Mengenal Lebih Dekat Diabetes Mellitus

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Adakah di antara keluarga Anda yang menderita kencing manis atau diabetes? Atau Anda sendiri mengidap penyakit ini? Jika iya, maka ini bukanlah hal yang mengherankan, karena memang jumlah penderita penyakit ini cukup besar. Pada tahun 2010, di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 285 juta orang menderita diabetes terutama tipe 2. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2007, jumlah penderita mencapai 5,7% dari jumlah penduduk, dan terus meningkat. Bahkan, data statistik memperkirakan jumlah penderita akan meningkat sampai dua kali lipat pada tahun 2030. Mengingat  banyaknya jumlah penderitanya, ada baiknya kita mengenal lebih dekat penyakit yang satu ini.

Apa itu Diabetes Mellitus?

Diabetes mellitus atau kencing manis adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena sel-sel dalam tubuh tidak dapat merespon insulin yang tersedia, sehingga penggunaannya tidak efektif, dan ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Perlu diketahui, bahwa insulin adalah hormon utama yang berperan dalam pengambilan glukosa darah ke dalam sel, terutama otot dan sel lemak, sehingga glukosa tersebut dapat digunakan. Glukosa sendiri adalah sumber energi utama bagi tubuh yang dapat diperoleh dari makanan, terutama yang mengandung karbohidrat. Apabila kadar gukosa dalam darah meningkat, misalnya setelah makan, maka sel-sel beta pankreas akan mengeluarkan hormon insulin, sehingga glukosa darah ini diserap ke dalam sel-sel tubuh, yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar, atau untuk menghasilkan zat lain yang diperlukan tubuh, atau sekedar disimpan. Sebaliknya, apabila kadar glukosa darah menurun, maka produksi insulin pun berkurang, dan glikogen yang di simpan dalam otot dan hati akan diubah menjadi glukosa. Apabila jumlah insulin berkurang, atau sel-sel tubuh tidak responsive terhadap insulin, atau terdapat kecacatan insulin, maka glukosa yang tersedia tidak dapat diserap dan digunakan secara tepat oleh sel tubuh yang memerlukan, bahkan tidak dapat disimpan dengan baik dalam sel otot dan hati. Hal-hal ini akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang persisten, berkurangnya sintesis protein, dan kekacauan metabolisme di dalam tubuh. Diabetes sendiri dibagi menjadi beberapa tipe, diantaranya adalah diabetes tipe 1 yang disebabkan kegagalan produksi insulin oleh pankreas, dan diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh resistensi insulin.

Penyebab & Faktor Risiko Diabetes

Sebagian besar penyebab diabetes tipe 1 adalah adanya  kelainan sistem kekebalan (system imun). Sistem kekebalan yang tidak normal ini menghancurkan sel-sel beta pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Berbeda dengan tipe tersebut, penyebab diabetes tipe 2 tidak diketahui, namun sering dihubungkan dengan penimbunan lemak dan gaya hidup yang tidak sehat. Sama seperti penyebabnya, faktor risiko diabetes pun didasarkan pada tipe diabetes. Faktor risiko diabetes tipe 1, meskipun tidak pasti, diperkirakan karena keturunan dan infeksi virus, terutama virus Coxsackie B4, sedangkan faktor risiko diabetes tipe 2 adalah:

  • Banyaknya lemak tubuh:  semakin banyak lemak pada jaringan tubuh, semakin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.
  • Perilaku pasif: perilaku pasif akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar dan menumpuk. Sebaliknya, aktifitas fisik akan membantu mengontrol dan memperbanyak  penggunaan glukosa untuk energi tubuh, sehingga sel pun  semakin sensitif terhadap insulin.
  • Faktor keturunan:  adanya keluarga dekat yang pernah mengidap diabetes, meningkatkan risiko terkena diabetes.
  • Usia: usia yang bertambah meningkatkan risiko karena aktifitas fisik cenderung menurun.

Apakah Diabetes Dapat Dicegah?

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah, akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti : makan makanan sehat yang  rendah kalori dan lemak, sering melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga, dan  menjaga berat badan selalu ideal.

Bagaimanakan Gejala Diabetes?

Gejala khas diabetes yang tidak dikelola dengan baik adalah sering berkemih (poliuria), sering haus (polidipsi), dan sering lapar (polifagi). Gejala ini dapat berkembang dengan cepat dalam hitungan minggu atau bulan, tetapi dapat juga berjalan lambat atau bahkan tidak jelas. Selain itu, ada pula gejala yang tidak khas, seperti: penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, mudah lelah, mual, muntah, rasa tidak enak di perut,penglihatan menjadi kabur, warna kulit menjadi lebih gelap, adanya luka yang sulit sembuh, kesemutan dan mati rasa pada kaki.

Selain dengan adanya gejala-gejala di atas, diagnosis diabetes mellitus juga harus ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium . Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjang diagnosis diabetes adalah:

  • Kadar gula darah puasa lebih atau sama dengan 126mg/dl (7.0 mmol/l)
  • Kadar Glukosa darah 2jam setelah makan atau setelah pemberian 75g glukosa oral pada tes toleransi glukosa  mencapai 200 mg/dl (11.1 mmol/l)
  • Terdapat gejala-gejala kenaikan kadar gula darah (hiperglikemi) dan kadar gula darah sewaktu mencapai 200mg/dl
  • Kadar Hb A1C mencapai 6,5% atau lebih

Diagnosis ditegakkan apabila terdapat gejala yang jelas dengan salah satu hasil laboratorium positif, sedangkan hasil yang positif tanpa ada gejala yang jelas  harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan ulang satu atau lebih dari metode di atas pada hari yang lain. Pemeriksaan ulang yang dianjurkan adalah kadar gula darah puasa, karena pemeriksaan ini lebih mudah dilakukan. Kadar glukosa darah puasa lebih dari 126 mg/dl pada dua kali pengukuran dapat menentukan diagnosis diabetes.

Komplikasi Diabetes

            Dari  gejala-gejala di atas, sepertinya diabetes bukanlah penyakit yang berat, bahkan sebagian penderita tidak merasakan bahwa ia sedang sakit. Namun,  ada hal yang perlu diwaspadai di balik itu, yaitu  komplikasi diabetes. Komplikasi inilah yang justru lebih berat dari penyakitnya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Sayangnya, komplikasi ini tidak timbul segera, tetapi muncul setelah bertahun-tahun, bahkan bisa muncul setelah 10-20 tahun. Komplikasi ini disebabkan karena tingginya kadar gula yang persisten di dalam darah, sehingga menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Beberapa komplikasi diabetes mellitus yaitu:

  • Penyakit Kardiovaskular : penderita diabetes berisiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskular), seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Sekitar 75% kematian penderita diabetes disebabkan penyakit jantung koroner.
  • Retinopathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kerusakan pembuluh darah kecil (kapiler) pada retina mata, dengan gejala penurunan penglihatan sampai kebutaan.
  • Nefropathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kerusakan pembuluh kapiler ginjal, sehingga menyebabkan kebocoran protein ke dalam air kencing (urin), dan menyebabkan gagal ginjal kronis yang memerlukan terapi cuci darah.
  • Neuropathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes pada sistem saraf, sehingga menyebabkan mati rasa dan kesemutan, serta meningkatkan risiko kerusakan kulit terutama pada kaki, karena berkurangnya kepekaan kulit.
  • Ulkus Diabetes (Diabetic Foot Ulcer): yaitu luka pada kaki yang sulit sembuh dan  sering menimbulkan masalah serius. Bahkan, pada beberapa kasus, memerlukan amputasi.
  • Penurunan Daya Pikir (Cognitive Deficit): beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes yang dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes mengalami penurunan fungsi kognitif 1,2 sampai 1,5 kali lebih besar.

Pengobatan  Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang sulit disembuhkan, namun dapat dikontrol. Tujuan pengobatan adalah menjaga kadar gula darah penderita sampai mendekati atau mencapai batas normal  (gula darah puasa 90-130 mg/dL), tanpa menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah di bawah normal), sehingga dapat memperlambat atau bahkan mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi di atas. Pengobatan  DM harus menyeluruh, meliputi perubahan  gaya hidup dan pemberian obat-obat penurun kadar gula darah.

  • Perubahan Gaya Hidup:
  1. Menjaga berat badan : berat badan yang ideal akan membantu menjaga kestabilan gula darah, tekanan darah dan kolesterol.
  2. Berhenti  merokok : merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jadi bagi penderita yang merokok, seharusnya segera berhenti merokok.
  3. Makan makanan yang sehat : pola makan yang disarankan adalah pola diet rendah lemak, garam dan gula. Namun, bukan berarti harus pantang  gula dan lemak sama sekali. Gula dan lemak dapat dikonsumsi dalam porsi sedang.
  4. Olahraga : Olahraga yang sebaiknya dilakukan adalah olahraga teratur dengan durasi minimal 30 menit setiap hari, sebanyak lima kali dalam seminggu. Olahraga rutin membantu untuk tetap sehat dan menjaga berat badan tetap ideal. Sedangkan jenis olahraga yang dianjurkan adalah yang bersifat aerobic, seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang.
  • Obat-obatan :

Diabetes mellitus tipe 1 harus mendapatkan suntikan Insulin, sedangkan diabetes mellitus tipe 2 dapat diberikan obat-obatan oral, suntikan insulin, atau kombinasi keduanya. Berikut penjelasan singkat obat-obatan pada DM:

  1. Sulfonilurea
    Kelompok obat ini mencakup asetoheksamida klorpropamida, glibenklamida, gliklazida,tolzamida, tolbutamida, dan lain-lain.
    Sulfonilurea adalah obat-obatan pilihan pertama yang diberikan bagi pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Obat ini merangsang pelepasan insulin oleh sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans di dalam pankreas. Namun, obat ini tidak merangsang produksi insulin. Sulfonilurea biasanya direkomendasikan 30 menit sebelum makan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
  2. Biguanida
    Sebuah contoh dari kelompok obat-obatan ini adalah Metformin. Obat ini menurunkan penyerapan karbohidrat dan memajukan oksidasi karbohidrat di dalam jaringan. Oksidasi adalah proses di mana kandungan oksigen pada suatu senyawa kimia meningkat. Biguanida juga mengurangi pengubahan lemak dan protein menjadi glukosa di dalam hati.
  1. Insulin dari luar diberikan untuk memenuhi kekurangan insulin dalam tubuh dan  untuk menjaga agar sel-sel beta pankreas tidak mengalami kelelahan dalam memproduksi insulin. Insulin hanya dapat diberikan melalui suntikan, dengan menyuntikkan jarum yang sangat kecil ke bawah kulit pada lengan, paha, atau dinding perut.

Satu  hal penting yang harus dimengerti dalam pengobatan diabetes adalah, bahwa pengobatan harus dilakukan secara terus menerus. Hal ini memang akan sedikit melelahkan, akan tetapi sangat bermanfaat dalam mencegah terjadinya komplikasi. Kadar gula darah yang normal pada satu kali atau beberapa kali pemeriksaan bukanlah sebab untuk menghentikan pengobatan. Pemantauan terhadap kadar gula darah harus terus menerus dilakukan secara berkala, baik di laboratorium maupun secara mandiri dengan menggunakan glukometer.  Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium lain yang berkaitan, seperti kadar HbA1C, profil lemak darah, dan kadar kolesterol darah. Hasil-hasil pemeriksaan darah tersebut hendaknya  dikonsultasikan secara rutin ke dokter, sehingga dokter dapat memantau perkembangan penyakit, memberikan saran agar pengobatan lebih efektif, dan menyesuaikan dosis obat atau insulin yang diberikan.

Setelah mengenal diabetes mellitus lebih dekat, baik gejalanya, deteksinya, pencegahannya, bahkan komplikasinya, ada baiknya bagi kita yang masih sehat untuk waspada terhadap penyakit ini. Caranya, dengan membiasakan diri kita dan keluarga kita untuk hidup lebih sehat, mulai dari memperhatikan pola makan, mengkonsumsi banyak buah dan sayur, menjaga berat badan agar ideal, menghindari kebiasaan-kebiasaan berbahaya seperti merokok, membiasakan olahraga, dan lebih aktif dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan bagi Anda yang telah mengidap penyakit ini, tidak perlu terlalu cemas, asalkan tetap berusaha melakukan pengobatan secara rutin dan senantiasa memantau kesehatan Anda. Jangan lupa juga untuk selalu meminta kesehatan pada Allah dalam dzikir pagi dan sore kita. Dan semoga, Allah selalu menjaga kesehatan kita.

Penulis : dr. Liz Marisa

Artikel www.kesehatanmuslim.com

 *****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Leave A Reply