Fakta Virus Ebola

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Ebola Virus Disease (EVD) atau Penyakit Virus Ebola yang saat ini dikenal dengan Ebola Haemorrhagic Fever adalah penyakit yang berbahaya. Pertama kali muncul pada tahun 1976 secara simultan di Nzara, Sudan dan Kongo. Kemudian diikuti di kampung yang teletak di tepi sungai Ebola, dan dari nama sungai itulah nama virus diambil.

Transmisi

Ebola menginfeksi manusia pertama kali melalui kontak dengan darah, sekret (ludah atau sperma), organ, atau cairan tubuh lainnya dari hewan yang terinfeksi Ebola. Di Afrika, data menunjukkan infeksi berasal dari simpanse, gorila, kelelawar, monyet, antelope dan landak yang ditemukan sakit atau mati di tengah hutan.

Kemudian Ebola menyebar di tengah populasi manusia melalui transmisi antara sesama manusia (human-to-human), melalui kontak langsung (luka pada kulit atau membran mukosa) dengan darah, sekret, organ atau cairan tubuh orang yang terinfeksi Ebola. Serta dapat pula secara kontak tidak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi oleh cairan tersebut. Seseorang yang telah dinyatakan sembuh masih dapat menularkan virus Ebola melalui sperma selama 7 minggu setelahnya.

Tanda dan Gejala

EVD merupakan penyakit akut berat yang memiliki karakteristik berupa demam, tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Disertai juga dengan muntah, diare, rash (merah-merah pada kulit), gangguan ginjal dan perdarahan. Masa inkubasi (jarak waktu mulai dari terinfeksi hingga munculnya tanda dan gejala) virus Ebola adalah 2 hingga 21 hari.

Diagnosis

Pertama kali, kemungkinan dugaan penyakit lain harus disingkirkan sebelum mendiagnosis EVD, diantaranya: malaria, demam tifoid (penyakit tifus), shigellosis, kolera, leptospirosis, meningitis, hepatitis dan demam berdarah akibat virus lainnya.

Infeksi virus Ebola dapat didiagnosis oleh pemeriksaan laboratorium. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan:

  1. Antibody-capture ELISA
  2. Tes deteksi antigen
  3. Tes serum netralisasi
  4. Reverse transcriptase PCR
  5. Mikroskop elektron
  6. Isolasi virus dengan kultus sel

Vaksin dan Pengobatan

Belum ada vaksin yang terdaftar untuk menangani EVD. Beberapa vaksin saat ini sedang dalam pengujian, namun belum ada yang dapat digunakan secara klinis.

Pasien dengan penyakit yang berat membutuhkan perawatan secara intensif. Pasien sering mengalami dehidrasi dan membutuhkan rehidrasi oral dengan cairan yang mengandung elektrolit atau dapat pula melalui infus.

Belum ada pengobatan khusus untuk EVD. Pengobatan terbaru masih dalam tahap evaluasi.

Asal Muasal Virus Ebola

Di Afrika, kelelawar pemakan buah, khususnya spesies dari genus Hypsignathus monstrosus, Epomops franqueti dan Myonycteris torquata, disinyalir merupakan asal muasal dari virus Ebola. Oleh karena itu, penyebaran geografis virus Ebola sejalan dengan jarak tempuh kelelawar tersebut terbang.

Sumber :

  1. Diterjemah dan diringkas dari: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs103/en/

———————————————-

Artikel www.kesehatanmuslim.com

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

jika ingin konsultasi gratis, silahkan kirim pertanyaan di sini

Share.

About Author

Dokter umum lulusan FK Universitas Gadjah Mada 2008 - Ma'had Al Ilmi Yogyakarta 2010 - Tim Kesehatan Peduli Muslim

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.