Cara Menyusui Yang Benar

Tanya :

Dok, saya baru saja melahirkan anak pertama. Saya mohon penjelasan mengenai cara menyusui yang baik dan benar, karena ini pengalaman pertama saya. Jazaakillah khoir.

Jawab :

Bisa dimaklumi jika para ibu yang baru pertama kali mempunyai anak masih belum mengetahui cara menyusui yang baik dan benar. Berikut ini beberapa kiat menyusui dari saya : :

  • Ibu harus menyusui dalam keadaan tenang.
  • Minum segelas air sebelum menyusui, hindari menyusui dalam keadaan lapar dan haus.
  • Sebelum menyusui hendaknya ibu memilih tempat yang nyaman, tenang, dan tentunya terjaga dari pandangan orang lain. Siapkan pula kursi dengan sandaran punggung dan tangan serta bantalan untuk menopang tangan yang menggendong bayi.
  • Sebelum menggendong bayi, tangan dicuci bersih supaya puting dan areola tidak terkena kuman. Ketika akan menyusui, tekan daerah areola di antara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2-3 tetes ASI kemudian oleskan ke seluruh puting dan areola. Cara menyusui yang terbaik adalah bila ibu melepaskan kedua payudara dari pemakaian BH.
  • Berikan ASI sesuka bayi (on demand) dan tidak usah dijadwal. Biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2-3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian, masing-masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi terakhir yang disusui sebelumnya. Periksa ASI sampai payudara terasa kosong.
  • Untuk mencegah lecet, setelah selesai menyusui segera oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara, baru kemudian BH dipakai kembali. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi supaya bersendawa.
  • Tegakkan punggung bayi dan dekatkan pada dada ibu supaya bayi bersendawa. Menyendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.

Dijawab oleh : dr. Avie Andriyani

Bagi yang ingin berkonsultasi kesehatan gratis, bisa kirim pertanyaan di sini.

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter

About Author

dr. Avie Andriyani

Alumni Fakultas Kedokteran UGM. Saat ini aktif menulis berbagai artikel kesehatan. Di antara tulisan yang sudah dibukukan adalah buku Panduan Kesehatan Wanita

View all posts by dr. Avie Andriyani »

2 Comments

  1. may says:

    bismillah
    bagaimana dengan ASI yang berlebih dok?
    metode di atas sepertinya kurang bisa diterapkan kepada ibu yang memiliki produksi asi yang berlebih.
    ketika salah satu payudara dihisap bayi, payudara yang lain ikut mengeluarkan asi.
    mohon tanggapannya..
    jazakillah khoyr

    • dr. Avie Andriyani says:

      Terima kasih atas pertanyaan yg saudari may sampaikan kepada kami. Apa yang saudari sebutkan sebagai ” asi berlebih” sebenarnya adalah proses alamiah tubuh ibu menyusui. Yaitu ketika salah satu payudara dihisap bayi maka sisi payudara yang satunya akan memproduksi asi, begitu seterusnya. Itulah alasan mengapa dianjurkan tidak hanya menyusui dari satu payudara, melainkan diusahakan bergantian. Karena secara otomatis payudara yang sebelahnya akan terisi penuh dan siap disusukan pada kesempatan menyusui berikutnya.Untuk menyiasati kondisi asi yang ikut memancar dari payudara sisi yang lain ketika sedang menyusui, maka kami menyarankan untuk menampungnya dan kemudian menyimpannya di kulkas atau freezer sehingga bisa dimanfaatkan pada kesempatan yang lain. Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Leave a Reply