Beginilah Seharusnya Dokter Muslim (4)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Berikut akan disampaikan secara berseri tentang sifat-sifat yang semestinya dimiliki oleh seorang dokter muslim :

  1. Niat (yang ikhlas) dan mengharapkan pahala dari Allah.
  2. Amanah dan profesional dalam bekerja.
  3. Ihsan  dan  muraqabah (merasa diawasi oleh Allah).
  4. Tazkiyatun-nafs (pembesihan jiwa) dan muhasabah (introspeksi diri).
  5. Menuntut ilmu berkesinambungan dan berkelanjutan.
  6. Kepribadian yang istimewa dan akhlak yang baik; tawaddu’,  jujur, penyayang, adil, tolong menolong dan menyukai kebaikan bagi orang lain, malu berbuat dosa,  santun dan lemah lembut.
  7. Menghormati  hak-hak pasien.
  8. Tafaqquh fid-din (Mempelajari dan memahami hukum-hukum agama), terutama dalam permasalahan khusus yang terkait dengan kedokteran.
  9. Memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing.

(4.) Tazkiyatun Nafs (membersihkan jiwa)

dan Muhasabah (introspeksi diri)

Seputar Tazkiyatun-nafs dan Muhasabah bagi seorang dokter

Sesungguhnya seorang dokter muslim berkeinginan kuat untuk membersihkan jiwa dan mengintrospeksi diri, benar-benar memperhatikan hal ini dalam perangai dan interaksinya dengan pasien dan tim kesehatan yang lain. Di antara sarana untuk memberbersihkan jiwa yang dianjurkan Islam adalah beriman dan beramal shalih. Allah Ta’ala berfirman,

من عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (an-Nahl: 97)

Demikianlah, introspeksi diri dengan cara-cara yang benar yang jauh dari sikap berlebih-lebihan atau menyepelekan mempunyai arti yang besar dalam membentuk kebiasan baik seorang dokter muslim saat dia menjalankan  tugasnya.

Dalil-dalil syar’i

Allah Ta’ala berfrman,

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا * وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا 

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (as-Syams: 9-10).

 

Allah Ta’ala juga berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ 

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (Al-Muddatstsir: 38)

بَلِ الْإِنسَانُ عَلَى نَفْسِهِ،  بَصِيرَة وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَه 

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (Al-Qiyamah: 14-15)

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلَا إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ 

“Ingatlah, sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah jasad seluruhnya. Dan apabila ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Ingatlah ia adalah hati.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr Rhadiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلا إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ 

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian, tidak pula rupa-rupa kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbuatan kalian.” (HR. Muslim)

(Bersambung)

*****

Diambil dari At-Thabiibul Muslimu Tamayyuzun wa Simaatun yang ditulis oleh Dr. Yusuf bin Abdillah at-Turky dan diterjemahkan oleh dr. Supriadi dengan judul  “ Dokter Muslim Istimewa dan Ungggul “

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Alhamdulillah di sela-sela kuliah bisa ikut belajar Bahasa Arab di Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang. Aktivitas saat ini sebagai dokter umum di RSUD Propinsi di Sumbawa Besar dan aktif menulis artikel kesehatan Islam.

Leave A Reply