Ayo Deteksi Dini Diabetes Mellitus!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang berpotensi besar menyebabkan kecacatan dan kematian. Banyak komplikasi DM yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Namun, jika DM dideteksi dan ditangani sejak dini, insyaAllah berbagai gejala dan komplikasinya dapat dicegah. Oleh karena itu, skrining (pelacakan-penyaringan) DM amat penting untuk deteksi dini, terutama bagi kelompok berisiko.

Siapa yang Disarankan Melakukan Skrining DM?
1. Setiap orang yang berusia lebih dari 45 tahun.

2. Orang dengan berat badan berlebih (IMT 23kg/m-square atau lebih) dengan satu atau lebih faktor risiko berikut.
– aktivitas fisik kurang
– terdapat riwayat DM pada orang tua atau saudara kandung
– hipertensi atau sedang menggunakan obat hipertensi
– obesitas berat
– wanita yang pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4kg, atau mengalami diabetes gestasional
– HDL <35 mg/dL atau trigliserida >250 mg/dL
– riwayat prediabetes
– riwayat penyakit kardiovaskuler
– wanita dengan penyakit policystic ovarian syndrome.

Bagaimana Cara Skrining?
Lakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa. Tipsnya:
1. Datanglah ke laboratorium pada pagi hari dalam keadaan belum makan.
2. Pastikan jarak makan terakhir dengan waktu pemeriksaan 8-10 jam.
3. Setelah makan terakhir, hindari makan dan minum kecuali air putih.

Bagaimana Interpretasi Hasil Pemeriksaan Gula Darah Puasa?
Jika menggunakan darah vena:
– GDP <100 : bukan DM
– GDP 100-125 : prediabetes
– GDP > 125 : DM

Jika menggunakan darah kapiler (tusuk jari):
– GDP <90 : bukan DM
– GDP 90-99 : prediabetes
– GDP >99 : DM

Bagaimana tindak lanjutnya?
1. Jika Anda terdiagnosis DM, lakukan pengobatan dan manajemen DM.
2. Jika Anda terdiagnosis prediabetes, lakukan skrining ulang setiap tahun sekali.
3. Jika hasil pemeriksaan adalah bukan DM, lakukan skrining ulang tiga tahun sekali.

Referensi :
Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia, Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), 2015.

Share.

Leave A Reply