Lebih dekat tentang Warfarin

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Apa sih Warfarin?

warfarin dikenal sebagai obat untuk mengencerkan darah. tidak benar-benar membuat darah encer. Sebetulnya obat ini berfungsi untuk menghambat fungsi pembekuan darah sampai batasan tertentu, sesuai dengan yang diinginkan oleh dokter.

 

Sebagaimana fungsinya untuk menghambat pembekuan darah maka salah satu efek samping warfarin adalah lebih mudah terjadi perdarahan dibandingkan orang normal yang tidak mengkonsumsi warfarin[2].

 

Untuk itu, perlu adanya kepedualian terhadap penggunaan obat ini sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah. diantara hal yang dapat dilakukan adalah[3] :

  1. Minumlah obat sesuai dengan jadwalnya, jangan acak. maksudnya adalah jika mulai minum obat pukul 9 malam, maka hari berikutnya jangan minum obat jam 9 siang. Jadi konsisten jam 9 atau dalam rentang waktu yang hampir mirip.
  2. Minum obat sesuai dengan dosisnya. dosis obat ini cukup dinamis artinya dokter mungkin akan memberikan penyesuaian terhadap dosis obat ini., Untuk itu perlu untuk dicermati dan jika dibutuhkan maka catatlah, berapa dosis terakhir yang diberikan oleh dokter. Dosis obat ini bisa jadi dinaikkan, bisa jadi diturunkan tergantung kadar INR yang dicapai saat evaluasi darah.
  3. Test INR rutin. Dosis terapeutik warfarin disesuaikan berdasarkan hasil INR., jika INR nya belum tercapai maka dosis obat akan dinaikkan. Begitu pula sebaliknya jika INR nya terlalu tinggi., maka obat ini akan di stop beberapa saat atau diturunkan dosisnya, tergantung hasil telaah dokter yang menangani.
  4. Perhatikan dengan benar minuman dan makanan yang kita konsumsi., karena beberapa jenis makanan dapat mempengaruhi kadar INR saat pemeriksaan., diantaranya adalah kelebihan sayuran atau makanan yang “hijau-hijau”. Bukan tidak boleh, tetapi jumlahnya harus dikendalikan sesuai dengan evaluasi INR.

 

Dengan lebih peduli dengan hal-hal di atas saat mengkonsumsi warfarin diharapkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari.

semoga bermanfaat.

 

 

 

Referensi

1 Camm, A. J. et al. Guidelines for the management of atrial fibrillation: the Task Force for the Management of Atrial Fibrillation of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J 31, 2369-2429, doi:10.1093/eurheartj/ehq278 (2010).
2  AHFS Drug Information 2017 Edition.  (ASHP, 2016).
3  Latest medicines to prevent blood clots, Uptodate.

 

 

Share.

About Author

Dokter Hafid merupakan dokter lulusan Universitas Gadjah Mada, saat ini bertugas di jogjakarta. Selain aktif di kesehatanmuslim.com, beliau juga membina kesehatan di konsultasisyariah.com

Leave A Reply