumpukan atau retensi urin.

Dari kesadaran, umumnya seseorang dengan kejang akibat tetanus memiliki kesadaran baik meskipun merasakan nyeri yang hebat serta ketakutan sehingga nampak gelisah, serta mudah terangsang untuk kejang. Tanda lain berupa denyut nadi yang cepat, berkeringat banyak karena aktivitas saraf simpatis yang meningkat.
Demikian uraian singkat mengenai penyebab, tanda, gejala dan bahaya tetanus. Semoga bermanfaat.

About Author

Leave a Reply