Mengenal Pemeriksaan TCD

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Transcranial Doppler (TCD) adalah suatu tes untuk mengukur kecepatan aliran darah di pembuluh darah otak. Alat ini digunakan untuk mendiagnosis emboli, stesnosis, vasospasm dari subarachnoid hemorrhage, dan masalah-masalah lainnya. TCD dapat membantu menilai apakah sebuah kondisi degeneratif, stenosis (sumbatan pada arteri) atau masalah lain mempengaruhi aliran darah.  Alat ini sangat bermanfaat untuk skrining, diagnosis, dan evalusi berbagai kasus kelainan pembuluh darah otak.

 

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan TCD  ?

Pemeriksaan TCD direkomendasikan bagi para pasien yang mengalami sebagai skrining untuk mengetahui apakah sudah terjadi kelainan pada pembuuh darah otak :

(1). Gangguan Jantung

Seseorang yang telah didiagnosis memiliki penyakit kardiovaskular mungkin saja telah mengalami kerusakan arteri yang secara signifikan dapat mempengaruhi aliran darah ke otak.

(2). Kadar kolesterol tinggi

Orang dengan tingkat trigliserida atau kolesterol dalam darah yang meningkat cenderung menderita stenosis karena adanya timbunan plak pada dinding arteri.

(3). Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf dan sakit ginjal, yang dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang tidak normal. Tekanan darah yang tinggi meningkatkan risiko hipertensi dan stroke.

(4). Anemia sel sabit (sickle cell anemia)

Ini merupakan penyakit turunan yang ditandai oleh adanya sel darah yang berbentuk sabit dan bukan berbentuk bundar. Anemia ini mengurangi jumlah sel darah merah yang membawa oksigen. Sel-sel ini juga dapat menyumbat pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan asupan darah yang rendah ke otak. Orang yang menderita penyakit ini juga memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami hipertensi paru-paru (tekanan darah yang tinggi di bagian paru-paru) dan stroke.

 (5). Embolisme

Embolisme terjadi saat emboli (dapat berupa gumpalan darah atau gelembung-gelembung udara, nanah, atau bahan lainnya yang diproduksi oleh bagian tubuh tertentu) mengalir melalui aliran darah dan kemudian menempatkan dirinya di dalam pembuluh darah.

TCD juga dapat digunakan untukpasien yang mengalami trauma seperti kecelakaan atau kekerasan (misal dipukul dengan benda tumpul). Cedera jenis ini dapat menyebabkan pendarahan di dalam otak. Jumlah darah yang meningkat akibat pendarahan tersebut dapat meningkatkan tekanan intrakranial. Selain itu, TCD dapat digunakan untuk memonitor tindakan pembedahan atau untuk menentukan keberhasilan sebuah rencana perawatan pasien tertentu. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit. Lamanya pemeriksaan memakan waktu sekitar 30 menit.

 

Aplikasi Penggunaan TCD

Dalam aplikasinya, TCD dapat digunakan pada kasus-kasus seperti :

       Risiko terjadinya stroke pada anak-anak penderita sickle cell anemia

       TIA (Transient Ischemic Attack) dan stroke untuk menilai stenosis pembuluh darah dan aliran kolateral.

       Menilai adanya trombosis atau emboli pada TIA atau stroke

    Pasca trauma kepala atau perdarahan dari aneurysma sub arachnoid yang berisiko terjadi vasospasme pembuluh darah

        Mengkonfirmasi diagnosis klinik dari kematian otak (Brain Death)

   Vascular Headache (seperti pada kasus migrain) dan beberapa kasus lain yang masih dalam tahap pengembangan dan penelitian

Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, diharapkan TCD dapat berperan dalam membantu berbagai kasus neurologi terutama yang berkaitan dengan aliran darah intra kranial. 

Semoga bermanfaat.

 

 

Penyusun : dr. Adika Mianoki, Sp.S

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply