Bisakah ASI Keluar Lagi Setelah Beberapa Waktu Tidak Keluar?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pada beberapa kondisi dapat menyebabkan bayi tidak mendapat Air Susu Ibu (ASI). Diantaranya bayi yang diberi susu formula beberapa saat setelah lahir, tanpa ada indikasi medis. Kondisi ibu yang sakit sehingga tidak memungkinkan untuk menyusui sang bayi, atau sebaliknya kondisi bayi yang sakit sehingga menyebabkan bayi tidak mendapat kesempatan untuk memperoleh ASI. Lalu bagaimana dengan payudara yang tidak mengeluarkan ASI beberapa waktu, apakah ASI dapat kembali keluar? Ya, tentu saja bisa. Setelah beberapa waktu tidak memberikan ASI pada sang bayi karna kondisi diatas, tidak menutup kemungkinan bagi ibu untuk dapat memberikan ASI kembali kepada sang buah hati.

ASI dapat (diproduksi) keluar kembali setelah beberapa waktu sang ibu tidak menyusui, semakin singkat waktu kembali menyusui dan semakin muda bayi, semakin cepat produksi ASI kembali dapat memenuhi kebutuhan bayi. Proses kembali menyusui bayi setelah beberapa waktu tidak menyusui ini dinamakan relaktasi. Relaktasi dapat dimulai kapanpun. Bila bayi masih sesekali menyusu, dengan relaktasi produksi ASI akan meningkat dalam beberapa hari sehingga bayi tidak lagi membutuhkan susu formula atau Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sebelum waktunya.

Bila bayi berhenti menyusu, relaktasi akan merangsang kembali produksi ASI dalam waktu satu atau dua minggu. Pentingnya bagi sang ibu untuk membangun rasa percaya diri dan dukungan dari pihak keluarga juga sangat dibutuhkan untuk proses relaktasi.Lakukan langkah-langkah relaktasi berikut secara bertahap:

-Bila bayi menggunakan botol atau kempeng, hentikan penggunaannya. Berikan ASI perah atau susu formula dengan gelas.

-Kenali tanda-tanda bayi inginmenyusu dan letakkan bayi pada payudara ibu setiap kali bayi ingin menyusu.

-Perhatikan posisi dan perlekatan bayi pada payudara. Perbaiki posisi dan perlekatan jika belum tepat.

-Bila posisi dan perlekatan sudah benar namun ASI belum keluar, maka ASI perah atau susu formuladapat diberikan dengan bantuan selang yang dipasang dilekatkan pada payudara, ini bertujuan untuk merangsang agar ASI keluar dengan bayi tetap menghisap pada puting payudara sang Ibu. Ujung selang di dalam gelas dan ujung satunya lagi dilekatkan pada payudara. Pastikan selang dan gelas telah dicuci bersih dengan air hangat. Kemudian kurangi secara bertahap volumenya.

Ibu harus tetap percaya diri dan yakin ASI akan keluar. Jalin komunikasi dan kedekatan sang ibu dengan bayi. Sudah banyak buktinya dan sukses dengan relaktasi. Anda harus yakin dan pasti bisa, Bunda

 

Penulis: Mukhamad Sunardi, S.Ked

Referensi: Buku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial. Pedoman Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2010.

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

jika ingin konsultasi gratis, silahkan kirim pertanyaan di sini

Share.

About Author

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.