Klasifikasi Stroke Iskemik

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Klasifikasi stroke iskemik dari Trial of ORG 10172 in Acute Stroke Treatment (TOAST) membagi stroke iskemik berdasarkan mekanisme patofisiologi yang didapat dari pemeriksaan klinis dan penunjang seperti CT scan/MRI, ekokardiografi, dan pemeriksaan laboratorium. Klasifikasi TOAST terbagi dalam 5 kategori sebagai berikut :

(1). Aterosklerosis arteri besar
Aterosklerosis artei besar meliputi intrakranial dan ekstrakranial. Aterosklerosis paling sering terjadi pada bifurkasio arteri karotis komunis menjadi arteri karotis eksterna dan interna. Selain itu bisa juga terjadi pada arkus aorta, arteti subclavia proksimal, arteri vertebralis, dan arteri serebri media.
Secara umum, aterosklerosis arteri besar bertanggung jawab pada 30% kejadian stroke iskemik. Pola aterosklerosis ini berbeda antarpopulasi. Aterosklerosis intrakranial lebih banyak dijumpai pada populasi Asia dan Afrika-Amerika. Bahkan, pada populasi Cina dan Jepang kejadiannya mencapai 50 % dari kasus stroke iskemik.

(2). Emboli kardiogenik
Emboli kardiogenik menjadi penyebab 25-35% dari keseluruhan stroke iskemik. Sumber kardiomeboli yang sering dijumpai adalah fibrilasi, endokarditis infektif, penyakit katup jantung, infark miokard akut, kardiomiopati, tumor intrakardiak, dan stenosis mitral.

(3). Oklusi pembuluh darah kecil
Penyebab terjadinya oklusi pembuluh darah kecil adalah perubahan lipohialonitik pada dinding pembuluh darah, yang juga merupakan efek sekunder hipertensi. Sebab lain adalah peningkatan pembentukan mikroateroma. Oklusi pembuluh darah kecil dikenal menyebabkan infark lakunar, sering terjadi di ganglia basalis, thalamus, kapsula interna, korona radiata, dan batang otak. Prevalensi infark lakunar sekitar 18% dari keseluruhan stroke iskemik.

(4). Stroke karena sebab yang jarang
Penyebab stroke yang jarang meliputi vaskulopati non-aterosklerosis, gangguan hiperkoagulasi, gangguan hematologi, dan penyebab lain yang jarang. Pasien harus memiliki bukti adanya infark pada CT scan/MRI. Pemeriksaan darah atau arteriografi perlu dilakukan untuk untuk menyingkirkan kausa yang lain.

(5). Stroke karena patogenesis lain yang belum diketahui
Pada kategori ini kausa stroke belum dapat ditegakkan dengan pasti, bahkan setelah pemeriksaan penunjang dilakukan. Termasuk dalam kategori ini adalah pasien yang memiliki dua atau lebih etiologi stroke sehingga klinisi belum dpaat memastikan diagnosis akhir.

Referensi :
(1). Adam, R.., 2014. Principles of Neurology, New York: Mc Graw Hill Book Company.
(2). Gofir, A., 2011. Manajemen Stroke, Pustaka Cendekia.

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply