Lapar Perut dan Lapar Mata ketika Lebaran

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Ketika lebaran, makanan dan minuman berlimpah dengan berbagai macamnya, berbagai rasa dan berbagai cita rasa. Belum lagi ketika kita akan bersilturahmi ke rumah keluarga dan kerabat, kita akan disuguhi berbagai macam makanan pula bahkan kita bisa di bilang “dipaksa” untuk memakan makanan tersebut oleh tuan rumah.

Perlu diperhatikan agar kita jangan “lapar mata”, mata melihat kepada smeua makanan lebaran dan berhasrat harus mencoba semua. Sembarangan memakan dan meminum semua makanan yang ada. Kita harus memilih dan mencukupkan dengan beberapa makanan saja. Misalnya kalau sudah makan opor maka jangan dobel dengan makan rendang, apalagi dengan porsi yang sama dan banyak.

Semua hal ini bisa membuat semacam “kekagetan” perut, yang sebelumnya perut selama sebulan biasa tidak terisi selama kurang lebih 14 jam, kemudian tiba-tiba terisi dengan dengan makanan yang membuat sesak isi perut. Maka aliran darah yang sebelumnya meyebar rata ke seluruh badan dengan porsi yang tepat, akan berkurang karena aliran darah lebih fokus ke arah perut dan pencernaan. Aliran darah ke otak akan berkurang dan membuat otak agak berkurang konsentrasinya dan daya berfikir tidak efektif. Demikian juga organ tubuh yang lain, akan membuat anggota badan lemah dan malas untuk digerakkan.

 

Jenis makanan yang sebaiknya dihindari

Kita perlu memilih-milih makanan yang kita makan ketika lebaran dan juga kita harus perhatikan seterusnya setelah lebaran. Lebih-lebih bagi mereka yang mempunyai riwayat penyakit kronik seperti hipertensi, kolesterol, penyakit diabetes, asam urat dan penyakit maag.

Katika lebaran minuman yang disuguhkan adalah minuman yang manis-manis dan minuman kaleng atau minuman bersoda. Minuman ini harus dihindari bagi mereka yang mempunyai penyakit kronik, minuman seperti ini berbahaya, misalnya minuman manis-manis dengan gula bagi mereka yang mempunyai riwayat diabetes dan kolesterol. Kemudian minuman bersoda, beberapa ahli menilai ini adalah minuman “sampah” yang lebih banyak merusak tubuh daripada memberikan manfaat bagi tubuh.
untuk jenis makanan, kita perlu menghindari atau mengurangi makanan yang bersantan dengan kandungan lemak yang tinggi misalnya  rendang, ketupat sayur, dan opor. Makan jenis ini termasuk makanan yang sulit dicerna dan memberatkan kerja saluran cerna.  Selain itu makanan ini umumnya mengandung minyak dan lemak berlebih yang tentu tidak bagus bagi mereka yang menderita hipertensi, diabetes dan kolesterol. Khusus bagi penderita hipertensi sebaiknya menhindari makanan dengan kandungan garam yang tinggi, karena bisa menaikkan tekanan darah dengan cepat dan tinggi.

Kita juga perlu memperhatikan kue-kue dan makanan kecil yang disediakan ketika lebaran. Bebapa jenis kue mengandung gula dan kalori tinggi misalnya kue nastar, kue kastengel, dan kue putri salju setiap buahnya juga sudah mengandung kalori tinggi. Untuk makanan kecil seperti ini hendaknya dicoba atau dicicipi seadanya saja.

 

Kebiasan cemilan dan berat badan

Menurut penelitian, berat badan rata-rata turun 5 % setelah puasa Ramadhan sebulan. Akan tetapi ketika setelah bulan Ramadhan, berat badan kembali lagi ke berat semula bahkan bisa bertambah. Salah satu yang membuat hal ini terjadi adalah “balas dendam” ketika lebaran dan kebiasaan cemilan kue-kue lebaran.

Dengan berlimbahnya kue lebaran, maka akan membuat orang akan terbiasa “ngemil”, padahal ngemil merupakan kebiasaan tidak sehat. Karena berat badan lebih cepat meningkat dengan makan cemilan perlahan-lahan daripada makan besar dengan porsi banyak.

Sebaiknya kebiasaan ini dihindari dan makan cemilan secukupnya, lebih baik lagi jika cemilan yang disediakan adalah cemilan yang bergizi seperti buah dan kacang-kacangan yang sehat. Hindari atau kurang cemilan yang banyak mengandung gula, coklat dan keju.

penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.kesehatanmuslim.com

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

jika ingin konsultasi gratis, silahkan kirim pertanyaan di sini

Share.

About Author

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.