Mengenal Neuralgia Trigeminal

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Anda pernah merasakan nyeri yang hebat pada wajah? Mungkin itu suatu nyeri karena penyakit neuralgia trigeminal. Bagaimana tanda-tandanya? Simak dalam ulasan singkat berikut.

Pengertian Neuralgia Trigeminal

Neuralgia trigeminal adalah sensasi nyeri yang sangat hebat, terjadi secara tiba-tiba, bersifat unilateral (pada satu sisi), berlangsung singkat, berulang, dan bersifat episodik yang terjadi pada distribusi sensorik saraf trigeminal. Rasa nyerinya dapat timbul di telinga, mata, bibir, hidung, kulit kepala, dahi, pipi, gigi, atau rahang dan terjadi pada satu sisi wajah.

Nyeri ini bisa dipicu oleh aktivitas tertentu seperti menggosok gigi, makan, mengunyah, mencukur, atau mencuci wajah dan terkena tiupan angin. Awitan muncul gejala penyakit ini umumnya di atas 40 tahun dan lebih banyak terjadi pada wanita daripada laki-laki. Kelainan nyeri disebabkan karena adanya nyeri neuropatik di sistem saraf pusat dan saraf tepi.

Dua Jenis Neuralgia Trigeminal

Ada dua jenis neuralgia trigeminal :
(1). Neuralgia trigeminal idiopatik. Penyebabnya tidak diketahui. Disebut juga dengan neuralgia trigeminal primer atau Tic Douloureux.
(2). Neuralgia trigeminal simptomatik. Disebabkan karena adanya penekanan cabang saraf nervus V (trigeminus) oleh karena pembuluh darah, meningioma (tumor otak), atau sklerosis multiple.

Diagnosis

Gejala yang khas pada penyakit ini adalah :
(1). Serangan nyeri paroksismal (sering berulang, berlangsung cepat, dengan tipe yang sama) berlangsung beberapa detik sampai kurang dari dua menit.
(2). Nyeri dirasakan sepanjang persarafan satu atau lebih cabang nervus V (trigeminus).
(3). Munculnya nyeri tiba-tiba, berat, tajam seperti tikaman, panas atau kesetrum dan superficial.
(4). Muncul alodinia (sensasi nyeri yang timbul akibat rangsangan yang normalnya tidak menyakitkan). Rangsangan yang bisa memicu antara lain makan, bicara, cuci muka, sikat gigi, dan terkea tiupan angin.
(5). Di antara dua serangan pasien tidak merasakan nyeri, jika ada hanya berupa nyeri ringan dan tumpul.

Pemeriksaan fisik tidak ada yang khas pada pasien dengan neuralgia trigeminal. Pemeriksaan penunjang dilakukan atas indikasi. Misalnya dilakukan pemeriksaan neuroimaging dengan CT scan atau MRI kepala untuk memastikan adanya kelainan pada otak seperti sklerosis multiple, infark, maupun tumor.

Penanganan

Penanganan meliputi pemberian obat-obatan dan tindakan invasif baik bedah maupun non-badah. Obat-obatan yang bisa diberikan antara lain karbamazepin, okskarbamazepin, pregabalin, dan gabapentin. Tindakan invasif non bedah meliputi blok saraf trigeminal, radio frekuensi, kompresi balon, dan radiosurgery (Gama knife). Untuk kasus tertentu bisa dipertimbangkan pula tindakan operasi dekompresi mikrovaskuler.

Indikasi operasi antara lain :
(1). Apabila terapi pengobatan gagal memberikan hasil yang diharapkan
(2). Apabila pasien tidak toleran terhadap obat-obatan dan gejalanya sangat hebat.
(3). Adanya ambaran kelaianan pembuluh darah pada pemeriksaan MRI kepala.
Jika Anda mengalami gejala neuralgia trigeminal, periksakan lebih lanjut ke dokter spesialis saraf. Semoga info singkat ini bermanfaat.

*****

Rujukan : Konsensus Nasional 1 Diagnostik Dan Penatalaksanaan Nyeri Neuropatik oleh Kelompok Studi Nyeri Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia.

Penyusun : dr. Adika Mianoki

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply