Bolehkah Mendapat Imbalan dari Penelitian Obat ?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya seorang pasien menerima imbalan sejumlah uang dengan meminum obat baru yang sedang diteliti (uji klinis), padahal diketahui bahwa obat baru tersebut terkadang memiliki efek samping yang berbahaya?

Jawab :

Segala puji bagi Allah. Fadhilatus Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah berkata, “Apabila bahaya yang ditimbulkan oleh obat yang sedang diteliti tersebut masih bisa dihilangkan dengan obat-obat lain yang mubah atau efeknya dapat diringankan, apakah pengobatan itu nantinya dibiayai oleh perusahaan (obat yang yang sedang meniliti produknya) atau yang lain, maka tidak ada masalah memakai obat tersebut dalam rangka penelitian, baik dengan menerima imbalan ataupun dengan sukarela. Namun apabila diketahui bahwa bahaya yang ditimbulkan dapat menyebabkan kecacatan atau tidak bisa disembuhkan maka ini tidak boleh walaupun dia mendapatkan uang yang banyak, karena Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ  [النساء: 29]

Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian.”  (An-Nisaa: 29)

Wallahu a’lam.

[Website: Islam Sualun wa Jawabun, Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid]

 

Sumber            :  Al-Ajwibatun Nafi’ah Lil ‘Amiliin fil Majaalit Thibbi

Penulis             : Ibrahim Ismail Ghanim (Abu Abdirrahman)

Penerjemah      : dr. Supriadi

 

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini

 

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Alhamdulillah di sela-sela kuliah bisa ikut belajar Bahasa Arab di Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang. Aktivitas saat ini sebagai dokter umum di RSUD Propinsi di Sumbawa Besar dan aktif menulis artikel kesehatan Islam.

Leave A Reply