Jagalah Allah, Dia Akan Menjagamu

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu dia berkata: “Suatu hari saya dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di belakang hewan tunggangan beliau. Beliau bersabda kepadaku:

يا غلام، إنّي أعلمك كلماتٍ: احفظ الله يحفظك، احفظ الله تجده تجاهك

 “Wahai anak kecil, sungguh aku akan mengajarkan beberapa kalimat penting kepadamu: “Jagalah  Allah, maka Allah akan menjagamu. Jagalah  Allah, maka kamu akan mendapati Allah di hadapanmu”. (HR At Tirmidzi, shahih).

Ada beberapa pelajaran dan faidah penting yang bisa diambil dari sabda nabi dalam hadist di atas :

(1). Balasan Melaksanakan Perintah Kembalinya Kepada Hamba

Nabi memerintahkan, “Jagalah  Allah !…”. Tatkala Allah memerintahkan hamba untuk menjaga-Nya, bukan berarti Allah butuh kepada hamba tersebut. Akan tetapi balasan dari perintah tersebut, hakikatnya kembali kepada hamba sendiri, yaitu akan mendapat penjagaan dari Allah.

Demikian pula ketika Allah memerintahkan hamba untuk menyembah-Nya, bukan berarti Allah butuh untuk disembah oleh para makhluk-Nya, namun maslahatnya akan kembali kepada hamba itu sendiri.

(2). Balasan Setimpal Dengan Amalan

Nabi bersabda : “Jagalah  Allah, maka Allah akan menjagamu”. Di sini Nabi memberikan jaminan bahwa barangsiapa menjaga Allah, maka dia akan dijaga pula oleh Allah. Dalam hal ini berlaku ketentuan dari Allah Ta’ala yang disebut,

الجزاء من جنس العمل

Balasan adalah sesuai dengan jenis perbuatan.”

Demikianlah ketentuan umum dalam agama ini. Seseorang akan mendapatkan balasan sesuasi dengan perbuatannya. Contoh lain seperti  Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu.” (Al Baqarah: 152)

Dan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu.” (Muhammad: 7).

Dan firman-Nya :

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ

dan penuhilah janjimu kepada-Ku , niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu.” (Al Baqarah : 40)

Dan firman-Nya :

هَلْ جَزَاء الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). “ (Ar Rahman : 60)

(3). Makna Menjaga Allah

Makna menjaga Allah mencakup dua hal :

  1. Menjaga batasan-batasan Allah, hak-Nya, perintah dan larangan-Nya seperti menjaga shalat, menjaga iman, menjaga wudhu, dan lain-lain.
  2. Menjaga anggota badan seperti penglihatan, pendengaan, kemaluan, lisan, dan anggota tubuh lain dari perbuatan kemaksiatan.

Adapun menjaga hak-hak Allah ada dua macam :

  1. Hak-hak yang wajib. Yaitu dengan bertauhid dan melaksanakan kewajiban serta meninggalkan keharaman.
  2. Hak- hak yang mustahab. Yaitu melaksanakan amalan-amalan sunnah setelah menunaikan hak-hak Allah yang wajib.

(4). Penjagaan Allah Terhadap Hamba-Nya

Nabi bersabda : “… maka Allah akan menjagamu.” Penjagaan Allah Ta’ala terhadap hamba-Nya  meliputi dua macam penjagaan:

  1. Penjagaan Allah terhadap hamba dalam urusan dunianya, seperti penjagaan Allah terhadap kesehatan badannya, keluarganya, istri dan keturunannya, serta
  2. Penjagaan Allah terhadap hamba dalam urusan agamanya. Ini adalah penjagaan yang paling utama. Allah menjaga hamba ini dalam kehidupannya dari fitnah-fitnah syubhat (kerancuan dalam memahami agama/pengaburan yang benar dan yang batil) yang menyesatkan dan fitnah-fitnah syahwat  yang diharamkan oleh Allah, dan Allah akan selalu menjaga dan meneguhkan imannya sampai akhir hayatnya dan mewafatkannya dengan husnul khatimah.

(5). Ancaman Bagi Yang Tidak Menjaga Allah

Dipahami dari hadits ini bahwa barangsiapa yang tidak menjaga  Allah dengan tidak mengindahkan perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya, maka Allah pun tidak akan menjaganya. Bahkan Allah akan menyia-nyiakannya dan menjadikannya lupa akan dirinya sendiri. Allah Ta’ala berfirman:

نَسُواْ اللّهَ فَنَسِيَهُمْ

“Mereka (orang-orang munafik) lupa kepada Allah, maka Allah pun melupakan mereka.” (At Taubah: 67),

Dalam ayat lain Allah ta’ala berfirman:

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah pun memalingkan hati mereka” (Ash Shaff: 5).

Dalam ayat lain Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (Al Hasyr: 19)

(6). Allah Bersama Hamba yang Menjaga-Nya

Nabi bersabda : “Jagalah  Allah, maka kamu akan mendapati Allah di hadapanmu”. Maksudnya Allah akan bersama dengan hamba-Nya dengan kebersamaan yang khusus. Inilah yang di maksud “al ma’iyyah al khashshah” (kebersamaan Allah Ta’ala dengan hambanya yang bersifat khusus) yang mengandung arti pertolongan, dukungan, penjagaan dan perlindungan dari Allah bagi hamba-Nya. Seperti Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya :

إِنَّ اللّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَواْ وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An Nahl: 128),

(7). Tips Agar Senantiasa Menjaga Allah

Berikut beberapa tips agar kita senantiasa bisa menjaga Allah :

  1. Beristighfar dan bertaubat jika terluput dari melaksanakan kewajiban atau melakukan keharaman
  2. Segera mengiringi perbuatan kejelekan dengan kebaikan.
  3. Banyak-banyak berdoa kepada Allah agar diberi keistiqomahan.

Allahu a’lam.

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply