Berbagai Amalan Ringan yang Besar Pahalanya

Amalannya mudah, namun pahalanya besar, siapa yang tak mau? Ibarat seorang pedagang yang menginginkan keuntungan besar, namun kecil modalnya. Dalam hal dunia saja, misalnya jual beli, berbagai cara dilakukan agar untung yang di dapat lebih besar daripada modalnya. Terlebih lagi dalam hal akhirat, banyak cara yang dapat dilakukan seseorang untuk mendapatkan pahala yang besar, namun amalannya ringan.

Seorang muslim hendaknya memiliki semangat yang lebih untuk akhiratnya dibanding dunianya. Keuntungan yang di dapat lebih kekal, sehingga lebih bermanfaat untuknya kelak di akhirat.

Amalan yang berkaitan dengan shalat

[1] Shalat sunnah fajar

Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam menyebutkan keutamaan shalat sunnah 2 raka’at sebelum shalat shubuh dalam sabdanya (yang artinya), “Dua raka’at shalat sunnah shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim)

[2] Shalat sunnah setelah matahari terbit

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),  “Siapa yang shalat Shubuh berjama’ah, kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat 2 raka’at, maka baginya pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidzi)

[3] Shalat sunnah dhuha

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tiap pagi ada kewajiban sedekah bagi tiap ruas tulang kalian, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan untuk melakukan kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan semua itu dapat tercukupi dengan melakukan dua raka’at shalat dhuha.” (HR. Muslim)

[4] Shalat sunnah rawatib

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) 12 raka’at dalam setiap hari, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (HR. Muslim)

Shalat sunnah tersebut ialah 2 raka’at sebelum shubuh, 4 raka’at sebelum zhuhur, 2 raka’at setelah zhuhur, 2 raka’at setelah maghrib, dan 2 raka’at setelah ‘isya.

[5] Shalat sunnah setelah wudhu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tidaklah seorang muslim berwudhu’ kemudian ia baguskan wudhu’nya, lalu ia berdiri shalat dua raka’at dengan menghadapkan hati dan wajahnya pada dua raka’at itu, melainkan surga wajib baginya.” (HR. Muslim)

[6] Shalat Jenazah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Barangsiapa yang shalat jenazah dan tidak ikut mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qiroth. Jika ia sampai mengikuti jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” “Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal gunung Uhud”,  jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim)

Amalan yang berkaitan dengan puasa

[1] Puasa ‘Asyura dan Puasa ‘Arafah

Abu Qatadah Al Anshariy berkata, ‘Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arafah?’ Beliau menjawab, “Puasa ‘Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

[2] Puasa sunnah senin dan kamis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi)

Amalan yang berkaitan dengan dzikir

[1] Membaca Al-Quran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)

[2] Membaca Tasbih dan Tahmid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Barangsiapa yang membaca:’subhanallahi wa bihahmdih’, sebanyak seratus kali sehari, akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Ada dua kalimat yang ringan di lidah tetapi berat timbangannya, amat disukai oleh Allah Ar-Rahman: ’subhanallahi wa bihahmdih subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa yang mengucapkan:’subhanallahil ‘azhim wa bi hamdih’, akan ditanamkan baginya sebuah pohon kurma di surga.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

[3] Membaca Tahlil

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang mengucapkan:’laa ilaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir’, sebanyak sepuluh kali, seperti orang yang membebaskan budak dari keturunan Ismail.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Penutup

Semoga kita senantiasa diberikan hidayah oleh Allah dan kemudahan untuk melaksanakan amalan di atas. Namun yang terpenting, bukanlah besarnya amalan yang dilakukan, namun rutinnya amalan yang kita lakukan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)

About Author

Leave a Reply