Bulan Puasa Bulan Doa

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Tidakkah Anda perhatikan, Allah Ta’ala menyebutkan ayat tentang doa ketika menjelaskan ayat-ayat tentang puasa. Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan tentang ayat di atas :

هذه الآية الباعثة على الدعاء، متخللة بين أحكام الصيام، إرشاد إلى الاجتهاد في الدعاء عند إكمال العِدّة، بل وعندَ كلّ فطر

“Ayat yang menjelaskan tentang doa ini disebutkan di sela-sela ayat pembahasan tentang hukum-hukum puasa. Ini menunjukkan untuk memperbanyak dan bersungguh-sungguh dalam berdoa ketika puasa agar bulan menjadi sempurna. Bahkan diperintahkan untuk berdoa setiap kali berbuka puasa “

Bahkan Allah Ta’ala juga berjanji akan mengabulkan doa di Bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim memiliki sebuah doa yang akan dikabulkan oleh Allah ” (HR. Al Bazaar. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

Di antaranya adalah ketika berbuka puasa, itulah waktu mustajab untuk berdoa. Nabi yang mulia shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda.. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika di aberbuka, dan orang yang terdzalimi.” (HR. Tirmidzi, hasan).

Mari, kita jadikan momentum bulan puasa untuk memperbanyak doa. Di waktu sahur, saat berbuka, dan waktu mustajab yang lainnya.

 

*****

Diambil dari At-Thabiibul Muslimu Tamayyuzun wa Simaatun yang ditulis oleh Dr. Yusuf bin Abdillah at-Turky dan diterjemahkan oleh dr. Supriadi dengan judul  “ Dokter Muslim Istimewa dan Ungggul “

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply