Berpuasalah ! Engkau Akan Sehat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Di antara hadits yang cukup populer tentang keutamaan puasa adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi, :

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

 “Berpuasalah ! Engkau akan sehat”

Derajat Hadits

Bagaimanakah status hadits ini? Mari simak penjelasan berikut :

Hadits ini dikeluarkan oleh imam al-‘Uqaili dan ath-Thabarani dengan sanad mereka berdua dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhudari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits yang lemah, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Zuhair bin Muhammad Abul Mundzir, dia meriwayatkan hadits-hadits munkar (sangat lemah) di negeri Syam karena buruk hafalannya, sebagaimana ucapan imam al-Bukhari, Abu Hatim ar-Raazi dan al-‘Uqaili, dan hadits ini termasuk yang diriwayatkannya di negeri Syam..

Hadits ini dihukumi sebagai hadits yang lemah oleh imam al-‘Uqaili dan al-‘Iraqi, serta dihukumi sebagai hadits munkar oleh syaikh al-Albani.

Hadits yang semakna juga diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, dikeluarkan oleh imam Ibnu ‘Adi. Hadits ini palsu karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Nahsyal bin Sa’id, imam Ibnu Hajar berkata tentangnya: “Dia ditinggalkan (riwayat haditsnya) dan dinyatakan sebagai pendusta oleh imam Ishaq bin Rahuyah”. Oleh karena itu, imam ash-Shagaani menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu dan imam asy-Syaukani mencantumkannya dalam kitab beliau yang menghimpun hadits-hadits palsu.

Hadits yang semakna juga diriwayatkan dari ‘Ali bin abi Thalib radhiallahu ‘anhu, dikeluarkan oleh imam Ibnu ‘Adi. Hadits ini juga sangat lemah atau palsu, karena karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Husein bin Abdillah bin Dhamirah. Imam Ahmad berkata tentangnya, “Dia ditinggalkan (riwayat) haditsnya”. Imam Yahya bin Ma’in berkata, “Dia adalah pendusta dan hadits (yang diriwayatkan)nya tidak ada nilainya”.

Hadits ini dihukumi sebagai hadits yang sangat lemah oleh imam Ibnu ‘Adi. ( Sumber : di sini)

Bahaya Menyampaikan Hadits Dhaif

Meskipun hadis ini maknanya baik, namun bukan berarti kita bebas menyampaikannya atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam orang yang menyampaikan hadis dusta atas nama beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَدّثَ عَنِّي بِحَديثٍ يُــرَي أَنّه كَذِبٌ فَهو أَحَدُ الكَاذِبِين

Barangsiapa yang menyampaikan suatu hadis dariku, sementara dia menyangka bahwasanya hadis tersebut dusta, maka dia termasuk diantara salah satu pembohong.” (HR. Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لاَ تَكْذِبُوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَكْذِبُ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النَّارَ

Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku, karena sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka pasti ia akan masuk Neraka.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Imam Ibn Hibban dalam Al-Majruhin 1:9, mengatakan: “Setiap orang yang ragu terhadap hadis yang dia riwayatkan, apakah hadis tersebut shahih ataukah dhaif, tercakup dalam ancaman hadis ini.” (Dinukil dari Ilmu Ushul Bida’, Hal. 160).

Karena itu para ulama telah menegaskan, terlarang menyampaikan hadis semacam ini, kecuali jika disertai keterangan derajat lemahnya hadis, dalam rangka mengingatkan masyarakat terhadap hadis tersebut.

Puasa dan Kesehatan

Tidak dipungkiri jika berpuasa memang memberikan manfaat bagi tubuh. Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk kesehatan tubuh, ketenangan jiwa, dan juga kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai “detoksifikasi” untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat,  dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Kesimpulan

1). Hadits yang berbunyi “Berpuasalah ! Engkau akan sehat” adalah hadits yang dhaif.

2). Ancaman yang berat bagi yang menyampaikan hadits dhaif dan termasuk perbuatan dosa.

3). Puasa memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh.

4). Meskipun puasa memberikan manfaat bagi tubuh, tetapi sama sekali tidak boleh dinisbatkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena hadits tersebut lemah dan tidak boleh disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

5). Hendaknya seseorang berilmu sebelum berucap dan berbuat, apalagi mengatasnamakan agama.

Semoga bermanfaat, menambah ilmu kita.

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.