Jangan Maklum Dengan Pikun

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Gejala pikun memang akan terjadi seiring dengan proses penuaan. Namun, gejala pikun bisa dicegah agar tidak menimbulkan kondisi yang berat. Salah satu gejala pikun yang merupakan penyakit adalah Alzheimer Disease (penyakit Alzheimer). Sehingga jangan selalu maklum dengan setiap gejala pikun.

Demensia Alzheimer adalah proses penyakit dengan hendaya berat fungsi otak (kemampuan kerja otak menurun) atau sering disebut gangguan pikun, yang berlangsung secara progresif yang mengakibatkan gangguan berpikir, mengingat, mental, emosi dan perilaku sehingga mengakibatkan aktivitas sehari-hari terganggu. Umumnya yang terkena orang usia lanjut, walau bisa juga pada usia lebih muda.

Sebanyak 60-70% kasus demensia adalah penyakit Alzheimer/pikun. Berikut 10 tanda dari penyakit Alzheimer :

  1. Gangguan daya ingat

Sering lupa akan kejadian yang baru saja terjadi, lupa janji, menanyakan dan menceritakan hal yang sama berulang kali, lupa tempat parkir di mana.

  1. Sulit fokus

Sulit melakukan aktifitas, pekerjaan sehari-hari, lupa cara memasak, mengoperasikan telepon, handpone, tidak dapat melakukan perhitungan sederhana, bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasanya.

  1. Sulit melakukan kegiatan yang familiar

Seringkali sulit untuk merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari, bingung cara mengemudi, sulit mengatur keuangan.

  1. Disorientasi

Bingung akan waktu (hari/tanggal/haripenting), bingung di mana mereka berada dan bagaimana mereka sampai di sana, tidak tahu jalan pulang  kembali ke rumah

  1. Kesulitan memahami visuospasial

Sulit untuk membaca, mengukur jarak, menentukan jarak, membedakan warna, tidak mengenali wajah sendiri di cermin, menabrak cermin saat berjalan, menuangkan air di gelas namun tumpah dan tidak tepat menuangkannya.

  1. Gangguan berkomunikasi

Kesulitan berbicara dan mencari kata yang tepat, seringkali berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkannya.

  1. Menaruh barang tidak pada tempatnya

Lupa di mana meletakkan sesuatu, bahkan kadang curiga ada yang mencuri atau menyembunyikan barang tersebut.

  1. Salah membuat keputusan

Berpakaian tidak serasi, misalnya memakai kaos kaki kiri berwarna merah, kaos kaki kanan berwarna biru, tidak dapat memperhitungkan pembataran dalam bertransaksi dan tidak dapat merawat diri dengan baik.

  1. Menarik diri dari pergaulan

Tidak memiliki semangat ataupun inisiatif untuk melakukan aktifitas atau hobi yang bisa dinikmati, tidak terlalu semangat untuk berkumpul dengan teman-temannya.

10. Perubahan perilaku dan kepribadian

Emosi berubah secara drastis, menjadi bingung, curiga, depresi, takut atau tergantung yang berlebihan pada anggota keluarga, mudah kecewa dan putus asa baik di rumah ataupun dalam pekerjaan.

Risiko terkena Alzheimer bisa dikurangi dengan menerapkan pola hidup sehat, berolahraga rutin, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, berpikiran postif dan beraktifitas secara produktif. Dengan demikian, gejala pikun yang berat sangat mungkin untuk dicegah.

Semoga bermanfaat.

Sumber : di sini

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.