Gejala Penyakit Parkinson

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Penyakit Parkinson adalah gangguan degeneratif pada sistem saraf yang umumnya berlangsung perlahan. Penyebab terjadinya penyakit Parkinson adalah kurangnya jumlah neurotransmitter dopamin di dalam susunan saraf. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak (neuron) yang memproduksi dopamin. Parkinson Primer disebabkan berkurangnya dopamin  karena bertambahnya usia, sedangkan Parkinson Sekunder disebabkan terhambatnya pengaliran dopamin yang bisa saja disebabkan oleh tumor, stroke, gangguan pembuluh darah, dan trauma. Ketika sekitar 60 sampai 80% dari sel yang memproduksi dopamin rusak dan tidak menghasilkan cukup dopamin, maka akan menyebabkan munculnya gejala-gejala penyakit Parkinson.

Tiga Gejala Utama

Tiga gejala utama penyakit parkinson yang disebit Trias Parkinson adalah:

1). Gejala Tremor

Tremor adalah gejala awal pada penderita parkinson. Tremor biasanya muncul pertama kali pada jari-jari tangan. Kemudian secara bertahap bias meluas ke anggota gerak bawah. Pada tahap lanjutnya bisa meluas ke rahang bawah, bibir, lidah, dan kepala. Tremor dapat bertambah seiring dengan perubahan mood.

2). Gerakan Melambat

Pada penderita parkinson biasanya muncul gejala satu ini. Penderita tahap lanjut sulit melakukan hal-hal sepert mengikat tali sepatu, memasukkan kancing, dan lain-lain, bahkan cenderung tidak bisa melakukan hal-hal tersebut. Penderita akan kesulitan menulis dan  tulisan menjadi semakin kecil, ini disebut sebagai “Lowercase”. Pada saat berjalan, langkah awalnya sangat sulit, tidak dapat berhenti tepat waktu. Penderita akan kesulitan membalikkan badan. Selain itu pasien akan berjalan dengan  langkah yang kecil-kecil.

3). Otot Menjadi Kaku

Tungkai dan dada pada penderita parkinson biasanya akan kehilangan kelenturannya dan berubah menjadi kaku. Saat beraktivitas,tungkai akan terasa lemas, dan tidak bertenaga. Dilihat dari wajah pasien, ekspresinya terlihat kaku dan jarang mengedipkan mata,serta tubuhnya terlihat lebih bungkuk. Tungkai, leher, otot-otot wajah pasien penderita parkinson akan mengalami kekakuan. Semakin hari akan terasa semakin berat, bahkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari pun akan lebih susah.

Gejala Lain

Gejala lain yang bias muncul seperti bicaranya menjadi cadel, tidak dapat mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran, kemampuan melakukan tindakan yang berulang-ulang serta kecepatannya berkurang, kemampuan bergerak berkurang, tidak dapat membalikkan badan sendiri, ekspresi wajahnya datar, dan kesulitan menelan makanan. Untuk penderita yang parah, pada saat berjalan, kepala, postur tubuh dan bagian lainnya akan terlihat abnormal.

Penderita parkinson juga dapat mengalami gejala-gejala yang berhubungan dengan kondisi kejiwaanya seperti depresi, demensia, apatis, depresi, tidak responsif, tidak bias mengontrol diri, pesimisme, kecemasan, kecemburuan paranoid, keras kepala, takut, marah, dan lain-lain. Selain itu, terkadang pada penderita juga muncul gejala bahasa yang berkurang dan suara dengung, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur, dan gangguan tidur.

Ke Mana Harus Periksa ?

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, mungkin Anda menderita penyakit Parkinson. Segera periksa ke dokter spesialis saraf untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Memahami gejala parkinson, mengetahuinya sejak dini, dan mengobatinya seawal mungkin akan menambah tingkat kesembuhan penderita Parkinson.

Semoga bermanfaat.

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

3 Comments

  1. Welas kustiani on

    Dr tanya, suami saya ada gejala parkinson tapi ga mau ke dr, enaknya di kasih obat apa ya trus ada tdk obatalami

    • Pemberian obat (terapi) harus sesuai dengan jenis penyakitnya. Perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk diketahui diagnosisnya agar pemberian terapinya tepat. Untuk gejala parkinson, sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis saraf. Diperlukan pemberian obat rutin dan tidak cukup dengan pemberian obat herbal/obat alami saja.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.