ASI eksklusif di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

asi

ASI eksklusif sudah dikenal di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,  kita mengetahuinya dari penelitian dan kesimpulan yang luar biasa para ulama terhadap beberapa hadits.

Perlu dijelaskan sebelumnya bahwa ada permaslahan fiqh mengenai cara bersuci dari najis berupa air kencing bayi laki-laki dan bayi wanita yang belum memakan apapun selain ASI (ASI Ekslusif). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,

يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ، ويُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الغُلامِ

“Kencing bayi perempuan dicuci (dibilas) dan kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan saja dengan air.”[1]

Adapun jika bayi laki-laki sudah makan makanan yang lain selain asi (disapih) maka status kencingnya sama seperti kencing orang dewasa yaitu cara bersucinya dengan dicuci atau dibilas.

Kemudian ada beberapa terdapat hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  menerapkan hal ini, artinya beliau mengetahui bahwa bayi laki-laki yang mengencingi pakaian beliau adalah bayi yang belum disapih atau masih minum ASI eksklusif, maka beliau sekedar memercikkan.

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ فَأُتِيَ بِصَبِيٍّ [يَرْضَعُ] فَبَالَ عَلَيْهِ (وَفِيْ رِوَيَةٍ : فَبَالَ فِي حَِجْرِهِ) (وَفِيْ رِوَيَةٍ : فَبَالَ عَلَى ثَوْبِهِ) فَدَعَا بِمَاءٍ فَأَتْبَعَهُ بَوْلَهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ *

Dari ‘Aisyah isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (ia berkata): “Bahwasanya pernah dibawa kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beberapa anak laki-laki, kemudian Beliau mendo’akan keberkahan atas mereka dan mentahnik mereka. Lalu dibawa kepada Beliau seorang anak laki-laki yang masih menyusu, lalu anak itu mengencingi Beliau.” Dalam riwayat yang lain: Lalu anak itu kencing di pangkuan Beliau. Dalam riwayat yang lain: Lalu anak itu mengencingi pakaian Beliau. Kemudian Beliau meminta air, lalu Beliau memercikkan kencing bayi laki-laki itu dan Beliau tidak mencucinya.[2]
عَنْ لُبَابَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ قَالَتْ كَانَ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ فِيْ حَِجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَالَ عَلَيْهِ فَقُلْتُ الْبَسْ ثَوْبًا وَأَعْطِنِيْ إِزَارَكَ حَتَّى أَغْسِلَهُ قَالَ : ((إِنَّمَا يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ اْلأُنْثَى وَيُنْضَحُ مِنْ بَوْلِ الذَّكَرِ)). رواه أبو داود وابن ماجة وأحمد وغيرهم .

Dari Lubabah binti Harits, ia berkata: Husain bin Ali radhiallahu ‘anhuma pernah berada di pangkuan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia mengencingi Beliau, maka aku berkata (kepada Beliau): “Pakailah pakaian yang lain, dan berikanlah kainmu kepadaku agar aku dapat mencucinya.” Beliau bersabda: “Yang dicuci itu hanya kencing anak perempuan, sedangkan kencing anak laki-laki (cukup) dipercikkan.[3]

Jadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu bahwa bayi tersebut masih ASI eksklusif

 

Demikian, Semoga bermanfaat

 

Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.kesehatanmuslim.com

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 



[1]  Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasa-i dan telah di-shahih-kan oleh Al Hakim, takrij hadits Hasan lighairihi

[2] HR. Bukhari (no. 222, 5.468, 6.002, 6.355), Muslim (I/163-164), Nasa-i (I/157), Ibnu Majah (no. 523), Ahmad (VI/ 46)

[3] Riwayat Abu Dawud (no. 375), Ibnu Majah (no. 522), Ahmad (VI/ 339), Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Hakim dan Dzahabi.

About Author

dr. Raehanul Bahraen

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

View all posts by dr. Raehanul Bahraen »

Leave a Reply