Cegah Alzheimer (5) : Manajemen Stres

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Stres yang kronis atau berat akan menambah beban berat bagi kerja otak, menyebabkan penyusutan di daerah memori utama otak pada hipokampus, serta akan menghambat pertumbuhan sel saraf, dan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia. Namun, kegiatan sehari-hari yang sederhana dapat meminimalkan efek berbahaya tersebut. Hal-hal sederhana berikut bisa dilakukan untuk mengurangi stres:

  • Bernapas dalam. Stres akan mengubah tingkat pernapasan dan mempengaruhi kadar oksigen dalam otak. Tenangkan respons stres dengan menarik napas dalam dan lakukan pernapasan perut. Restorasi melalui pernapasan sangat bermanfaat, sederhana, dan gratis.
  • Menjadwalkan kegiatan relaksasi setiap hari. Menjaga stres di bawah kontrol membutuhkan usaha teratur. Prioritaskan waktu untuk melakukan relaksasi sederhana, misalnya berjalan-jalan di taman, bermain dengan hewan peliharaan, berenang, dan lain-lain.
  • Memelihara ketenangan batin. Kebanyakan ilmuwan mengakui bahwa terdapat hubungan antara pikiran dan tubuh yang kuat. Berbagai hasil penelitian menyimpulkan adanya keterkaitan antara spiritualitas dengan kesehatan otak yang lebih baik. Muhasabah, doa, refleksi, dan kegiatan keagamaan dapat membuat seseorang kebal terhadap efek kerusakan otak akibat stres.

Semoga bermanfaat.

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.