Faktor Risiko Penyakit Stroke

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Penyakit stroke bisa terjadi pada siapa saja. Namun,lebih perlu diwaspadai pada kelompok yang memiliki faktor risiko .Terdapat dua jenis faktor risiko stroke, yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan. Faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah berbagai hal yang masih dapat dimodifikasi untuk mengurangi risiko stroke, seperti tekanan darah tinggi maupun hiperkolesterolemia yang dapat ditangani dengan mengkonsumsi obat-obatan dan merubah gaya hidup. Sedangkan, faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah berbagai hal yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, ras, atau jenis kelamin. Berikut beberapa penjelasan tentang faktor risiko stroke.

Hipertensi

Hipertensi adalah faktor resiko yang paling penting untuk stroke, terutama stroke sumbatan.  Insiden stroke sebagian besar diakibatkan oleh hipertensi, sehingga kejadian stroke dalam populasi dapat dihilangkan jika hipertensi diterapi secara efektif   Peningkatan tekanan darah yang ringan atau sedang (borderline) sering dikaitkan dengan kelainan kardiovaskuler, sedangkan pada peningkatan tekanan darah yang tinggi, stroke lebih sering terjadi. Hipertensi akan merangsang pembentuk plak aterosklerotik di pembuluh arteri. Plak lemak yang terbentuk di dalam dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penyumbatan atau mempersempit lumen pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya stroke.

Hiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah. Tingginya kadar kolesterol di dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan aterosklerosis.

Diabetes Mellitus

Para penderita diabetes mempunyai risiko terkena stroke yang lebih tinggi disebabkan berbagai komplikasi diabetes, seperti tekanan darah tinggi, hiperkolesterolemia, dan penyakit jantung.

Alkoholisme

Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan risiko stroke. Selain itu banyak bahaya yang ditimbulkan karena alkohol. Dalam Islam pun dilarang untuk meminum minuman yang memabukkan.

Merokok

Merokok merupakan faktor risiko tinggi terjadinya serangan jantung dan kematian mendadak, baik akibat stroke sumbatan maupun perdarahan. Berdasarkan data penelitian,  merokok memegang peranan terjadi insiden stroke, untuk semua jenis kelamin dan semua golongan usia dan berhubungan dengan peningkatan risiko 50% bila dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko terjadinya stroke meningkat seiring dengan peningkatan jumlah rokok yang dikonsumsi, baik pada laki-laki ataupun wanita

Obesitas

Pasien obesitas/ kegemukan  memiliki tekanan darah, kadar glukosa darah dan serum lipid yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami obesitas. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya stroke, terutama pada kelompok usia 35-64 tahun pada pria dan usia 65-94 tahun pada wanita. Namun, pada kelompok yang lain pun, obesitas mempengaruhi keadaan kesehatan melalui peningkatan tekanan darah, gangguan toleransi glukosa, dan lain-lain.  Pola obesitas  juga memegang peranan penting, dimana obesitas sentral dan penimbunan lemak pada daerah perut, sangat berkaitan dengan kelainan aterosklerosis.

Penggunaan Kontrasepsi Oral

Risiko stroke meningkat pada penggunaan kontrasepsi oral, terutama pada wanita berumur lebih dari 35 tahun, dan yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskuler, seperti hipertensi dan merokok. Risiko relatif stroke pada pemakai ataupun bekas pengguna kontrasepsi oral meningkat lima kali lipat, terutama pada kelompok perokok dan diatas usia 35 tahun.

Kelainan Pembuluh Darah

Risiko terjadinya stroke hemoragik (stroke perdarahan) meningkat pada orang dengan aneurisma (pelebaran pembuluh darah) pembuluh darah otak. Selain itu, malformasi arteriovenosa (adanya suatu hubungan abnormal antara arteri dan vena) juga merupakan salah satu penyebab terjadinya stroke hemoragik.

Usia

Stroke dapat terjadi pada semua umur, bahkan pada anak-anak. Akan tetapi, lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Setiap penambahan sepuluh tahun setelah berumur di atas 55 tahun, terdapat peningkatan risiko stroke sebanyak dua kali lipat.

Ras

Kematian akibat stroke lebih banyak terjadi pada orang Afrika-Amerika daripada orang kulit putih, karena mereka mempunyai risiko lebih tinggi menderita tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas.

Riwayat Stroke atau Serangan Jantung Sebelumnya

Risiko mengalami serangan stroke lebih tinggi pada orang yang pertama mengalami serangan stroke sebelumnya atau pada orang yang pernah mengalami serangan jantung.

Demikian beberapa faktor risiko penyakit stroke yang perlu kita waspadai bersama. Semoga bermanfaat.

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.