Lebih dekat dengan Obat Pengencer Darah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Beberapa orang membutuhkan obat-obatan pengencer darah karena mereka mendapatkan cobaan menderita penyakit tertentu yang mana obat-obatan ini berfungsi untuk mencegah timbulnya jendalan darah. Sebagai contoh adalah penderita kelainan irama jantung berupa atrial fibrilasi, obat pengencer darah bertujuan untuk mencegah efek yang ditimbulkan oleh irama yang tidak normal tersebut yakni berupa penjendalan darah, efek dari penjendalan darah yang tidak diinginkan diantarnaya adalah kejadian Sroke[1,2].

Ada banyak jenis obat pengencer darah seperti Warfarin, Dabigatran, Rivaroxaban, Apixaban dan lain-lain. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. di Indonesia sendiri lazim digunakan warfarin, karena lebih murah, lebih terjangkau masyarakat, dan antidotum warfarin tersedia luas dan mudah didapatkan. Akan tetapi penggunaan Warfarin harus mendapatkan pemantauan yang ketat, berupa pengukuran target INR dan juga pemantauan efek samping yang tdak diharapkan timbulnya.Target INR sendiri sedikit berbeda pada beberapa kondisi penyakit, untuk itu komunikasikan dengan dokter atau petugas medis terkait untuk mendapatkan kejelasan strategi pengobatan menggunakan warfarin ini. Penggunaan Obat-obatan ini bukan berarti tanpa efek samping. Efek samping yang timbul tentunya berkaitan dengan efek perdarahan sebagai akibat dari fungsinya mengencerkan darah.

Ada beberapa Kondisi yang mengharuskan untuk segera ke Rumah Sakit atau Ke Unit Emergency, sebagai efek samping dari penggunaan obat pengencer darah ini diantaranya adalah[3] :

  1. Rasa sakit di perut dengan disertai BAB hitam seperti kopi, atau muntah darah.
  2. Nyeri kepala atau pusing dengan atau tanpa kelemahan anggota gerak
  3. Perdarahan hidung atau mimisan
  4. Urin berwarna gelap kemerahan atau hitam
  5. Nyeri yang hebat setelah terjatuh atau terbentur.

Untuk itu, jika mendapatkan salah satu tanda di atas maka harus segera dibawa ke RS terdekat untuk mendapatkan penanganan segera dan secepat mungkin

 

Akan tetapi jika kita hanya mendapatkan kondisi seprti di bawah ini kita cukup kontrol ke Poli klinik dimana kita mendapatkan obat pengencer darah tersebut, kondisi-kondisi tersebut diantaranya[3] :

  1. Perdarahan gusi setelah gosok gigi
  2. pemenjangan menstruasi atau menstruasi yang banyak
  3. terdapat bercak kemerahan dikulit.

 

Adanya beberapa efek samping ini bukan berarti kemudian memberikan kesempatan untuk beralasan tidak mengambil obat pengencer darah ini, karena jelas efek baik yang didapatkan dari obat ini lebih besar daripada efek samping yang belum tentu timbul, untuk itu sekiranya memang diputuskan untuk menggunakan obat pengencer darah, maka kami sarankan untuk tetap mengikuti petunjuk dan arahan dari petugas medis, sehingga dapat memperoleh informasi yang paripurna dan berharap mendapatkan manfaat pengobatan yang optimal.

Semoga bermanfaat.

 

 

Referensi

1 Camm, A. J. et al. Guidelines for the management of atrial fibrillation: the Task Force for the Management of Atrial Fibrillation of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J 31, 2369-2429, doi:10.1093/eurheartj/ehq278 (2010).
2 Camm, A. J. et al. 2012 focused update of the ESC Guidelines for the management of atrial fibrillation: an update of the 2010 ESC Guidelines for the management of atrial fibrillation. Developed with the special contribution of the European Heart Rhythm Association. Eur Heart J 33, 2719-2747, doi:10.1093/eurheartj/ehs253 (2012).
3 Latest medicines to prevent blood clots, Uptodate 2013.

 

 

Share.

About Author

Dokter Hafid merupakan dokter lulusan Universitas Gadjah Mada, saat ini bertugas di jogjakarta. Selain aktif di kesehatanmuslim.com, beliau juga membina kesehatan di konsultasisyariah.com

Leave A Reply