Kegemukan Adalah Malnutrisi

Ketika mendengar istilah malnutrisi, bayangan kita adalah gambaran anak kurang gizi yang sangat kurus, sedangkan anak sehat adalah anak gemuk, besar dan bulat. Jika benar demikian asumsi Anda, maka Anda wajib membaca penjelasan berikut ini.

Malnutrisi adalah kondisi nutrisi tubuh yang tidak seimbang. Ketidakseimbangan itu dapat diartikan sebagai kelebihan nutrisi maupun kekurangan nutrisi. Penilaian dilakukan melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan yang disesuaikan dengan rentang normal berdasarkan usia anak. Hasil penilaian dikategorikan menjadi obesity, overweight, normal, wasted, dan severly wasted. Kategori selain normal merupakan keadaan malnutrisi.

Obesitas pada anak tidak kalah bahaya jika dibanding keadaan kurang gizi. Jika kurang gizi mengancam anak dengan kondisi mudah terserang diare dan penyakit infeksi sehingga berakibat buruk pada kesehatan anak, obesitas juga demikian. Hanya bedanya, obesitas mengancam kesehatan anak jangka panjang. Anak-anak yang obesitas akan memiliki risiko penyakit metabolik di kemudian harinya.

Faktanya, jumlah anak obesitas lebih banyak dibanding anak kurang gizi. Hal ini sangat mungkin disebabkan kurangnya perhatian dan kewaspadaan orang tua terhadap ancaman penyakit metabolik. Padahal, kematian akibat penyakit jantung koroner masih menduduki peringkat teratas sebagai penyakit penyebab kematian. Jumlah penderita diabetes melitus terus meningkat setiap tahunnya. Kasus stroke masih menjadi masalah utama terkait penyakit pembuluh darah otak. Angka kejadian kanker masih sulit untuk ditekan. Perlu diketahui, penyakit-penyakit tersebut sebagian besar bersumber dari kebiasaan gaya hidup yang buruk. Jika kondisi tersebut sudah dimulai sejak anak masih kecil, peluang timbulnya penyakit metabolik dikemudian hari juga akan semakin besar.

Obesitas terjadi akibat kelebihan nutrisi yang dikonsumsi tubuh. Nutrisi tersebut akan disimpan dalam tubuh berupa timbunan lemak. Fast food contohnya, makanan sejenis burger dan ayam goreng mengandung jumlah nutrisi yang besar dan didominasi oleh lemak. Ketika anak Anda memakannya, dia mendapatkan sejumlah nutrisi yang sangat besar. Ketika dibarengi dengan gaya hidup berjam-jam duduk di depan televisi saat itulah terjadi akumulasi kalori yang tidak terpakai. Jika dilakukan terus menerus maka akan terjadi proses penimbunan lemak di tubuh. Kegemukan akan semakin membuat anak Anda untuk malas beraktivitas dan kondisi ini akan terus berlangsung hingga Anda mampu mengubah kebiasaannya. Gaya hidup fast food dan rendah aktivitas sedang dialami anak-anak generasi kita saat ini.

Kondisi ini sangat butuh perhatian orang tua sebagai caregiver utama sang anak. Pantaulah pertumbuhan dan perkembangan anak ke pelayanan kesehatan di sekitar tempat Anda. Jangan biarkan anak Anda mengadopsi gaya hidup yang buruk. Karena akibatnya memang tidak tampak hari ini, mungkin baru berdampak 10-20 tahun yang akan datang. Cegahlah mulai sekarang dengan mengendalikan faktor risikonya. Semoga bermanfaat.

Penulis : Abdiyat Sakrie, S.Ked (Dokter Muda FK UGM)

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim : 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

About Author

Leave a Reply