Merawat Mata Merah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pendahuluan

Mata merupakan salah satu nikmat yang dianugrahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada kita semua, nikmat penglihatan merupakan amanah yang harus kita jaga dan kita gunakan dalam rangka mencari keridloaan Allah Ta’ala. Nikmat penglihatan baru terasa ketika fungsi  indera penglihatan kita tersebut mengalami gangguan, sehingga  kita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.  Salah satu penyakit yang sering menyerang mata adalah penyakit mata merah (konjungtivitis) yang dapat menyerang siapa saja, konjungtivitis biasanya menyerang anak-anak mulai dari bayi sampai orang dewasa. Mata merah dapat terjadi misalnya karena kurang tidur,  terkena debu atau benda asing, virus atau bakteri. Mata merah karena debu, kelilipan atau kurang tidur  biasanya cepat sembuh dalam hitungan jam atau satu hari dan sifatnya tidak menular. Berbeda dengan mata merah yang disebabkan  karena bakteri atau virus yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya, sehingga kita perlu waspada apabila disuatu komunitas (misalnya sekolah, pondok pesantren, tempat kerja) ada yang mengalami mata merah hendaknya untuk mencegah atau mengurangi risiko penularan bakteri atau virus tadi penderita mata merah harus beristirahat di rumah.

Pengobatan dan perawatan kunjungtivitis akut karena bakteri

Pembaca majalah kesehatan muslim yang semoga senantiasa diberikan petunjuk dan kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sebelum kita mempelajari cara perawatan mata merah ini, ada baiknya kita  perlu mengenal mengenai penyakit mata merah yang dalam istilah medis disebut sebagai konjungtivitis. Yaitu peradangan pada konjungtiva atau selaput lendir yang menutupi kelopak mata dan menutupi permukaan depan bola mata yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri ( Staph. epidermidis, Staph. aureus, Strep. pneumoniae dan H. Influenza) gejala yang muncul pada mata merah karena infeksi bakteri ini seperti mata terlihat merah, rasa mengganjal seolah ada pasir pada mata, rasa panas atau terbakar  pada mata, cairan mata yang banyak, pada saat bangun tidur kelopak mata lengket dan sulit dibuka, kelopak mata bengkak. Pada keadaan awal  cairan yang keluar dari mata bentuknya encer atau cair, namun dalam beberapa hari cairan yang keluar dari mata berubah menjadi  nanah. Penyebaran infeksi mata merah karena bakteri ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan mata yang terinfeksi.

Apabila anda mengalami gejala seperti diatas, segera periksakan mata anda ke Puskesmas atau klinik pengobatan , agar dokter dapat memeriksa dan menegakkan diagnosis yang tepat sesuai keadaan pasien. Biasanya dokter akan meresepkan obat tetes mata, berikut ini adalah   cara mengobati dan merawat konjungtivitis karena bakteri  dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :  mencuci tangan dengan sabun antiseptik terlebih dahulu, kemudian bersihkan mata sebelum diobati, mintalah penderita untuk memejamkan mata, gunakan kapas basah untuk membersihkan nanah atau cairan yang ada di mata,  berikan salep (antibiotika) yang diresepkan dokter berupa salep mata kloramfenikol/tetrasiklin 1 %, 3-4 x/hari atau obat tetes mata kloramfenikol 4-6 kali sehari selama 5 hari atau sampai kemerahan hilang.  Cara pemberian salep kloramfenikol yaitu meminta penderita untuk untuk melihat ke atas, tarik kelopak mata bawah perlahan ke arah bawah.  Salep antibiotika kloranfenikol atau tetrasiklin dapat diberikan untuk mendapatkan konsentrasi yang tinggi, pemberiannya dilakukan sebelum tidur agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Jangan menggunakan salep/ tetes mata yang mengandung kortikosteroid atau memberi sesuatu apapun di mata. Untuk obat tetes mata, cara pemberian yaitu dengan meneteskan obat tetes mata dibagian dalam kelopak mata bawah, sebanyak 1-2 tetes setiap kali pemberian sebanyak 5-6 kali dalam sehari.

Pengobatan dan perawatan konjungtivitis karena virus

Mata merah karena virus biasanya disebabkan oleh Adenovirus, mata merah karena virus ini  sangat mudah  menular baik  melalui pernafasan maupun cairan yang berasal dari mata  baik secara langsung maupun melalui bahan pengantar seperti handuk, sapu tangan yang digunakan bersama. Gejala yang timbul seperti  mata merah dan berair, biasanya mengenai kedua mata,  kelopak mata mengalami pembengkakan. Pengobatan dan perawatan mata merah karena virus pada umumnya  hampir sama dengan konjungtivitis karena bakteri, akan tetapi untuk pengobatannya menggunakan salep mata sulfasetamid 10 % atau tetes mata sulfasetamid 15 %.  Tetes mata bagi tiap penderita masing-masing satu botol, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penularan penyakit. Apabila mata terasa nyeri dapat diredakan  dengan memberikan kompres dingin, apabila mata gatal cucilah muka dan mata anda menggunakan sabun antiseptik dengan perlahan, jangan mengucek atau menggaruk mata terutama bila tangan anda kotor, percikkan air hangat untuk mengurangi rasa gatal dimata. Bersihkan cairan mata yang keluar dengan lap bersih, tissu atau kapas yang diberi air hangat. Hindari penggunaan salep mata dan tetes mata secara bersamaan.

Agar segera sembuh dan pulih

Hendaknya kita memohon kesembuhan kepada Allah, karena hanya Allah Ta’la yang dapat menyembuhkan penyakit mata merah. Kita harus yakin bahwa doa merupakan solusi pertama bagi seorang muslim, kemudian diiringi dengan ikhtiar  melalui  istirahat yang cukup  selama 2-3 hari dengan memejamkan mata atau memperbanyak tidur  di rumah, jangan banyak beraktivitas karena dapat memperparah kondisi mata dan meningkatkan risiko penularan kepada orang lain, selain itu ada beberapa aktivitas yang harus dihindari yaitu mengendarai sepeda motor atau mobil, paparan debu atau kotoran, menonton televisi, laptop, tablet atau handphone. Untuk meningkatkan meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan, kita perlu meningkatkan asupan zat gizi yang cukup seperti protein,vitamin A, Zinc (seng), buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, jus jambu, lemon dan sayur-sayuran atau suplemen makanan seperti  habbatassauda’(jintan hitam).

Demikian sedikit yang dapat penulis sampaikan mengenai pengobatan dan perawatan mata merah, semoga dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca majalah kesehatan muslim semuanya dimanapun Anda berada Amin.

 

Penulis :Arif Rohman Mansur, S.Kep. Ns

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply