Gangguan Pasca Stroke

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Tanya :

Assalamualaikm.wr.wb

Selamat pagi pak dokter.. Langsung saja ini pak.kakek hamba terkena serangan stroke.sudah hampir sebulan… terakhir ini masuk RS sudah ada seminggu tapi kondisi kakek hamba belum menunjukkan kemajuan. Tubuh sebelah kanan dari tangan sampai kaki tidak bisa digerakkan.untuk menelan makanan jg tidak bisa. Bagaimana Pak Dokter mohon solusinya.. selain menggunakan selang lewat hidung,karena sudah dicoba tapi kakek saya selalu berusaha untuk di melepas. Adakah dari jenis infus intavena yang komposisinya mengandung sari-sari makanan.untuk pengganti asupan makan agar tubuh kakek saya semakin pulih dan membaik? Sebelumnya terimakasih dokter. Wassalamualaikm.wr.wb

Jawab :

Wa’alaikumussalam

Pertama perlu dijelaskan masalah tentang periode  emas penyakit stroke, dari pertanyaan dikatakan dirawat seminggu setelah kena serangan satu bulan sebelumnya. Pada penyakit stroke dikenal 6 jam periode emas, dimana jika pasien dibawa ke rumah sakit kurang dari enam jam InsyaAllah akan memiliki kesembuhan yang lebih optimal. Maka dari itu, perlu mengetahui gejala awal seperti bicara pelo dan lemas sebelah tubuh. Jika lebih dari 6 jam, prognosis atau kesembuhannya tidak terlalu optimal, karena sel sel di otak sudah banyak yang mati. Selain itu semua ini dipengaruhi oleh jenis dan letak lesi atau kerusakan otak.

Terdapat dua jenis stroke, stroke karena sumbatan dan pecahnya pembuluh darah. Paling sering menyebabkan penurunan kesadaran adalah stroke karena pecahnya pembuluh darah, biasanya perlu ct scan kepala untuk melihatnya. Akan tetapi stroke karena sumbatan juga bisa parah jika letak sumbatannya di pembuluh darah yang besar. Pada pasien stroke dengan perdarahan kecil biasanya memerlukan pemeriksaan ulang CT scan setelah 2-3 hari, karena baru terlihat pendarahannya. Penurunan kesadaran inilah yang menyebabkan pasien menjadi mengamuk atau gelisah. Selain itu karena letak kelainan pun bisa juga mempengaruhi prilaku pasien.

Letak lesi atau  kelainan juga mempengaruhi gejala, seperti contoh pada kakek penanya dimana terjadi lemas anggota gerak sebelah kanan menunjukan letak kelainannya di otak sebelah kiri. Perlu diketahui otak kita terbagi menjadi beberapa bagian, terutama otak besar dibagi menjadi sebelah kanan dan kiri. Sumbatan atau pembuluh darah yang pecah terletak di sebelah kiri. Akan tetapi perlu pemeriksaan dari persarafan muka dll dan diagnosis secara letak dapat ditegakan dengan Ct Scan kepala. Pada kakek pasien, tidak bisa menelan, hal ini disebabkan persarafan menelan kakek terganggu akibat stroke, yang mengatur proses menelan adalah NIX dan NX (glossopharingeus dan vagus). Kedua persarafan ini terganggu paling sering disebabkan karena stroke bilateral (kedua bagian otak) oleh karena itu perlu pemeriksaan penunjang CT Scan kepala.

Pada pasien dengan gangguan menelan atau penurunan kesadaran biasanya akan dipasang NGT (Naso Gastric Tube) dimana akan dimasukan selang yang menghubungkan ke lambung. Selang ini berfungsi untuk memberikan asupan makanan lewat mulut. Selain itu bisa juga untuk memasukan obat obatan yang tidak ada suntiknya. Hal ini penting karena kebutuhan gizi pasien  yang hanya dapat dipenuhi lewat saluran cerna dan tidak bisa dipenuhi lewat intravena atau infus. Selain itu pada pasien sulit menelan jika tidak menggunakan NGT takut keselak sehingga makanan akan masuk ke saluran nafas (Aspirasi) dan meningkatkan resiko terjadinya  penumonia aspirasi pada pasien. Makanan yang masuk juga akan melatih otot otot pencernaan dan akan melatih proses menelan pasien. Tujuan utama pemberian infus adalah memberikan cairan agar pasien tidak dehidrasi, selain itu memang benar ada kandungan gizi atau energi pada cairan infus, akan tetapi tidak seratus persen memenuhi kebutuhan pasien makanya perlu oral juga. Dengan makanan yang masuk, akan mengerjakan lambung, karena lambung yang kosong lama lama akan menyebabkan luka pada lambung, oleh karena itu perlunya asupan lewat oral.

Penyakit saraf berbeda dengan penyakit lainnya, kesembuhan pada penyakit saraf terutama stroke ada gejala sisa (sequele). Oleh karena itu pentingnya fisioterapi, tujuannya bukan menyembuhkan total akan tetapi menyembuhkan secara optimal. Fisioterapi penting untuk melatih otot otot agar tetap lentur dan tidak kaku. Dalam pengobatanpun memerlukan kesabaran karena waktu yang lama, belum lagi emosi pasien yang menjadi tidak stabil karena sakit. Oleh karena itu memerlukan bantuan keluarga untuk bersabar dan terus menyemangati agar terus semangat.

Allahu’alam bishowab.

Dijawab oleh :dr. Purnamandala

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Leave A Reply