Beginilah Seharusnya Seorang Dokter Muslim (5)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Berikut akan disampaikan secara berseri tentang sifat-sifat yang semestinya dimiliki oleh seorang dokter muslim :

  1. Niat (yang ikhlas) dan mengharapkan pahala dari Allah.
  2. Amanah dan profesional dalam bekerja.
  3. Ihsan  dan  muraqabah (merasa diawasi oleh Allah).
  4. Tazkiyatun-nafs (pembesihan jiwa) dan muhasabah (introspeksi diri).
  5. Menuntut ilmu berkesinambungan dan berkelanjutan.
  6. Kepribadian yang istimewa dan akhlak yang baik; tawaddu’,  jujur, penyayang, adil, tolong menolong dan menyukai kebaikan bagi orang lain, malu berbuat dosa,  santun dan lemah lembut.
  7. Menghormati  hak-hak pasien.
  8. Tafaqquh fid-din (Mempelajari dan memahami hukum-hukum agama), terutama dalam permasalahan khusus yang terkait dengan kedokteran.
  9. Memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing.

(5) Menuntut Ilmu Berkesinambungan dan Berkelanjutan

Pentingnya belajar kedokteran berkesinambungan

Ilmu kedokteran termasuk ilmu yang berkembang cepat dengan banyaknya penemuan-penemuan ilmiah. Karena itu, suatu keharusan bagi seorang dokter untuk belajar terus menerus walaupun dia telah mencapai tingkatan ilmiah atau gelar paling tinggi, sehingga dia bekerja ditopang dengan ilmu yang benar. Hal itu akan terwujud setelah adanya pertolongan dari Allah dan Taufik-Nya, (di antaranya) dengan mengikuti perkembangan-perkembangan terbaru makalah-makalah ilmiah yang valid dan tulisan-tulisan ilmiah yang membahas suatu topik khusus, menghadiri seminar dan simposium ilmiah, mengkonsultasikan keadaan pasien kepada yang lebih tinggi ilmunya dan lebih ahli (spesialis/sub spesialis) dan mengikuti perkembangan pasien tersebut sehingga seorang dokter muslim benar-benar ahli dan mumpuni dalam bidang kedokteran yang digelutinya. Dan di saat menimba ilmu, dia berusaha untuk ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah.

Dalil-dalil syar’i

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُل رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا 

”Dan katakanlah, “Ya Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengeta-huan” (Thaaha: 114)

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ 

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.“ (al-Mujadilah: 11)

إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ 

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (Faathir: 28)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ 

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga.”(HR: Muslim)

(Bersambung)

*****

Diambil dari At-Thabiibul Muslimu Tamayyuzun wa Simaatun yang ditulis oleh Dr. Yusuf bin Abdillah at-Turky dan diterjemahkan oleh dr. Supriadi dengan judul  “ Dokter Muslim Istimewa dan Ungggul “

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Alhamdulillah di sela-sela kuliah bisa ikut belajar Bahasa Arab di Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang. Aktivitas saat ini sebagai dokter umum di RSUD Propinsi di Sumbawa Besar dan aktif menulis artikel kesehatan Islam.

Leave A Reply