Gangguan Tidur karena Hormonal

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Dari berbagai penyebab seseorang mengalami gangguan tidur, salah satunya adalah akibat gangguan keseimbangan hormon. Perubahan level hormon dapat menyebabkan gangguan tidur dan gangguan tidur juga dapat berdampak menurunkan level hormon, seperti lingkaran setan jadinya.

Gangguan tidur dapat mengakibatkan perubahan beberapa hormon, dan perubahan tersebut dapat mengakibatkan perubahan pada nafsu makan, kesehatan jantung, kesehatan mental, bahkan kesuburan.

Hormon yang berperan dalam tidur yakni melatonin, hormon yang berperan penting sehingga kita dapat tidur di malam hari dengan baik. Namun tak hanya itu, hormon lain yang berperan dalam tidur termasuk hormon seks. Ketidakseimbangan level hormon estrogen dan progesteron dapat mengakibatkan gangguan tidur. Ini dapat terjadi  beberapa tahun sebelum menopause (perimenopause), selama menopause dan setelah menopause. Inilah mengapa kebanyakan kasus gangguan tidur terjadi lebih banyak pada perempuan dibanding laki-laki.

Pada masa perimenopause, hormon progesteron menurun levelnya secara dramatis dan penurunan level progesteron dapat menyebabkan insomnia.

Selama masa perimenopause dan menopause, hormon serotonin menurun levelnya. Serotonin dikonversikan ke dalam melatonin oleh tubuh, yang berperan dalam memicu untuk tidur.

Tidur yang dalam  (deep sleep) berkaitan dengan keluarnya hormon pertumbuhan (Human Growth Hormon) dan produksinya berkurang seiring dengan semakin tuanya usia.

Hormon tiroid juga dapat berpengaruh terhadap tidur. Hormon tiroid yang berlebih berakibat meningkatnya metabolisme tubuh menjadikan seseorang overaktif dan kurang istirahat sepanjang hari. Disamping itu juga dapat membuat  seseorang kesulitan untuk tidur di malam hari. Sebaliknya, tiroid yang underactive mengakibatkan level hormon tiroid berkurang sehingga menyebabkan seseorang kelelahan, lemah, kurang energi dan mengantuk sepanjang hari.

Hormon lain yang berpengaruh terhadap tidur adalah hormon kortisol. Hormon ini meningkat levelnya pada kondisi stres. Peningkatan hormon kortisol dapat menghambat tidur. Inilah alasan mengapa orang yang sedang stress umumnya mengalami gangguan tidur.

 

Penulis: Mukhamad Sunardi, S.Ked (Dokter Muda FK UGM- RSUP Dr. Sardjito)

Sumber:

  • Thomas Yinka, Get a good night’s sleep: 7 practical steps. Sleepcouncil.org.uk

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.