Gangguan Jiwa Bagian Ilmu Kedokteran

Ilmu kedokteran merupakan ilmu yang mempelajari keseluruhan tubuh manusia. Tubuh manusia itu sendiri terdiri dari jasad (fisik) dan jiwa (mental). Kedokteran tidak meninggalkan pembahasan tentang jiwa sebagaimana banyak anggapan orang bahwa jiwa itu urusannya pak Kyai. Karena kelainan yang terjadi pada gangguan jiwa dapat diungkapkan secara medis sebagaimana kelainan pada jasad manusia. Oleh karena itu anggapan tersebut tidaklah benar.

Tempat kelainan yang terjadi pada mereka dengan gangguan jiwa adalah di otak. Seperti yang kita tahu, otak memiliki fungsi yang sangat krusial dalam tubuh ini. Mulai dari proses berpikir, memori, pusat pengatur gerak, pengatur perasaan (eg. senang, sedih, marah dll), pusat bahasa dan fungsi lainnya. Pada gangguan jiwa terjadi gangguan pada neurotransmiter di otak. Dimana neurotransmiter yang mengatur fungsi otak tersebut dalam keadaan tidak seimbang. Ketidakseimbangan ini akan bermanifestasi pada kelainan fungsi otak, bisa pada proses berpikir, perasaan ataupun gerak motoriknya. Oleh karena itu jika kita perhatikan orang dengan gangguan jiwa terdapat manifestasi yang berbeda-beda pada masing-masing mereka, tergantung  pada letak gangguannya.

Gangguan jiwa bisa teranggap sebagai gangguan jiwa berat atau gangguan jiwa ringan. Masing-masing memiliki kriteria sendiri-sendiri. Semua kita mungkin pernah mengalami episode gangguan jiwa sepanjang kehidupan ini. Sebut saja depresi. Depresi merupakan salah satu contoh gangguan jiwa ringan. Anda pernah depresi? Mungkin dengan pekerjaan atau masalah keluarga. Tapi depresi anda tersebut tidak sampai disebut sebagai gangguan jiwa. Karena belum sampai mengganggu proses pikir anda yang merubah anda menjadi seorang yang berpikir irrasional. Namun tidak berarti gangguan jiwa ringan ini ringan pula dalam penanganannya. Pembagian ini bertujuan untuk menunjukkan mana yang dengan gejala psikotik dan mana yang tidak ada gejala psikotik.

Setiap kita memiliki kemampuan adaptasi terhadap stressor (tekanan) yang terjadi di sekeliling kita. Kalau tubuh menghadapi kuman-kuman sekitar kita dengan memberi perlawanan menggunakan antibodi. Antibodi berusaha melindungi tubuh dari terserang kuman tersebut. Jika antibodi itu kalah, maka timbullah manifestasi berupa penyakit, misal sakit tipus karena kuman Salmonella Thypi. Begitu pula dengan gangguan jiwa. Bedanya, gangguan jiwa memiliki stressor berupa tekanan sosial. Keadaan keuangan, keluarga, hidup bertetangga dan musibah bencana alam, merupakan stressor yang menghantam jiwa setiap orang. Adaptasi yang mampu kita lakukan adalah kebesaran jiwa yang telah mendapat antibodi berupa nasehat dan pengalaman hidup sejak kita kecil hingga dewasa. Sebagian orang memiliki kemampuan adaptasi yang lemah terhadap tekanan-tekanan tersebut. Ketika kemampuan adaptasinya lumpuh maka muncullah yang kita sebut dengan gangguan jiwa. Namun diluar itu banyak juga gangguan jiwa yang terkait dengan faktor genetik dan hal-hal yang tidak jelas penyebabnya.

Jika seorang telah mengalami gangguan jiwa, ditunjukkan dengan gejala-gejala berupa suka bicara dan tertawa sendiri, marah tanpa sebab, berperilaku aneh atau diluar kebiasaan, keluyuran malam, sukar diajak ngobrol, ngomong aneh, keyakinan diri yang aneh, semua hal ini jangan dianggap bahan candaan atau tertawaan. Karena semua itu bisa saja gejala gangguan jiwa pada dirinya. Ditambah dengan penurunan fungsi pada dirinya berupa fungsi peran yang buruk (eg. pegawai tidak mau lagi bekerja), rawat diri yang buruk (eg. tidak mau mandi), fungsi sosial (eg. tidak mampu bergaul), mengisi waktu luang (eg. tidur yang panjang dan malas-malasan). Jika hal-hal diatas ada pada anggota keluarga atau orang disekitar anda kemungkinan kuat orang tersebut mengalami gangguan jiwa.

Apa yang anda harus lakukan? Jangan ragu dan jangan malu membawa anggota keluarga anda ke rumah sakit jiwa. Bukan aib yang harus ditutup-tutupi jika harus mengantar anggota keluarga ke rumah sakit jiwa. Sebagaimana anda ke rumah sakit pada umumnya untuk mengobati badan anda yang sakit, sama halnya dengan gangguan jiwa yang juga dapat diobati di rumah sakit jiwa.  Merupakan hal yang keliru jika menelantarkan anggota keluarga dengan gangguan jiwa tanpa diobati atau hanya dibawa ke “orang pintar” dari satu tempat ke tempat yang lain dan tidak pernah mencoba membawa ke rumah sakit jiwa hanya dengan alasan malu dengan orang, malu jika punya keluarga gangguan jiwa. Dan sebuah kedzoliman tentunya, tindakan pemasungan yang masih sangat banyak ditemukan di tengah masyarakat kita. Setiap kita harus menyadari, gangguan jiwa merupakan bagian dari ilmu kedokteran dan dapat diobati secara medis. Semoga bermanfaat.

 

Oleh: Abdiyat Sakrie, S.Ked

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 

About Author

Leave a Reply