Meningococcal meningitis : Salah satu Penyebab Meningitis

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Meningococcal meningitidis adalah bakteri gram negatif diplokokkus yang berada di nasofaring pada orang sehat. Bakteri dapat menginvasi dengan penetrasi melalui epitel saluran nafas. Mekanisme penetrasi pastinya belum diketahui,  tetapi infeksi viral dan mikoplasma terbaru telah dilaporkan akan merusak lapisan epitelium dan memfasilitiasi invasi meningokokkus.

Pada kasus soradik, meningokokal terjadi sekitar 95% disebabkan serotipe B,C dan Y dimana strain C dan A dilaporkan epidemik. Sekarang N meningitidis menjadi penyebab utama meningitis pada dewasa muda dan anak-anak dengan kasus 59%.

Faktor risiko infeksi meningokokkal meningitis meliputi:

  1. Properdin defek yang meningkatkan risiko penyakit invasif
  2. Defisiensi komponen terminal komplemen
  3. Infeksi viral, penyakit kronis, penggunaan kortikosteroid, merokok aktif dan pasif.
  4. Tinggal di lingkungan buruk, crowded, fasilitas militer dan daerah endemis.

Penyebab Lain selain Meningococcal meningitis

Pada pasien dengan trauma atau bedah syaraf, kebanyakan mikroorganisme S. Pneumonia, staphylococcus aureus, enterobakteria dan pseudomonas aeruginosa dapat berisiko menyebabkan meningitis.

Pada pasien dengan ventrikuloperitoneal shunt, kebanyakan mikroorganismenya adalah staphyloccoccus epidermidis, s. Aureus, enterobakteria, dan propiobakterium acne. Segeralah periksakan ke dokter bedah syaraf, jika diindikasikan terjadi infeksi terutama pada pelepasan dan pemasangan shunt.

Penyebab meningitis meliputi bakteri, virus, jamur, parasit dan obat-obatan seperti NSAID, metronidazol, dan imunoglobulin. Faktor risiko berkaitan dengan kuman patogen. Infeksi HIV meningkatkan susceptibilitas meningites terhadap berbagai patogen seperti mycobakterium tuberkulosis, sifilis, dan listeria. HIV sendiri memicu aseptik meningitis.

Adapun penyebab lain seperti:

  1. Lymfositik koriomeningitis virus
  2. Virus herpes
  3. Virus west nile
  4. Enterovirus

Komplikasi Meningitis Bakterial

Komplikasi sistemik dapat terjadi pada meningitis bakterial, sebagaimana akut dan kronik, diantaranya:

  1. Hipoksemia
  2. Hiponatremia
  3. Stroke
  4. Hipotensi dan syok
  5. Eksaserbasi penyakit kronis

Prinsip penanganann awal, diantaranya. Jika terjadi syok dan hipotensi, maka diberikan kristaloid. Jika ada gangguan mental maka diberikan obat seperti antikejang dan proteksi saluran nafas. Kemudian yang terpenting adalah menormalkan tanda vital, yakni dengan oksigen, pemasangan jalur intravena dan mengirim pasien segera ke emergensi/ IGD terdekat.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

Share.

About Author

Medical, Research and Qur'an. Alumni Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Semoga Anda mendapat manfaat dari Tulisan dan Website ini. Mengakar kuat, Menjulang Tinggi.

Leave A Reply