Beginilah Seharusnya Seorang Dokter Muslim (6)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Berikut akan disampaikan secara berseri tentang sifat-sifat yang semestinya dimiliki oleh seorang dokter muslim :

  1. Niat (yang ikhlas) dan mengharapkan pahala dari Allah.
  2. Amanah dan profesional dalam bekerja.
  3. Ihsan  dan  muraqabah (merasa diawasi oleh Allah).
  4. Tazkiyatun-nafs (pembesihan jiwa) dan muhasabah (introspeksi diri).
  5. Menuntut ilmu berkesinambungan dan berkelanjutan.
  6. Kepribadian yang istimewa dan akhlak yang baik; tawaddu’,  jujur, penyayang, adil, tolong menolong dan menyukai kebaikan bagi orang lain, malu berbuat dosa,  santun dan lemah lembut.
  7. Menghormati  hak-hak pasien.
  8. Tafaqquh fid-din (Mempelajari dan memahami hukum-hukum agama), terutama dalam permasalahan khusus yang terkait dengan kedokteran.
  9. Memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing.

(6). Sosok Pribadi Istimewa

& Berakhlak Mulia

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ 

“Sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4)

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya” (Muttafaqun ‘Alaih).

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, “Rasulullah bukanlah orang yang buruk perangainya dan bukan pula orang yang suka berbicara kotor dan menyakitkan, beliau bersabda,

إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقاً 

Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ 

“Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat.” (HR: Abu Dawud).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab, “Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik”. Beliau juga ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi dan dia berkata, Hadits Hasan Shahih)

Berikut adalah bentuk-bentuk akhlak-akhlak yang mulia,  ini sekadar sebagai contoh dan bukan merupakan pembatasan.

Tawaddu’ (rendah Hati)

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُم 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.” (Al-Hujurat: 13)

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى 

Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (an-Najm: 32).

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ 

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman: 18)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ , وَمَا زَادَ اللهُ عَبْداً بِعَفْوٍ إلا عزًّا , وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ 

Tidaklah harta itu berkurang karena sedekah, dan tidaklah seorang hamba meminta maaf kecuali Allah pasti menambahkan kemualiaan (kepadanya), dan tidaklah seseorang bersikap tawaddhu’ kecuali Allah pasti mengangkat derajatnya.” (HR: Muslim)

Jujur

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ 

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (at-Taubah: 119)

فَلَوْ صَدَقُوا اللهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ 

“Jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (Muhammad: 21)

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقاً ، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّاباً 

Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Sesungguhnya ada seseorang yang senantiasa jujur sehingga ditulis (ditetapkan) di sisi Allah sebagai orang jujur. Sesungguhnya perbuatan dusta mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya ada seorang yang  senantiasa berdusta sehingga dia ditetapkan di sisi Allah sebagai seorang pendusta” (Muttafaqun ‘alaih).

Penyayang

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ 

“Dan katakanlah: “Ya Rabb-ku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik” (Al-Mukminun: 118)

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ 

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” (Ali-Imran: 159).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ 

“Sesungguhnya Allah hanya akan merahmati hamba-hamba-Nya yang memilik sifat penyayang” (HR: Bukhari).

Adil

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ 

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan” (An-Nahl: 90)

وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Dan hendaklah kamu berlaku adil, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Hujurat” 9)

Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمُقْسِطِيْنَ عِنْدَ اللهِ عَلىَ مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ ، الَّذِيْنَ يَعْدِلُوْنَ فِيْ حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيْهِمْ وَمَا وَلَّوْا

Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, yaitu orang-orang yang adil terhadap rakyat mereka, keluarga mereka, dan siapapun yang menjadi tanggung jawab mereka.” (HR: Muslim)

Tolong menolong dan menyukai kebaikan bagi orang lain

Allah Ta’ala berfirman,

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ 

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Al-Maidah: 2)

Dari Ibnu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshary al-Badry Radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلََّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ 

“Barangsiapa menunjukkan kepada satu kebaikan, maka baginya pahala semisal pahala orang yang mengerjakannya.” (HR: Muslim)

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ 

Tidak beriman (dengan sempurna) salah seorang dari kalian sampai dia mencintai bagi saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri” (Muttafaqun ‘Alaih)

Haya’ (malu berbuat dosa)

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang paling pemalu melebihi gadis pingitan di tempat pingitannya. Apabila beliau melihat sesuatu yang tidak beliau sukai, kami mengetahuinya dari raut wajah beliau” (Muttafaqun ‘Alaih(

Dari Imran bin Husain dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْحَيَاءُ لَا يَأْتِيْ إِلَّا بِخَيْرٍ 

“Malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Santun dan lemah lembut

Allah  Ta’ala berfirman,

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ ، وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ 

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Fusshilat: 34-35)

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ 

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan Dia menyukai kelembutan dalam semua urusan.” (Muttafaqun ‘Alaih)

 

(Bersambung)

*****

Diambil dari At-Thabiibul Muslimu Tamayyuzun wa Simaatun yang ditulis oleh Dr. Yusuf bin Abdillah at-Turky dan diterjemahkan oleh dr. Supriadi dengan judul  “ Dokter Muslim Istimewa dan Ungggul “

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Alhamdulillah di sela-sela kuliah bisa ikut belajar Bahasa Arab di Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang. Aktivitas saat ini sebagai dokter umum di RSUD Propinsi di Sumbawa Besar dan aktif menulis artikel kesehatan Islam.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.