Haruskah Amandel (Tonsilitis) dioperasi?

operasi amandel

Orang awam menyebutnya “Amandel”, biasanya identik dengan bengkak atau membesarnya sebuah benjolan di kanan dan kiri belakang rongga mulut, kemudian anak juga terkena batuk dan pilek yang terus menerus serta mudah sakit. Banyak pertanyaan dari orang tua apakah tonsilitis ini harus operasi atau tidak? Karena kasihan juga masih kecil-kecil harus naik meja operasi.

Sebelumnya kami jelaskan menenai Amandel. Amandel atau bahasa medisnya “tonsil” merupakan sepasang kelenjar getah bening pada  kedua sisi belakang tenggorokan. Fungsinya adalah sebagai kekebalan tubuh dan sebagai “penjaga” dari kuman patogen yang akan masuk ke dalam pencernaan.

Jika terjadi radang maka disebut tonsilitis atau oran awam menyebutnya “amandel” saja. Penyebabnya adalah virus atau bakteri yang bisa memacau peradangan. Gambaran penyakit secara ringkas, jika radang maka  amandel menjadi bengkak, merah, melunak dan memiliki bintik-bintik putih di permukaannya. Pasien juga akan merasa nyeri  ketika menelan bahkan susah bicara, merasakan sakit kepala, demam serta rasa tidak enak di sekitar leher dan kepala.

Untuk pengobatan radang amandel, sebenarnya bisa sembuh sendiri asal daya tahan tubuh kuat dan pasien menjaga pola hidup terutama makanan. Yang perlu dilakukan adalah segera periksakan ke dokter jika terjadi hal-hal berikut:  Sakit tenggorokan yang tidak hilang dalam beberapa hari, susah menelan, Demam tinggi, muntah- muntah, kelelahan atau lesu, susah bernafas, tidur mendengkur, susah makan, bau mulut

Terapi awal yang diberikan adalah antibiotik, antinyeri dan antiradang. Kemudian di lihat perkembangannya.  jadi radang amandel tidak harus dioperasi. Operasi merupakan langkah terkahir yang ditempuh karena jika peradangan amandel dibiarkan terus menerus (sering kambuh) akan menimbulkan nyeri yang sangat, penurunan daya tahan tubuh, serta akan merepotkan terutama pada anak.

Pembedahan amandel (istilah medisnya tonsiliektomi) dipertimbangkan jika:

– tonsilitis terjadi sebanyak 7 kali atau lebih/tahun
– tonsilitis terjadi sebanyak 5 kali atau lebih/tahun dalam kurun waktu 2 tahun
– tonsilitis terjadi sebanyak 3 kali atau lebih/tahun dalam kurun waktu 3 tahun
– tonsilitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik.

Atau karena kedua amandel sudah sangat membesar dan menutupi hampir seluruh jalan menuju kerongkongan.

Khusus pada anak-anak maka pengaturan makan sangat ditekankan agar amandel tidak sering kambuh dan menjaga agar jalan operasi tidak perlu ditempuh. Berikut pengaturan makannya:

– banyak minum air atau cairan seperti sari buah, susu, terutama selama demam.

-sebaiknya berik makanan yang lunak sehingga mudah mengunyah makanan.

-Sebaiknya hindari minum es, sirup, es krim, gorengan, makanan yang diawetkan, makanan dan snack yang menggunakan penyedap rasa.

-berikan makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh seperti makanan yang mengandung antiooksidan (beta karoten, vitamin C, vitamin E) misalnya seperti sayuran hijau, labu kuning, tomat, wortel, jeruk, stroberi, kiwi, jambu biji,melon, kacang-kacangan, hati, telur, dan susu.

 

Demikian semoga bermanfaat

 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 

penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.kesehatanmuslim.com

 

 

silahkan like fage Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter

 

About Author

dr. Raehanul Bahraen

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

View all posts by dr. Raehanul Bahraen »

One Comment

  1. winar says:

    informatif sekali dok….

Leave a Reply