Inilah Bahaya TIA

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Transient Ischemic Attack (TIA) adalah suatu gangguan akut dari fungsi fokal serebral (otak) yang gejalanya berlangsung kurang dari 24 jam dan disebabkan oleh sumbatan di pembuluh darah otak berupa trombus atau emboli. Berdasarkan definisi stroke, maka TIA ini sebenarnya tidak termasuk kategori stroke karena durasinya yang kurang dari 24 jam.

Namun, hal ini tidak boleh disepelekan. Tidak ada istilah ringan jika itu terkait kelainan pembuluh darah di otak. Meski hanya sesaat, TIA merupakan peringatan akan datangnya serangan yang lebih parah. Seseorang yang pernah mengalami TIA akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena stroke dan serangan jantung. Jika tidak ditangani dengan benar, diperkirakan terdapat sekitar 20 persen pengidap TIA yang akan mengalami stroke pada tahun berikutnya. Sedangkan pengidap TIA yang berpotensi terkena serangan jantung pada tahun yang sama adalah sekitar 30 persen.

Penyebab TIA

TIA umumnya disebabkan oleh adanya gumpalan berukuran kecil yang tersangkut dalam pembuluh darah otak sehingga menyumbat aliran darah otak. Gumpalan ini dapat berupa lemak atau gelembung udara. Penyumbatan tersebut akan menghambat aliran darah dan memicu kekurangan oksigen pada bagian tertentu di otak. Inilah yang menyebabkan terganggunya fungsi otak. Berbeda dengan stroke, gumpalan penyebab TIA akan hancur dengan sendirinya sehingga fungsi otak akan kembali normal. Karena itu, TIA tidak menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen.

Berbagai Faktor Risiko TIA

Terdapat beberapa faktor yang dipercaya bisa meningkatkan risiko  untuk mengalami TIA, di antaranya adalah:

  • Risiko TIA akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama bagi lansia di atas 55 tahun.
  • Jenis kelamin.Risiko pria untuk mengalami TIA lebih tinggi daripada wanita.
  • Faktor keturunan.Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami TIA, maka akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena serangan yang sama.
  • Pola hidup yang buruk. Misalnya merokok, mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, kurang olahraga, banayk mengonsumsi makanan asin dan berlemak, serta menggunakan obat-obatan terlarang. Pola hidup yang tidak terjaga juga dapat memicu faktor-faktor kepada risiko penyakit hipertensiobesitas, dan kolesterol tinggi.
  • Pengaruh penyakit atau kelainan tertentu. Risiko TIA pada pengidap kelainan jantung, gagal jantung, infeksi jantung, detak jantung yang abnormal, dan diabetesakan lebih tinggi dibandingkan orang normal.

Gejala TIA

Gejala yang mengindikasikan TIA umumnya terjadi secara tiba-tiba dan serupa dengan indikasi awal yang dialami oleh penderita stroke. Gejala-gejala serangan ini meliputi:

  • Bicara pelo
  • Perot pada wajah
  • Kelemahan atau kelumpuhan separo anggota badan
  • Cara bicara yang kacau dan tidak jelas.
  • Kesulitan memahami kata-kata orang lain.
  • Gangguan menelan.
  • Pandangan yang kabur atau kebutaan.

Jangan menganggap enteng gejala TIA meski gejala-gejala tersebut dapat hilang dengan sendirinya. Serangan ini menandakan bahwa Anda memiliki risiko mengalami stroke pada tahap berikutnya.

Segeralah ke rumah sakit jika Anda mengalami atau melihat orang lain menunjukkan gejala-gejala TIA agar mendapat peananganan yang tepat.

Semoga bermanfaat.

 

Penyusun : dr. Adika Mianoki, Sp.S

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply