Bayiku Dikasih Makan Apa Dulu Ya?

 “Every infant and child has the right to good nutrition according to the Convention on the Rights of the Child“

Banyak ibu kebingungan ketika harus memilih makanan apa yang akan dia berikan dan cara memberi makan bayi menjelang pemberian makan MPASI pada bayi yang telah eksklusif disusuinya selama 6 bulan penuh. Wajar ketika para ibu melakukan pencarian informasi MPASI, sebab makanan yang baik merupakan salah satu investasi bagi generasi masa depan. Namun demikian sayang sekali banyak ibu yang salah pilih MPASI sehingga mengakibatkan kerugian bagi anak-anaknya. Saya menulis ini tidak ada kepentingan lain kecuali sebagai pembelaan dari seseorang yang jatuh cinta dan tertarik pada ASI, proses menyusui dan pemberian makan bayi yang tidak rela ketika ASI disalahkan ketika segala sesuatunya telah terlambat.

Bayi adalah manusia kecil yang sedang sibuk bertumbuh.

Setelah mengalami penurunan berat lahir fisiologis hingga 7 – 10% dalam minggu pertama, dia harus segera kembali ke berat lahirnya dalam waktu 2 minggu. Bayi bertambah 150 – 200 gram/minggu dalam 4 bulan pertama dan 100 – 150 gram/minggu dari umur 4 hingga 6 bulan. Bayi sebaiknya mencapai 2 kali berat lahir di usia 6 bulan, 3 kali berat lahir di usia 1 tahun dan 4 kali berat lahir di usia 2 tahun. Pemberian makan yang tepat membantu bayi untuk tumbuh berkembang dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya ini, bayi dikaruniai kemampuan makan dalam bentuk gerak refleks (gerakan yang tidak disadari).

ASI masih bisa memenuhi semua kebutuhan energi, zat gizi juga cairan pada bayi umur 0 – 6 bulan. MPASI dini sebelum anak berumur 6 bulan berisiko membuat anak malnutrisi dan terserang penyakit. Sebelum usia 4 – 6 bulan sistem pencernaan anak belum siap menerima makanan dan minuman lain selain ASI. Saluran pencernaan yang belum sempurna akan menjadi risiko munculnya penyakit alergi juga rentan terhadap serangan infeksi yang lebih besar. Pemberian MPASI dini akan membuat anak berkurang menyusu sedangkan dia sangat membutuhkan asupan ASI yang cukup, sehingga MPASI dini TANPA INDIKASI MEDIS tidak disarankan untuk dilakukan.

Bayi lahir sehat cukup bulan akan memiliki refleks mencari puting (rooting reflex), refleks hisap dan refleks telan. Saat ada yang menyentuh bibir dan pipinya, bayi akan otomatis mencari subjek tersebut karena dikira putting. Saat ada yang menyentuh langit-langit mulutnya, bayi akan otomatis menghisapnya. Saat ada cairan yang mengisi ke dalam rongga mulutnya, bayi akan otomatis menelannya. Pada usia ini refleks muntah (gag refleks) dan menjulurkan lidah menolak benda padat yang memasuki mulutnya masih sangat kuat. Refleks ini dominan dalam rentang usia bayi 0 – 6 bulan sehingga pada usia ini sebaiknya makanan bayi adalah makanan cair, yaitu ASI.

ASI merupakan standar baku emas makanan bayi. ASI adalah satu-satunya makanan bagi bayi berusia 0 – 6 bulan, makanan utama bagi bayi berusia di bawah satu tahun dan makanan yang penting bagi bayi hingga 2 tahun. ASI mensuplai 100% kebutuhan bayi 0 – 6 bulan. Pada umur 6 – 12 bulan, ASI mensuplai 70% yang berangsur-angsur menurun menjadi 50% dari keseluruhan kebutuhan asupan bayi. Pada umur 12 – 24 bulan, ASI mensuplai 30% kebutuhan asupan bayi. Waktu pengenalan makanan lain selain ASI (MPASI) memiliki efek sangat penting bagi kualitas kesehatan seseorang. Makanan pendamping ASI merupakan makanan lain selain ASI yang diberikan kepada bayi. MPASI sebaiknya tidak diberikan terlalu dini, namun juga jangan diberikan terlalu lambat. Perode pemberian MPASI memungkinkan bayi untuk secara bertahap memakan makanan keluarga. MPASI ada 2 jenis, yaitu:

  1. Makanan khusus MPASI atau yang khusus ibu siapkan hanya bagi bayi,
  2. Makanan keluarga yang dimodifikasi sesuai tahap perkembangan sistema saraf dan oro-motorik bayi sehingga bayi mudah untuk memakannya dan mendapatkan asupan zat gizi yang dia perlukan.

Seiring bertambahnya usia, bayi akan membutuhkan makanan lain selain ASI karena tubuhnya yang aktif dan sedang tumbuh berkembang dengan pesat. Terdapat kekosongan pasokan energi dan nutrisi yang sudah tidak bisa diperoleh hanya dari ASI. MPASI sebaiknya dimulai tepat pada saat bayi berumur 6 bulan (180 hari). Alasan kenapa MPASI harus dimulai pada umur 6 bulan adalah:

  1. Kebutuhan nutrisi dan nafsu makan sudah tidak bisa dipenuhi sepenuhnya hanya dari ASI (dan susu formula bagi bayi yang tidak disusui).
  2. Cadangan nutrisi penting seperti zat besi sudah habis terpakai dan tidak bisa dipenuhi hanya dari ASI lagi.
  3. Perkembangan sistema persarafan dan oro-motorik telah mulai meningkat dari hanya menghisap menjadi menggigit dan bahkan mengunyah.
  4. Bayi juga telah mulai tumbuh gigi.
  5. Kemampuan bayi mengontrol lidahnya sudah lebih baik. Refleks menjulurkan lidah menolak objek padat yang memasuki mulutnya telah menghilang dan bayi telah mulai bisa duduk sendiri sehingga mulai bisa lebih lama menikmati makanan yang lebih padat.
  6. Sistem pencernaan telah berkembang sempurna sehingga telah mampu mencerna makanan seperti karbohidrat dengan lebih baik.
  7. Rasa penasaran akan aneka tekstur dan rasa dari lingkungan sehingga fase eksplorasi ini sangat berguna saat pengenalan makanan baru.

Jika MPASI diberikan terlambat (anak lebih dari 6 bulan) risikonya adalah anak akan terganggu perkembangan oro-motoriknya sehingga akan mengalami kesulitan makan. Selain itu anak akan menjadi kurang gizi karena ASI sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan energi maupun zat gizi bagi anak umur 6 bulan, baik di Negara maju apalagi di Negara miskin dan sedang berkembang.

MPASI bayi premature diberikan pada umur 6 bulan dihitung dari bayi lahir (umur kronologis bukan umur koreksi) dengan melihat tanda-tanda kesiapan makan pada anak (tidak disarankan terlalu cepat sebelum 16 minggu atau terlalu lambat di umur 7 – 10 bulan usia koreksi). Diskusikan lebih lanjut saat makan bayi premature dengan DSA yang menangani anak.

Periode MPASI ini merupakan waktu kritis yang bisa membuat anak menjadi kurang gizi jika makanan atau metode makan yang diberikan tidak baik. Pemilihan makanan sebagai MPASI sejak pertama kali bayi makan sebaiknya:

  1. Makanan yang kaya akan energi dan nutrisi (terutama zat besi, zinc, vitamin A, kalsium, vitamin C dan asam folat)
  2. Bersih dan aman
  3. Mudah disajikan dari makanan keluarga sehari-hari
  4. Tersedia dan terjangkau di lingkungan
  5. Sesuaikan makanan dengan tahap perkembangan anak

ASI mengandung kalori sebanyak 0,7 kcal/mL. Rata-rata bayi ASIX akan meminum ASI dalam jumlah yang stabil sejak umur 1 – 6 bulan, yaitu sekitar 750 mL/hari (kisaran jumlah konsumsi ASI sekitar 570 – 900 mL/hari, kalo menurut AAP sekitar 780 mL/hari). Pada umur 6 bulan bayi memerlukan energi sekitar 615 kcal/hari sedangkan suplai energi dari ASI sekitar 415 kcal/hari sehingga terjadi kekurangan asupan energi sekitar 200 kcal/hari. Pada umur 9 –11 bulan terjadi kekurangan asupan energi sekitar 300 kcal/hari dan pada umur 12 – 23 bulan terjadi kekurangan asupan energi sekitar  550 kcal/hari.

Kalori dalam makanan MPASI berkisar antara 0,6 – 1,0 kcal/gram bahan makanan. Bahan makanan mengandung banyak air dan kemudian dilarutkan hanya mengandung sekitar 0,3 kcal/gram bahan makanan. Oleh sebab itu ibu harus memberikan MPASI yang mengandung jumlah kalori sekitar 0,8 kcal/gram jadi lebih banyak dari ASI, sehingga bisa mengisi kekosongan kebutuhan energi bayi. MPASI disarankan mengandung kalori sekitar 1,07 – 1,46 kcal/gram sehingga bayi akan mengkonsumsi kurang lebih 137 – 187 gram/hari pada umur 6 – 8 bulan, 206 – 281 gram/hari pada umur 9 – 11 bulan, dan 378 – 515 gram/hari pada umur 12 – 23 bulan.

Kalori ini bisa ibu peroleh dari sumber karbohidrat seperti biji-bijian/serealia (beras, jagung, gandum/oat, sorghum), umbi akar (kentang, ubi, ketela), dan buah dengan kandungan karbohidrat yang tinggi seperti pisang dan sukun. Untuk semakin meningkatkan jumlah kalori dalam bubur yang ibu sajikan maka jangan beri terlalu banyak air dan bisa ditambahkan minyak nabati (minyak kelapa, minyak sayur, minyak zaitun, dll) atau margarin. Dengan demikian bayi akan lebih mudah menelan makanan yang diberikan dan kalori MPASI juga lebih tinggi. Jadi MPASI pertama yang harus ibu berikan adalah sumber karbohidrat sesuai bahan makanan pokok yang keluarga makan. Jika ibu memilih MPASI yang rendah kalori seperti buah dan sayur saja, maka bayi akan tetap lapar dan kekosongan energi yang dibutuhkan tidak akan terpenuhi sehingga bayi akan bertubuh kecil, lambat tumbuh atau bahkan berhenti tumbuh.

Bayi lahir sehat cukup bulan dengan berat badan normal membawa cadangan zat besi di tubuhnya, namun cadangan zat besi ini akan habis setelah bayi berumur 6 bulan. Bayi baru lahir membutuhkan asupan zat besi sekitar 0,27 mg/hari. ASI mengandung sekitar 0,35 mg/L dan setiap hari bayi meminum sekitar 0,78 L ASI. Meskipun kandungan zat besi di ASI sedikit, namun 70% diserap dengan baik karena laktosa dan vitamin C dalam ASI akan membantu penyerapan zat besi. Pada umur 6 bulan kebutuhan zat besi akan meningkat menjadi 11 mg/hari. Oleh sebab itu ibu harus memilih bahan makanan yang mengandung banyak zat besi untuk MPASI.

Zat besi bisa ibu dapatkan dari bahan pangan hewani atau nabati. Kandungan zat besi dalam sayur-mayur lebih tinggi daripada dari bahan pangan hewani, namun zat besi dalam sayur-mayur ini lebih sulit diserap oleh tubuh. Hanya 1 – 15% zat besi dari bahan pangan nabati yang akan diserap tubuh, jika cadangan besi dalam tubuh makin tinggi maka persentase yang diserap akan makin rendah.  Zat besi dalam bahan pangan hewani berada dalam bentuk heme iron, sedangkan dalam sayur-mayur berada dalam bentuk non-heme iron. Non-heme iron ini membutuhkan zat tambahan yang disebut enhancer supaya bisa diserap oleh tubuh. Enhancer yang dibutuhkan adalah vitamin C dan (kemungkinan) karoten, sedangkan vitamin C dan karoten ini mudah rusak dalam proses pengolahan makanan.

Selain alasan di atas, zat besi dari bahan pangan nabati sukar dicerna karena akan dihambat oleh phytate  atau phytic acid (6-fosfoinositol), fosfat, oksalat, tannat, karbonat dan polifenol yang juga banyak terdapat dalam sayur-mayur. Oleh sebab itu, segera berikan bahan pangan hewani kaya zat besi seperti hati atau daging merah dalam MPASI bayi 6 bulan. Jika terlambat akan sangat fatal akibatnya. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia defisiensi besi, juga gangguan lain sebagai berikut:

  • Aktivitas terganggu
  • Anak terkena gangguan mental seperti depresi, gangguan bipolar, anxietas, ADHD, keterlambatan perkembangan hingga retardasi mental 
  • Terganggu pertumbuhan dan perkembangan otaknya akibat adanya gangguan dalam proses myelinisasi serabut saraf, metabolism neurotransmitter juga fungsi otak untuk mengingat. IQ anak bisa tidak setinggi yang seharusnya bisa dia capai.
  • Anak mengalami gangguan keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh sehingga perkembangan menjadi terlambat
  • Terganggu interaksi sosial
  • Rentan sakit infeksi akibat gangguan kerja system kekebalan tubuhnya
  • Kehilangan nafsu makan dan sulit menelan makanan. Terjadi atrofi papilla lidah/taste bud yang bertugas untuk merasakan rasa makanan sehingga nafsu makan menjadi buruk. Saluran pencernaan juga mengalami kerusakan sel sehingga kerja mekanik maupun enzimatik menjadi terganggu.
  • Gangguan jantung dan pembuluh darah: insufisiensi pembuluh darah coroner hingga iskemi miokardiak yang ditunjukkan dengan gejala anak mudah lelah, nafas pendek, dan terdengar suara bising-sistolik.

Jadi, akan menjadi masalah besar jika ibu menunda pemberian bahan pangan protein hewani kaya zat besi hingga beberapa bulan lamanya. Segera berikan protein hewani dalam MPASI anak. Heme iron dalam protein hewani akan diserap dengan mudah serta tidak bergantung pada keberadaan enhancer. Penyerapan heme iron ini lebih efektif dari non-heme iron, yaitu sekitar 15 – 40%, semakin sedikit cadangan besi akan semakin besar yang diserap. Penyerapan heme iron dan non-heme iron tidak saling mempengaruhi, sehingga pemberian daging dalam jumlah sedikit akan mengimbangi asupan zat besi dari sayuran yang juga ibu sajikan dalam MPASI anak.

Pemberian makan pada masa bayi dan balita ternyata adalah sebuah investasi yang sangat penting. Pemberian makan bayi dan anak merupakan serangkaian proses yang terdiri atas makanan, proses makan (behavioral) serta fungsi faal tubuh (fisiologis) yang terlibat dalam kegiatan anak saat memakan makanannya. Usia anak sejak lahir hingga 2 tahun merupakan periode kritis bagi tercapainya kualitas pertumbuhan yang optimal, kesehatan dan perkembangan tingkah laku. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa periode 2 tahun ini merupakan puncak sering  terjadinya gangguan pertumbuhan, kekurangan mikronutrien dan penyakit infeksi yang  fatal. Kondisi malnutrisi merupakan penyebab 60% kematian dari 10,9 juta balita setiap tahun.  Menurut Martorel et al (1994), akan sangat sulit untuk memperbaiki gangguan pertumbuhan pada anak umur 2 tahun jika anak telah mengalami gangguan pertumbuhan hingga menyebabkan tubuhnya kecil/kerdil (stunting). Oleh sebab itu, makanan yang ibu pilihkan untuk anak akan menentukan kualitas kecerdasan, kesehatan, reproduksi, bahkan kehidupan anak hingga kelak dia dewasa.

Kesimpulan:

  1. Pada masa pengenalan MPASI sebaiknya ibu pilih makanan tinggi kalori. Mau pilih buah ya silakan, tapi pilihnya buah sukun atau pisang yaaa. Jangan buah2 yang kaya serat tapi miskin kalori (klo itu mah buat dimaem emaknya ajah biar singset jaya)
  2. Segera berikan sumber zat besi yang mudah diserap oleh anak.
  3. Berikan makanan sesuai tahap perkembangan anak.

Penulis : dr. Annisa Siti Rohima

 *****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

About Author

Leave a Reply