Kenali MERS-CoV

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Gejala

Gambaran klinis infeksi oleh Midle East Respiratory Syndrome – Corona Virus (MERS-CoV) sangat beragam, dari tanpa gejala sama sekali atau gejala pernafasan yang ringan hingga berupa penyakit pernafasan akut yang berat dan kematian. Ciri khas tampakan klinis penyakit MERS-CoV adalah demam, batuk dan sesak nafas. Pneumonia juga sering terjadi, namun tidak selalu muncul. Gejala saluran cerna, seperti diare, juga pernah dilaporkan. Keadaan yang berat dapat menyebabkan gagal pernafasan yang membutuhkan mesin ventilasi nafas dan alat penunjang di Intensive Care Unit (ICU). Diperkirakan 36% pasien yang dilaporkan meninggal. Virus mengakibatkan penyakit yang berat pada orang yang berusia tua, sistem kekebalan yang rendah, dan pada pasien penyakit kronik seperti kanker, penyakit paru kronik, dan diabetes.

Sumber Virus

MERS-COV adalah virus zoonotic (hewan) yang ditularkan dari hewan ke manusia. Asal virus masih belum diketahui dengan pasti, berdasarkan analisis dari beberapa genom virus, diyakini virus berasal dari kelelawar dan ditularkan ke unta pada beberapa waktu yang lalu.

Penularan

Penularan non-human to human: virus tidak mampu berpindah dengan mudah dari satu orang ke orang lain kecuali terdapat kontak erat, seperti melayani pasien yang terinfeksi tanpa alat pelindung diri. Ada beberapa klaster di fasilitas kesehatan, dimana penularan human-to-human lebih mungkin terjadi, khususnya jika pencegahan infeksi dan pengendalian tindakan tidak cukup. Sejauh ini, belum ada penularan antar ke kelompok masyarakat yang terdokumentasi.

Virus beredar disepanjang semenanjung arab, khususnya di Arab Saudi, dimana mayoritas kasus (>85%) dilaporkan sejak 2012. Beberapa kasus juga dilaporkan berasal dari luar Timur Tengah. Infeksi tersebut diyakini didapat dari Timur Tengah dan diekspor ke luar daerah. Wabah yang sedang berlangsung di Republik Korea adalah wabah terbesar yang pernah terjadi diluar Timur Tengah dan tidak ditemukan adanya penularan human-to-human di Korea.

Pencegahan dan Pengobatan

Belum ada vaksin atau pengobatan khusus saat ini. Pengobatan yang ada berupa pengobatan penunjang berdasarkan kondisi klinis pasien.

Sebagai kewaspadaan, bagi siapa saja yang berkunjung ke ladang, kandang atau tempat mana saja yang unta dan hewan lainnya berada, dianjurkan untuk melakukan pengukuran higienisitas, termasuk prilaku cuci tangan sebelum dan sesudah memegang hewan dan menjauhi kontak dengan hewan yang sakit.

Mengkonsumsi produk hewan mentah atau setengah masak, termasuk susu dan daging, meningkatkan resiko infeksi. Produk hewan yang diproses dengan baik melalui pemasakan atau pasturisasi cukup aman untuk dikonsumsi. Daging dan susu unta adalah makanan yang bergizi yang dapat dikonsumsi setelah diproses secara pasturisasi, pemasakan dan olahan panas lainnya.

MERS-CoV dinilai cukup berbahaya bagi pasien dengan diabetes, gagal ginjal, penyakit paru kronik dan kelamahan imun tubuh.

mersinfographic

Informasi Seputar MERS-CoV

Sumber: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/mers-cov/en/

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini

Share.

About Author

Dokter umum lulusan FK Universitas Gadjah Mada 2008 - Ma'had Al Ilmi Yogyakarta 2010 - Tim Kesehatan Peduli Muslim

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.