Kesaksian Seorang Dokter : Kebajikan dan Maksiat Tidak Akan Bersatu

/ Oleh / Bimbingan Islam, Kisah / No comments

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi “ (Fathir:29).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Bacalah Al Qur’an karena ia akan memberi syafaat kepada orang-orang yang membacanya“ (H.R. Muslim)

*****

Pada suatu hari, tepatnya pukul tujuh pagi, saya datang ke ruang pemulihan. Tiba-tiba ada beberapa orang datang menghampiriku. Mereka adalah anak dari salah seorang pasien yang telah lanjut usia yang baru saja menjalani operasi jantung. Pasien tersebut mengalami pembekuan yang parah di otaknya sehingga ia kehilangan kesadarannya sejak menjalani operasi tersebut. Aktifitas jantungnya sangat lemah sekali, dan kedua ginjalnya sudah tidak berfungsi.

Mereka mendatangiku seraya berkata, “Ayah kami sedang menghadapai sakaratul maut. Kami harap Anda berkenan untuk mentalqinnya membaca dua kalimat syahadat”. Saya kemudian pergi bersama mereka. Saat itu tekanan darahnya lemah sekali yakni sekitar empat puluh, sedangkan detak jantungnya hanya sekitar tiga puluh lima kali per menit.

Saya mendekatinya dan berkata kepadanya, “ Ucapkanlah ‘Asyhadu Alla ilaaha illallah!”. Sekonyong-konyong lidah dan tangan kanannnya bergerak. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah tiba-tiba tekanan darahnya mencapai seratus tiga puluh per delapan puluh dan detak jantungnya mencapai seratus dua puluh kali per menit.

Saya katakan kepada anak-anaknya, “ Seluruh organ ayah kalian telah bereaksi dengan dua kalimat syahadat. Ia bisa merasakan bacaan dua kalimat syahadat tersebut, saat ini ia sedang menghadapai sakaratul maut. Kenapa kalian tidak membacakan Al Qur’an untuknya sampai ruhnya keluar? Enam orang anak dari pasien tersebut saling bergantian membacakan Al Qur’an selama empat hari tiga malam, hingga akhirnya pasien tersebut menghadap Tuhannya. Selama itu tekanan darahnya sekitar seratus tiga puluh dan detak jantungnya bertahan di atas seratus kali per menit.

Saya bertanya kepada mereka mengenai sisi-sisi kehidupan ayahnya sewaktu masih hidup. Mereka mengatakan, “ Ia termasuk ahli Al Qur’an. Seluruh ucapannya adalah Al Qur’an dan dzikir. Ia selalu mengkhatamkan Al Qur’an dalam waktu tiga hari atau lima hari, paling lama ia mengkhatamkan Al Qur’an dalam seminggu”

*****

Sewaktu hidupnya ia banyak menyebut asma Allah, hingga akhirnya Allah Ta’ala menutup usianya dengan husnul khatimah, ia telah menjadikan empat hari terakhir dari usianya untuk mendengar bacaan Al Qur’an yang mulia, dzikirnya tidak pernah terputus. Alangkah indahnya husnul khatimah itu, saya yakin semua orang muslim pasti mengharapkannya.

Akan tetapi pernahkah terbayangkan oleh Anda jika saja ternyata penutup usia Anda adalah mendengarkan musik dan nyanyian? Alangkah buruknya su’ul khatimah itu, yaitu mereka yang hatinya telah diracuni setan sehingga ia tidak bisa mendengarkan kecuali musik dan nyanyian, dan akhirnya itulah penutup usianya.

*****

Pada suatu hari, tepatnya ba’da subuh di Bulan Ramadhan tahun 1418 H saya keluar rumah untuk suatu keperluan. Dalam perjalanan tersebut, di Jalan Al Malik Fahd saya melihat suatu mobil terbalik. Saya segera turun dari mobil untuk memberikan bantuan. Di sana saya temukan seorang pemuda yang telah tewas diiirngi dengan suara penyanyi sedang mengalun.

Ia tewas dan usianya ditutup dengan iringan suara musik dan penyanyi yang haram. Siapa yang ingin menutup usianya seperti ini?

*****

Saudaraku, ketika Anda inign memasukkan kaset nyanyian ke dalam ke dalam tape mobil Anda, atau ketika Anda sedang mencari-cari channel radio utnuk mencari suara penyanyi kegemaran Anda, ingatlah bahwa kapan pun Anda bisa meninggal. Bahkan ketika Anda bersikap sangat hati-hati pun bisa saja orang yang tidak hati-hati menabrakmu hingga mengantarkanmu ke akhir hayatmu.

Maka bertanyalah kepada dirimu sendiri, “ Akhir kehidupan seperti apakah yang Anda kehendaki?” apakah Anda ingin mneutup usia dengan diiringi oleh bacaan Al Qur’an dan dzikir, atau Anda ingin kematian Anda diiringi dengan nyanyian dan musik setan?

Saudarakau yang saya cintai, orang yang mendapatakan ujian dan cobaan dengan suka mendengarkan nyanyian dan musik, sudah barang tentu ia akan menjauh dari bacaan Al Qur’an, karena cinta kepada bacaan Al Qur’an tidak pernah bersatu dengan cinta nyanyian setan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “ Jika Anda menyukai musik dan nyanyian pasti Anda akan meninggalkan Al Qur’an dan dzikir. Inilah musibah yang besar dan kecelakaan yang parah. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَاناً فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan). Maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. “ (Az Zukhruf:36)

Saudaraku, relakah kamu jika setan menjadi temanmu? Jika kamu rela, maka sesungguhnya ia akan menunjukkan semua jalan keburukan kepadamu.

Saudaraku, takutlah kepada Allah dan berniatlah utnuk meninggalkan musik dan nyanyian agar engkau mendapatkan husnul khatimah sebagaiamna yang kita saksikan pada kejadian pertama, dan jangan sampai Anda mendapatkan su’ul khatimah sebagaimana yang terjadi pada kisah kedua tadi. Allah di balik semua kehendak dan Dia-lah yang menunjuki jalan.

*****

 

Diambil dari buku “Kesaksian Seorang Dokter” karya dr. Khalid bin Abdul Aziz Al Jubair, Sp.JP. Penerbit Darus Sunnah.

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter

 

About Author

Leave a Reply