Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan bagi Wanita Hamil dan Menyusui

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dimintai fatwa tentang hukum puasa bagi wanita hamil yang khawatir terhadap kondisi dirinya maupun kandungannya jika dia berpuasa. Maka bagaimana hukum tidak berpuasa bagi wanita itu?

Beliau menjawab, “Jawaban kami dalam masalah ini ialah: orang hamil memiliki dua macam keadaan.

Keadaan pertama : ia dalam kondisi siap dan kuat untuk berpuasa, tidak berat baginya dan tidak ada dampak buruk bagi kandungannya. Maka wanita yang keadaannya demikian wajib untuk berpuasa karena ia tidak memiliki udzur untuk meninggalkan puasa.

Adapun kondisi kedua : wanita hamil tersebut tidak kuat untuk berpuasa; baik karena puasa berat baginya, karena fisiknya lemah, atau sebab lainnya. Maka jika kondisinya demikian, wanita tersebut wajib untuk meninggalkan puasa, terlebih jika puasa berdampak buruk bagi kandungannya. Dalam kondisi ini ia wajib meninggalkan puasa.
Jika ia tidak berpuasa saat ini, maka sebagaimana golongan lain yang tidak berpuasa karena udzur syar’i, maka ia wajib mengqadha puasa ketika udzurnya sudah hilang. Maka jika ia telah melahirkan dan suci dari nifas, ia wajib mengqadha. Akan tetapi terkadang setelah udzur hamil muncul udzur berikutnya, yaitu menyusui. Padahal orang yang menyusui lebih membutuhkan makan dan minum, apalagi jika cuaca panas dan siangnya panjang dan sangat terik. Maka ia perlu meninggalkan puasa agar anaknya mendapatkan nutrisi melalui ASI. Dalam kondisi ini kami katakan pula: berbukalah engkau (tidak usah berpuasa); apabila udzur ini telah hilang darimu, maka tunaikanlah qadha puasa bagi hari yang kau tinggalkan.

Syeikh Ibnu Baz dalam Majmu’ Fatawa 15/224 mengatakan:
Adapun tentang wanita yang hamil dan menyusui, terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dati hadits Anas bon Malik Al-Ka’bi, dari Ahmad dan ahlus sunan, dengan sanad yang shahih bahwa beliau memberi keringanan bagu dua golongan tersebut untuk berbuka (tidak berpuasa) dan menyatakan bahwa kondisi mereka seperti musafir. Dengan demikian kita ketahui bahwa wanita hamil dan menyusui tidak berpuasa dan wajib mengqadha puasanya seperti musafir. Ulama juga menyebutkan bahwa keduanya tidak boleh berbuka, kecuali apabila puasa itu berat baginya, sbagaimana orang yang sakit. Atau jika ia mengkhawatirkan kondisi anaknya. Wallahu a’lam.

 

Diterjemahkan dari :

حكم صيام المريض والحامل
https://islamqa.info/ar/50005, diakses pada 22 Mei 2017.

Penerjemah : Afif A Firdaus

Share.

Leave A Reply