Beginilah Seharusnya Seorang Dokter Muslim (1)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Berikut akan disampaikan secara berseri tentang sifat-sifat yang semestinya dimiliki oleh seorang dokter muslim :

  1. Niat (yang ikhlas) dan mengharapkan pahala dari Allah.
  2. Amanah dan profesional dalam bekerja.
  3. Ihsan  dan  muraqabah (merasa diawasi oleh Allah).
  4. Tazkiyatun-nafs (pembesihan jiwa) dan muhasabah (introspeksi diri).
  5. Menuntut ilmu berkesinambungan dan berkelanjutan.
  6. Kepribadian yang istimewa dan akhlak yang baik; tawaddu’,  jujur, penyayang, adil, tolong menolong dan menyukai kebaikan bagi orang lain, malu berbuat dosa,  santun dan lemah lembut.
  7. Menghormati  hak-hak pasien.
  8. Tafaqquh fid-din (Mempelajari dan memahami hukum-hukum agama), terutama dalam permasalahan khusus yang terkait dengan kedokteran.
  9. Memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing.

(1). Niat yang Ikhlas dan Berharap Pahala dari Allah

Pentingnya niat dalam amal dan mengharapkan pahala dari Allah

Sesungguhnya seorang yang belajar ilmu kedokteran hendaknya mengintrospeksi kembali  niatnya. Hal ini merupakan perkara yang sangat penting dan seyogyanya mendapatkan perhatian. Niat adalah pondasi  amal. Baiknya suatu amal ditentukan oleh dua syarat, yaitu; Ikhlas karena Allah ‘Azza wa Jalla, dan mengikuti  sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Niat yang ikhlas karena Allah akan membawa amal-amal yang bersifat duniawi  menjadi ibadah kepada Allah, di mana seorang muslim senantiasa mengharapkan pahala dan dan ganjaran dari Allah baik di dunia maupun di akhirat.

Dalil-dalil syar’i

Dari Umar bin Khattab  Radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ [متفق عليه]

“Sesungguhnya setiap amal-amal itu tergantung dengan niat, dan sesungguhnya hanyalah bagi setiap orang akan mendapatkan  apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya, atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya untuk apa yang dia niatkan itu.” (Muttafaqun ‘alaih)

Lebih mengutamakan pelayanan dari sekedar bayaran  

Sesungguhnya seorang dokter yang mencari wajah Allah dengan profesinya, maka Anda akan menemukannya sebagai orang yang sangat mementingkan pasiennya. Dia mencurahkan apa yang dimiliki dan dimampuinya demi kesehatan dan kebaikan pasien.

Dia mengobati pasien dengan  ilmu yang benar, tidak memberatkan pasien mengeluarkan  uang banyak, seperti melakukan pemeriksaan atau memberikan obat yang sebenarnya tidak diperlukan berdasarkan ilmu kedokteran. Bahkan  kita menemukan dokter tersebut mengobati pasien dengan cara-cara yang sesuai dengan ilmu kedokteran yang benar di manapun dia bekerja.  Dengan semua itu dia mencari wajah Allah dan bertawakkal kepada-Nya. Dia tidak mencari keterkenalan ataupun kekayaan. Namun apabila hal itu terjadi, maka itu semata-mata keutamaan dari Allah. Dia tidak tertipu dengan keterkenalan dan kekayaan itu. Orientasinya adalah keridhaan Allah, bukan keridhaan makhluk yang selera mereka cepat sekali berubah antara sore dan pagi hari.

(Bersambung)

*****

Diambil dari At-Thabiibul Muslimu Tamayyuzun wa Simaatun yang ditulis oleh Dr. Yusuf bin Abdillah at-Turky dan diterjemahkan oleh dr. Supriadi dengan judul  “ Dokter Muslim Istimewa dan Ungggul “

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Alhamdulillah di sela-sela kuliah bisa ikut belajar Bahasa Arab di Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang. Aktivitas saat ini sebagai dokter umum di RSUD Propinsi di Sumbawa Besar dan aktif menulis artikel kesehatan Islam.

1 Comment

  1. Assalamu’alaykum waRahmatullahi waBarakatuh
    Alhamdulillah sempat membaca tulisan ini, sebagai bekal evaluasi diri, semoga profesi ini menjadi ladang amal. aamiin
    jazakumullahu khairan

Leave A Reply