Beribadah Haji Dengan Kondisi Prima

/ Oleh / Bimbingan Islam, Tips Sehat / No comments
ibadah haji

Kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan suatu nikmat yang patut disyukuri, karena tidak semua orang diberikan kemampuan untuk melaksanakannya. Orang yang berhaji tentu ingin ibadah hajinya berjalan lancar. Selain dibutuhkan kesiapan mental dan spiritual, juga dituntut kesiapan fisik yang matang. Hal ini karena ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang cukup menguras tenaga. Thawaf (berjalan mengelilingi ka’bah), sa’i (berlari-lari kecil diantara bukit shafa dan marwa) sebanyak tujuh putaran, dan melempar jumrah yang membutuhkan waktu untuk berjalan dan berdesak-desakan merupakan gambaran betapa kondisi kesehatan prima sangat dibutuhkan untuk kelancaran jalannya ibadah haji.

Mempersiapkan Fisik dengan Olahraga

Olahraga sangat dianjurkan untuk rutin dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum pemberangkatan. Bagi yang sudah biasa berolahraga, tentu sudah tidak menjadi masalah lagi ketika dituntut untuk melatih fisiknya. Namun, bagi yang tidak biasa berolahraga, barangkali sulit sekali untuk memulai melatih fisik sehingga diperlukan motivasi dan perencanaan yang matang sebelumnya. Apalagi jika sudah lanjut usia dan lama tidak melakukan olahraga.

Berolahraga yang dimaksud disini bukanlah olahraga berat yang memakan waktu lama. Karena olahraga berlebihan dan terlalu dipaksakan justru kurang baik untuk kesehatan. Joging, jalan kaki dan bersepeda bisa menjadi alternatif olahraga yang bisa dipilih. Calon jama’ah haji cukup meluangkan waktu 20-30 menit tiap harinya. Latihan fisik ini sebaiknya rutin dilakukan sebanyak 3 kali tiap pekan. Olahraga yang dipilih harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing orang. Jika perlu, sebelum mulai melakukan latihan, konsultasikan dulu dengan dokter.

Banyak manfaat yang bisa didapat dengan olah raga secara teratur dan berkesinambungan, antara lain tubuh terasa segar, dapat mencegah kegemukan karena membuang kelebihan kalori, dapat mengontrol kadar gula darah, dapat menurunkan kadar kolesterol, dan baik untuk kesehatan jantung. Dengan kondisi tekanan darah stabil, kadar gula darah dan kolesterol dalam batas normal, maka calon jama’ah haji insyaAllah akan lebih siap dalam melakukan semua rangkaian manasik haji.

Mengatur Pola Makan

Pola makan yang sehat sangat mendukung kesehatan dan kebugaran calon jama’ah haji. Oleh karena itu, sebelum berangkat ke tanah suci, hendaknya calon jama’ah haji sudah mengatur supaya apa yang dimakan benar-benar makanan yang cukup jumlahnya dan lengkap gizinya. Bagi yang memiliki penyakit tertentu, seperti sakit maag, kencing manis (diabetes mellitus), hipertensi (tekanan darah tinggi), asam urat tinggi dan kolesterol tinggi, hendaknya menghindari makanan-makanan yang dapat memperparah penyakitnya.

Mengatur pola makan tidak hanya dilakukan menjelang keberangkatan, tapi diusahakan untuk dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan membiasakan pola makan yang sehat, insyaAllah penyakit-penyakit yang diderita bisa terkontrol dan membaik. Bagi yang tidak memiliki masalah dengan kesehatan juga tetap harus menjaga pola makannya, karena tidak tertutup kemungkinan menjelang keberangkatan justru muncul masalah kesehatan hanya karena salah makan. Tidak sakit dan tidak memiliki pantangan makanan tertentu bukan berarti boleh makan sembarangan.

Memeriksakan Diri

Sebelum diberangkatkan, calon jama’ah haji akan menjalani berbagai macam tes kesehatan secara menyeluruh, baik kesehatan fisik maupun mental. Diharapkan pada saat anamnesis (wawancara) dengan dokter, calon jama’ah haji menceritakan semua keluhan dan riwayat penyakit yang diderita secara detail dan jujur. Catatan medis tentang kesehatan calon jama’ah haji sangat penting sebagai pegangan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan. Bagi penderita penyakit tertentu, seperti kencing manis misalnya, hendaknya mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ketika perjalanan terkait dengan penyakitnya seperti kartu identitas diabetes, obat-obat yang biasa dikonsumsi, dan alat cek gula darah (glukometer dan stripnya). Bagi penderita asma, sebaiknya selalu membawa obat baik yang diminum maupun yang dihirup untuk mengantisipasi ketika terjadi serangan sesak nafas. Begitu juga bagi penderita penyakit lainnya yang membutuhkan persiapan secara khusus supaya tidak mengalami kendala selama perjalanan.

Melatih Kesabaran

Melatih kesabaran sangat penting bagi calon jama’ah haji. Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang cukup berat. Disamping menguras tenaga, calon jama’ah haji juga dituntut untuk lebih sabar, karena banyak sekali hal-hal yang akan menguji kesabaran. Mulai dari menunggu antrian saat di bandara, menunggu pemberangkatan, menunggu katering (layanan makanan), berdesak-desakan dengan calon jama’ah haji lain, dan kondisi cuaca yang jauh berbeda dengan di Indonesia.

Sifat sabar juga sangat membantu seseorang untuk terhindar dari sikap terburu-buru dan stres. Dengan berusaha mengendalikan amarah dan mengelola stres maka insyaAllah calon jama’ah haji bisa menjalani semua rangkaian manasik haji dengan tenang dan lancar. Apalagi, stres juga terkait dengan imunitas (kekebalan tubuh) seseorang. Dengan bebas stres, maka imunitas terhadap berbagai penyakit akan meningkat, sehingga insyaAllah tidak mudah mengalami sakit.

Kiat Menjaga Kesehatan Saat Haji

Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan para jama’ah haji saat beribadah di tanah suci :

Mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup. Cuaca di tanah suci Mekah memang berbeda jauh dengan kondisi cuaca di Indonesia. Ketika cuaca dan udara sangat panas, sangat diperlukan cairan yang cukup supaya tidak terjadi dehidrasi (kekurangan cairan) atau heat stroke (penurunan kesadaran akibat suhu udara yang sangat tinggi). Sebisa mungkin membawa bekal minuman jika akan bepergian kemanapun. Namun jika tidak membawa bekal air minum, tidak sulit menemukan air untuk kita minum. Karena bisa membeli air zam-zam atau bahkan ada yang bisa didapatkan secara cuma-cuma ditempat-tempat tertentu.

Hati-hati memilih makanan. Bagi yang punya kegemaran mencicipi makanan, hendaknya berhati-hati dalam memilih makanan. Bumbu dan citarasa makanan disana tentu berbeda dengan yang biasa disantap sehari-hari. Jika tidak selektif, dikhawatirkan akan berakibat buruk pada sistem pencernaan kita. Diare (mencret), kembung, dan berbagai macam gangguan pencernaan bisa saja terjadi. Sebagai alternatif, bagi yang lambungnya sensitif lebih baik memilih menu makanan Indonesia yang banyak tersedia dibeberapa rumah makan. Biasanya, menu makanan katering sudah disesuaikan dengan kondisi jama’ah haji.

Memakai pelembab. Kondisi cuaca yang sangat panas bisa mengakibatkan kulit kering. Untuk mengatasinya, bisa dengan memakai lotion atau krim pelembab khusus yang bisa di beli di apotik.

Jaga kebersihan. Dimanapun berada, hendaknya tetap menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu cuci tangan sebelum makan.

Jangan buang-buang tenaga. Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Selain beribadah, jika ada waktu, maka sempatkan untuk istirahat. Dengan istirahat cukup, kondisi tubuh akan kembali segar sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik. Apalagi jika sudah berusia lanjut, hendaknya mengurangi kegiatan yang kurang penting dan menyita tenaga, seperti berbelanja misalnya.

Segera periksakan diri ke dokter. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera periksakan diri ke dokter yang bertugas di masing-masing kloter. Dokter akan memeriksa dan memberi obat-obatan yang dibutuhkan.

Kendalikan diri. Jika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan selama menjalani ibadah haji, baik yang terkait dengan pelayanan maupun sikap sesama jama’ah haji, hendaknya bisa menahan diri. Apalagi bagi yang memiliki penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, karena emosi bisa makin memperparah penyakit.

Jangan Lupa Berdoa

Menjaga kesehatan sangat penting dilakukan oleh calon jama’ah haji, karena jika sampai jatuh sakit saat di tanah suci tentu akan merepotkan dan mengganggu jalannya ibadah haji. Selain persiapan-persiapan tersebut, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah supaya diberikan kesehatan dan dijauhkan dari penyakit sehingga bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar. Semoga bermanfaat. Bagi yang hendak menunaikan ibadah haji, semoga berjalan lancar dan bisa menjadi haji mabrur.

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter

About Author

dr. Avie Andriyani

Alumni Fakultas Kedokteran UGM. Saat ini aktif menulis berbagai artikel kesehatan. Di antara tulisan yang sudah dibukukan adalah buku Panduan Kesehatan Wanita

View all posts by dr. Avie Andriyani »

Leave a Reply