Mari Sahur dan Berbuka dengan Kurma

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sahur dan berbuka bukanlah sekadar ritual mengawali dan mengakhiri puasa. Keduanya merupakan bagian dari ibadah yang memiliki adab-adab dan kutamaan. Mari jadikan sahur dan berbuka menjadi istimewa, di antaranya adalah dengan menyediakan menu kurma.

Makanan Terbaik Ketika Sahur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

“ Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma.” (HR. Abu Daud, shahih).

Kemudian disebutkan oleh at-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, dari sahabat ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

أن النبي صلى الله عليه وسلم أخذ حفنة من تمر، فقال: نعم سحورٌ للمسلم

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengambil segenggam kurma, kemudian beliau bersabda, “Ini sebaik-baik hidangan sahur orang muslim.” (Mu’jam al-Kabir, 17/282)

Hadis di atas menunjukkan keistimewaan dan anjuran untuk makan sahur dengan kurma.

Mula Ali al-Qori – ulama madzhab hanafi – menukil keterangan at-Thibi :

وإنما مدح التمر في هذا الوقت لأن في نفس السحور بركة وتخصيصه بالتمر بركة على بركة إذا فطر أحدكم فليفطر على تمر فإنه بركة ليكون المبدوء به والمنتهى إليه البركة

“ Dianjurkan menggunakan kurma di waktu sahur, karena sahur sendiri adalah keberkahan. Dan dikhususkan kurma, sehingga menjadi keberkahan bertumpuk keberkahan. Apabila kalian berbuka, hendaknya dia berbuka dengan kurma, karena kurma itu berkah. Sehingga mengawali buka dengan berkah, dan ujungnya juga berkah. “ (Mirqah al-Mafatih, 6/306).

Kebiasaan Nabi Berbuka Dengan Kurma

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud, hasan shahih).

Para ulama mengambil faidah dianjurkannya berbuka dengan kurma dan hukumnya tidaklah wajib.

Catatan: Yang dimaksud tamr  (التَّمْرُ) adalah kurma kering. Dan umumnya kurma yang beredar di tempat Indonesia sudah kering, berwarna hitam. Sedangkan ruthab (رُطَبَاتٍ) adalah kurma basah berwarna hijau atau kecoklatan.

Manfaat Berbuka Dengan Kurma

Berikut 6 manfaat kesehatan memakan kurma ketika berbuka :

  1. Kurma mudah dicerna , sehingga tidak melelahkan bagi perut orang yang berpuasa.
  2. Kurma mengurangi rasa lapar orang yang berpuasa sehingga dia tidak perlu terburu-buru makan berlebihan yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
  3. Kurma “menyiapkan” perut untuk siap menerima makanan setelah tidak aktif sepanjang hari dengan cara mengaktifkan pelepasan enzim pencernaan dan getah lambung.
  4. Kurma sangat kaya dengan energi yang mengandung gula sehingga tubuh dipasok dengan nutrisi terpenting yaitu gula yang merupakan energi tak tergantikan sebagai nutrisi bagi sel otak dan saraf.
  5. Kurma melindungi orang yang berpuasa dari mengalami konstipasi (susah buang air besar) akibat perubahan waktu makan atau akibat jumlah serat yang rendah dalam makanan.
  6. Kandungan garam alkali pada kurma menyesuaikan keasaman darah yang disebabkan oleh kelebihan makan daging dan karbohidrat yang menyebabkan banyak penyakit keturunan seperti diabetes, asam urat, batu ginjal, peradangan kandung empedu, tekanan darah tinggi, dan wasir). (Sumber : http://orbitislam.com/health-benefits-of-dates/ )

Mari jadikan makan sahur dan buka menjadi istimewa dengan menyediakan kurma. Semoga bermanfaat.

Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.

Penyusun : dr. Adika Mianoki

Share.

About Author

Alumni Ma’had Al ‘Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply