Chemtrails, Benarkah Media Penyebaran Virus?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pada era sekarang ini, mudah sekali tersebar informasi hoax yang meresahkan masyarakat. Di antara informasi yang berkembang dan dipercaya oleh sebagian kalangan adalah chemtrails. Sebagian orang percaya bahwa chemtrails adalah media penyebaran kuman (virus) melalui udara secara sengaja, untuk menciptakan atau mengkondisikan terjadinya wabah penyakit tertentu karena virus. Setelah tercipta wabah, ini merupakan kesempatan atau alasan untuk “menjual” vaksin tertentu. Alur logika berpikirnya jelas, chemtrails → wabah → vaksin.

Apa Itu Chemtrails?

Chemtrails adalah garis-garis putih yang menyebar di langit, yang merupakan jejak pesawat terbang di ketinggian tertentu dan tidak segera menghilang dari langit. Hal ini untuk membedakan “jejak pesawat normal”, dikenal dengan istilah contrails, yang menghilang dengan cepat.

Orang-orang yang percaya chemtrails menganggap bahwa chemtrails pasti memiliki zat kandungan tambahan, karena tidak hilang dengan cepat. Zat tambahan itu pasti senjata kimia atau senjata biologis semacam virus yang disebar untuk tujuan tertentu, misalnya untuk mengontrol pertumbuhan populasi. Demikian salah satu kepercayaan mereka yang lebih didasarkan pada kepercayaan terhadap teori konspirasi.

Berikut ini beberapa ilustrasi penyebaran isu chemtrails melalui media sosial facebook.

Chemtrails adalah Hoax Daur Ulang

Membedakan contarils dan chemtrails dengan pola pikir seperti di atas, tentu saja hoax dan anggapan yang tidak berdasar. Contrail disebabkan karena pembakaran mesin yang menghasilkan partikel-partikel gas, dikeluarkan mesin pesawat dan membentuk semacam awan buatan di langit.

Durasi hilangnya contrails sebetulnya hanya menggambarkan cuaca di langit setempat. Kalau contrails cepat menghilang, itu berarti udara di atmosfer kering, yang berarti cuaca cerah dan tidak akan hujan. Sebaliknya, kalau contrails menghilang agak lama, itu menandakan udara cukup lembab (basah), sehingga kemungkinan akan terjadi hujan. Sehingga isu chemtrails hanyalah sekedar isu yang sengaja dihembuskan untuk menakut-nakuti masyarakat kita.

Isu dan hoax chemtrails yang muncul akhir-akhir ini hanyalah daur ulang hoax lama sejak awal kemunculannya pada tahun 1996 di Amerika Serikat. Isu ini sengaja dihembuskan menjelang kampanye vaksin Measles-Rubella (MR) di Indonesia agar masyarakat percaya manfaat vaksin ini karena adanya wabah demam yang sengaja diciptakan melalui chemtrails. Semua informasi ini adalah hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kalau isu chemtrails ini benar, di luar negeri (termasuk Eropa) tentu saja akan menjadi daerah wabah, mengingat jalur udara yang juga sangat sibuk sehingga banyak terbentuk chemtrails.

 

***

Selesai disusun setelah ashar, Rotterdam NL 4 Dzulhijjah 1438/27 Agustus 2017

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Share.

About Author

Lulus dari Fakultas Kedokteran UGM tahun 2009. Pada tahun 2013, menyelesaikan program pascasarjana (S2) di Research Master of Infection and Immunity, Erasmus Medical Center (EMC), University Medical Center Rotterdam, Belanda. Dosen di Bagian Mikrobiologi FK UGM. Alumni Ma’had Al-‘Ilmi, Yogyakarta.

Leave A Reply