Mengenal Pott’s Disease

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Apa itu Pott’s Disease ?

Pott’s disease adalah peradangan granulomatosa yg bersifat kronis destruktif oleh mycobacterium tuberculosis yang terjadi pada tulang belakang. Dikenal pula dengan nama spondilitis tuberkulosis (TBC) atau TBC tulang belakang.

Apa Penyebabnya ?

Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar melalui percikan air liur penderita tuberkulosis yang bersin atau batuk. Makin lama atau makin sering seseorang berinteraksi dengan penderita TBC, maka makin besar pula risiko tertular penyakit ini. TBC tulang belakang terjadi akibat menyebarnya bakteri tuberkulosis dari paru-paru ke tulang belakang.

Bagaimana Gejalanya ?

Selain gejala umum tuberkulosis, TBC tulang belakang juga memiliki gejala-gejala tambahan yang mungkin dirasakan oleh sebagian penderita, antara lain:

  • Nyeri punggung pada bagian tertentu.
  • Pada malam hari tubuh berkeringat dan demam.
  • Mengalami penurunan berat badan atau mengalami anoreksia.
  • Bungkuk atau kifosis yang kadang disertai pembengkakan pada tulang belakang.
  • Tubuh kaku dan tegang.
  • Munculnya kelainan saraf jika saraf ikut terganggu, misalnya terjadi kelumpuhan.
  • Munculnya benjolan pada bagian selangkangan.

Kondisi di atas dapat terjadi secara bertahap atau mungkin tanpa disadari. Cobalah untuk mengonsultasikan hal ini kepada dokter jika mengalami beberapa gejala di atas.

Bagaimana Pengobatannya ?

Sedikit berbeda TBC paru, pengobatan TBC tulang belakang berkemungkinan memerlukan tindakan operasi sebagai bentuk perawatan tambahan selain antibitiotik yang diberikan untuk mengobati tuberkulosis.

Walau masa penyembuhan dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, TBC tulang belakang tetap dapat disembuhkan  jika segera bisa dideteksi dan ditangani dengan benar. Tujuan lain dari penanganan cepat ini adalah untuk mengurangi risiko pasien terkena komplikasi, berupa berbagai jenis kelainan atau cacat pada tulang belakang hingga mengalami kelumpuhan.

Kenali gejala-gejala TBC tulang belakang dan segeralah periksakan diri ke dokter. Penanganan sedini mungkin akan sangat penting terhadap kesembuhan.

Bagaimana Pencegahannya ?

Vaksinasi merupakan tindakan pencegahan TBC tulang belakang yang utama, yaitu dengan pemberian vaksin  BCG. Vaksin ini wajib diberikan sebelum bayi berusia tiga bulan. Anak-anak, remaja, serta orang dewasa yang belum menerima vaksin BCG juga dianjurkan untuk menerima vaksin ini secepatnya walau akan berpengaruh kepada penurunan tingkat efektivitas. Beberapa tindakan pencegahan TBC tulang belakang lain yang tidak kalah penting, yaitu:

  • Tutupi mulut atau kenakan masker ketika berada ditempat umum ketika bersinatau
  • Bagi non penderita, kenakan masker jika berinteraksi dengan penderita TBC. Hindari pula terlalu sering berinteraksi dengan para penderita.
  • Biasakanlahmencuci tangan secara teratur.
  • Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik untuk melancarkan pergantian udara di dalam rumah.

Semoga bermanfaat.

Penulis : dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Share.

About Author

Alumni Ma’had Al ‘Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply