Beginilah Seharusnya Seorang Dokter Muslim (7)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Berikut akan disampaikan secara berseri tentang sifat-sifat yang semestinya dimiliki oleh seorang dokter muslim :

  1. Niat (yang ikhlas) dan mengharapkan pahala dari Allah.
  2. Amanah dan profesional dalam bekerja.
  3. Ihsan  dan  muraqabah (merasa diawasi oleh Allah).
  4. Tazkiyatun-nafs (pembesihan jiwa) dan muhasabah(introspeksi diri).
  5. Menuntut ilmu berkesinambungan dan berkelanjutan.
  6. Kepribadian yang istimewa dan akhlak yang baik; tawaddu’,  jujur, penyayang, adil, tolong menolong dan menyukai kebaikan bagi orang lain, malu berbuat dosa,  santun dan lemah lembut.
  7. Menghormati  hak-hak pasien.
  8. Tafaqquh fid-din (Mempelajari dan memahami hukum-hukum agama)terutama dalam permasalahan khusus yang terkait dengan kedokteran.
  9. Memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing.

 (7). Menghormati Hak-Hak Pasien

Sesungguhnya seorang dokter muslim menghormati pasiennya dan menjaga hak-hak pasien. Di antaranya, peduli dengan penderitaan pasien karena sakit yang dialaminya dan menentukan pengobatan dengan mempertimbangkan pendapat pasien dan perasaannya. Menjelaskan tindakan-tindakan medis dengan cara yang bisa dipahami dan mencukupi sehingga tidak ada ruang untuk terjadinya kerisauan atau kesalahpahaman dengan beberapa pemeriksaan yang dibutuhkan ataupun cara pengobatan yang diterapkan, dengan terlebih dahulu meminta izin kepada pasien yang bersangkutan. Memperhatikan kaidah-kaidah syar’i ketika memeriksa pasien wanita di saat kondisi darurat, tidak boleh membuka aurat laki-laki ataupun wanita kecuali dalam kondisi darurat. Demikian juga menjaga waktu pasien dan mempertimbangkan kebiasaannya, kewajiban-kewajibannya dalam keluarganya, pekerjaannya, dan studinya. Menjaga rahasia pasien sesuai ketentuan syar’i. Bersama itu mendo’akan dan meruqyah pasien dengan dengan do’a dan ruqyah yang di syariatkan.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk sebagian keluarganya, beliau mengusapnya dengan tangan kanan beliau dan berdo’a,

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ البَأْسَ , اِشْفِ أَنْتَ الشَّافيِ  لَا شِفَاءَ   إِلَّا شِفَاؤُكَ , شِفَاءً  لَا يُغَادِرُ سَقَمًا 

“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, hilangkanlah penyakit, sembuh-kanlah karena Engkaulah Dzat yang menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dari Abu Abdillah Utsman bin Abil ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, dia mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sakit yang dia rasakan pada tubuhnya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,

ضِعْ يَدَكَ عَلىَ الَّذِيْ يأْلَمُ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ : بِسْمِ اللهِ – ثَلَاثاً – وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ : أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ 

“Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit dan ucapkanlah ‘Bismillah’–sebanyak tiga kali-, lalu ucapkan sebanyak  tujuh kali ‘Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan sakit yang aku dapati dan  aku takutkan’ “ (HR. Muslim)

(Bersambung)

*****

Diambil dari At-Thabiibul Muslimu Tamayyuzun wa Simaatun yang ditulis oleh Dr. Yusuf bin Abdillah at-Turky dan diterjemahkan oleh dr. Supriadi dengan judul  “ Dokter Muslim Istimewa dan Ungggul “

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Alhamdulillah di sela-sela kuliah bisa ikut belajar Bahasa Arab di Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang. Aktivitas saat ini sebagai dokter umum di RSUD Propinsi di Sumbawa Besar dan aktif menulis artikel kesehatan Islam.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.