Ilmu Pewarisan Gen Dalam Islam

Kemajuan teknologi kedokteran membuktikan bahwa pewarisan sifat memang benar adaya. Pewarisan sifat melalui pewarisan DNA. Telha diteliti tipe dan macamnya sehingga bisa menghasilkan keragaman makhluk.

Memang Islam mengakui ilmu gen pewarisan DNA, yaitu sifat dan fisik seseorang bisa di turunkan kepada anak-cucu keturunannya.

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu ia berkata,

يا رسول الله! ولد لي غلام أسود! فقال: “هل لك من إبل“؟ قال: نعم، قال: “ما ألوانها“؟ قال: حمر، قال: “هل فيها من أورق“؟ قال: نعم، قال: “فأنى ذلك“؟ قال: لعله نزعه عرق، قال: “فلعل ابنك هذا نزعه عرق“


“Wahai Rasullullah! “Ya Rasulullah, isteriku melahirkan anak yang berkulit hitam”. [ia dan istrinya tidak berkulit hitam -pent] Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata, “Apakah kamu memiliki unta? Ia menjawab : “Ya”, Nabi berkata : “Apa saja warnanya?” Ia menjawab : “Merah”, Nabi berkata : “Apakah ada yang berwarna keabu-abuan?” Ia menjawab : “Ya”, Nabi berkata : “Mengapa demikian?” Ia menjawab ”Boleh jadi karena faktor keturunan/genetika”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, ”Anakmu yang berkulit hitam itu boleh jadi karena faktor keturunan/genetika.[1]

 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu berkata,

فدل هذا على أن للوراثة تأثيراً ولا ريب في هذا… أن للوراثة تأثيراً في خُلق الإنسان وفي خِلقته

“Hadits di atas menunjukkan bahwa faktor genetika itu mempengaruhi keturunan dan hal ini adalah hal yang tidak diragukan lagi… faktor genetika itu memiliki pengaruh pada akhlak dan kondisi fisik keturunan.”[2]

demikianlah, jauh sebelum ditemukan DNA dan ilmu pewarisan sifat. Agama Islam telah menunjukkan dan menetapkan hal ini melalui lisan Rasul-Nya.
Demikian semoga bermanfaat

 

Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.kesehatanmuslim.com

 

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 



[1]HR. Bukhari no. 6847 dan Muslim no. 1500

[2] http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_6411.shtml

About Author

dr. Raehanul Bahraen

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

View all posts by dr. Raehanul Bahraen »

Leave a Reply