Menangkis Penyakit Hepatitis

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Terkadang kita tidak menyadari betapa banyak nikmat Allah yang dilimpahkan pada diri kita. Kesehatan adalah satu diantara sekian banyak nikmat Allah yang sering terlupakan untuk disyukuri. Termasuk nikmat sehat tersebut adalah berfungsinya organ-organ tubuh kita dengan baik dan tanpa gangguan. Bayangkan jika ada satu saja organ tubuh kita yang tidak berfungsi normal, tentunya akan sangat mengganggu kehidupan kita. Begitu banyak orang menghabiskan biaya yang sangat besar untuk membiayai perawatan medis akibat salah satu organ tubuhnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada kesempatan kali ini, akan kita bahas tentang salah satu organ tubuh yang sangat penting, yaitu organ hati (liver) atau dalam istilah anatomi kedokteran disebut “hepar”. Dewasa ini, banyak sekali penduduk Indonesia yang terserang radang hati (Hepatitis). Salah satu sumber menyebutkan lebih dari 20 juta penduduk Indonesia menderita Hepatitis A, 11,6 juta penduduk lainnya terinfeksi Hepatitis B, dan ada sekitar 6 juta lebih penduduk Indonesia yang mengidap Hepatitis C. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengenal penyakit yang menyerang organ hati dan mulai melakukan usaha untuk menjaga kesehatan hati.

Mengapa Organ Hati (Liver) Begitu Penting ?

Sebelum kita mengenal penyakit yang dapat menyerang organ hati, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu organ hati dan pentingnya organ ini bagi kehidupan kita. Organ hati berfungsi untuk mengolah protein yang dibutuhkan untuk pembekuan darah dan menyimpan vitamin, zat besi, dan glikogen. Disamping itu, hati juga berfungsi sebagai pusat metabolisme tubuh yaitu mengolah gula, protein, dan lemak untuk menghasilkan energi, serta berfungsi untuk membuang hasil proses yang tidak terpakai dan menyaring (detoksifikasi) zat beracun dalam darah. Banyaknya tugas dari organ hati menjadikan organ ini menjadi salah satu organ penting dalam anatomi tubuh kita. Untuk itulah, pantas kiranya jika kita memperhatikan kesehatan hati dan menjaganya supaya tetap berfungsi normal.

Apa Saja Yang Bisa Menyebabkan Hepatitis ?

Ada banyak hal yang menjadi faktor penyebab terjadinya radang hati, antara lain : virus (penyebab terbanyak hepatitis), aktivitas yang tinggi dan olahraga berlebihan tanpa diimbangi dengan istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan yang kurang terjaga kebersihannya (tidak higienis), pola makan yang tidak teratur dan tidak seimbang dalam kandungan gizinya, serta minum minuman beralkohol.

Bagaimana Gejala Hepatitis ?

Gejala hepatitis akibat virus bervariasi mulai dari tanpa gejala (tidak ada keluhan apapun) atau hanya mempunyai keluhan sedikit saja sampai keadaan yang berat. Secara umum, gejala yang mungkin timbul pada penderita, antara lain : mudah capek dan lesu, persendian terasa nyeri dan pegal-pegal, mual, muntah, diare, nyeri di perut terutama sisi sebelah kanan, hilangnya nafsu makan, warna kulit dan bola mata berubah menjadi kuning (oleh karena itu, penyakit ini sering disebut juga ”penyakit kuning”), air seni/air kencing berwarna gelap seperti air teh, mengalami kecemasan atau depresi.

Bagaimana Tahapan Penyakit Hati (Liver) ?

Awalnya hati tidak berfungsi normal karena adanya gangguan. Selanjutnya, akan terbentuk fibrosis (jaringan parut yang menggantikan sel-sel hati yang rusak). Jika proses ini terus berlanjut, akan terjadi sirosis hati (penyakit menahun yang menyerang seluruh organ hati, dimana bentuk hati akan mengerut dan mengeras disertai penekanan pembuluh darah) dan bisa juga berlanjut menjadi kanker hati.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Seperti kita ketahui, bahwa hati yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya akan mengganggu kesehatan tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus senantiasa waspada terhadap kemungkinan tertular penyakit hepatitis, apalagi jika mengingat bahwa tingkat penyebaran virus hepatitis di negara kita tergolong sangat tinggi. Perlu diperhatikan bahwa hepatitis ada beberapa macam dan cara penularannya juga berbeda. Untuk virus hepatitis A ditularkan lewat fekal (tinja) dan oral (mulut) misalnya karena mengkonsumsi makanan atau menggunakan alat makan yang terinfeksi virus hepatitis. Sedangkan jenis virus hepatitis B dan C ditularkan lewat darah dan produk darah, misalnya karena tranfusi darah, penggunaan jarum suntik yang telah terkontaminasi virus hepatitis secara bersama-sama, dan lain-lain.
Kemampuan obat-obat yang sudah ada saat ini sangat terbatas dan belum bisa dikatakan sempurna dalam mengobati penyakit hati, apalagi jika sudah disertai dengan komplikasi yang berat. Disamping itu, tentu tidak dapat kita pungkiri kalau biaya perawatan medis dewasa ini sudah semakin mahal. Perawatan medis untuk gagal hati sangatlah mahal, belum lagi jika terlanjur terjadi sirosis dan kanker hati yang memerlukan transplantasi (cangkok) hati yang tentunya memakan biaya lebih besar lagi.

Kiat Agar Hati (Liver) Tetap Sehat

Ada beberapa kiat yang insya Allah bisa membantu kita dalam menjaga kesehatan hati, antara lain :
 Hindari penggunaan jarum suntik bekas, peralatan tato, dan jarum akupuntur yang tidak steril.
 Jika qodarullah Anda membutuhkan darah karena suatu hal (sakit, kehilangan banyak darah), maka pilihlah donor dari keluarga sendiri supaya lebih terjamin status kesehatannya.
 Jika Anda berprofesi sebagai dokter, dokter gigi, perawat, paramedis, atau petugas di laboratorium (laboran), sebaiknya selalu waspada dan memproteksi diri dengan menggunakan sarung tangan setiap kali kontak langsung dengan darah, tinja, atau urin penderita.
 Hindari pemakaian alat pribadi (seperti pisau cukur, sikat gigi, dan peralatan lain yang dapat mengakibatkan lecet atau luka) secara bersama-sama / bergantian.
 Cuci bersih semua bahan makanan (sayur, buah, daging) sebelum dikonsumsi.
 Jaga kebersihan piring, sendok, dan garpu yang akan digunakan.
 Jika Anda terpaksa membeli makan di luar, pilihlah warung makan yang terjamin kebersihannya.
 Cukup istirahat dan jangan beraktivitas atau berolahraga secara berlebihan.

Herbal Untuk Kesehatan Organ Hati

Menurut penelitian, salah satu tanaman obat/herbal yang terbukti dapat menjaga kesehatan hati adalah temulawak. Beberapa industri farmasi bahkan sudah memproduksi temulawak dalam bentuk kapsul dan sudah sering diresepkan para dokter sebagai suplemen untuk penderita hepatitis. Temulawak (curcumae rhizoma) mengandung curcumin dan minyak atsiri yang berfungsi meningkatkan sekresi empedu sehingga dapat meringankan kerja hati dalam mengolah lemak, mencegah terjadinya perlemakan pada sel-sel hati sekaligus sebagai zat antiinflamasi (mencegah peradangan). Rimpang temulawak cukup aman dikonsumsi, namun demikian bagi penderita sakit ginjal sebaiknya tidak mengkonsumsi sari temulawak mentah karena dapat berbahaya. Satu hal yang perlu diingat, jangan mengkonsumsi obat herbal secara berlebihan tanpa petunjuk dokter atau herbalis (ahli herbal).

Penutup

Salah satu bentuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan menjaga kesehatan yang telah Allah berikan pada kita dengan sebaik-baiknya. Upaya-upaya untuk tetap sehat tentunya tidak boleh keluar dari koridor syar’i. Cukup banyak usaha yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan hati, mulai dari menjaga kebersihan pribadi, makanan, dan usaha-usaha lainnya. Semua usaha yang kita lakukan tentunya harus pula disertai dengan do’a dan tawakal yang sempurna kepada Allah semata karena Allah yang menurunkan penyakit dan Allah pula yang menurunkan penawar (obat) nya.

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran UGM. Saat ini aktif menulis berbagai artikel kesehatan. Di antara tulisan yang sudah dibukukan adalah buku Panduan Kesehatan Wanita

Leave A Reply