Mitos: Kalau Makan Sambil Tiduran, Nanti Makanannya Masuk Ke Kepala

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Terkadang terdengar di telinga kita beberapa mitos seputar dunia kesehatan yang tak diketahui sumbernya. Biasa berasal dari orang tua zaman dahulu untuk mengajarkan anaknya agar tidak melakukan hal hal yang tidak sopan atau pamali. Salah satunya adalah fenomena makan sambil tiduran, yang menurut adab kurang sopan, juga ternyata tidak baik bagi kesehatan. Tapi apakah benar benar makanan tersebut masuk ke kepala sebagaimana dikatakan orang orang tedahulu?

Saluran pencernaan atas terdiri dari mulut, pangkal teggorok (faring), kerongkongan (esophagus) dan lambung. Maha suci Allah yang menciptakan kita secara sempurna keteraturannya, apa apa yang kita masukkan ke mulut akan melewati saluran saluran tadi sampai ke lambung dan seterusnya sampai menjadi kotoran dan kita keluarkan ke toilet, tanpa sekalipun salah masuk lubang atau kembali ke atas. Patut kita syukuri nikmat Allah yang satu ini, bisa kita bayangkan bagaimana makanan yang sudah masuk ke dalam usus ternyata kembali lagi karena pergerakan ususnya terbalik misalnya. Ada mekanisme aliran sinyal jaringan di usus sangat tidak memungkinkan untuk membuat hal itu terjadi, kecuali pada keadaan kelainan, maka apapun mungkin terjadi sesuai kehendak Allah

Misalnya: ketika kita menelan. Tanpa kita atur, ada reflex yang mengkontraksikan otot penutup lubang hidung dalam (jadi, hidung dilihat dari dalam) sehingga makanantak mungkin untuk masuk kesana dan keluar lagi dari hidung, kecuali pada kondisi makan sambil tertawa, maka kemungkinan otot tersebut relaksasi dan makanan sangat mungkin untuk masuk kesana.

Lagi, pangkal tenggorok untuk nafas dan saluran cerna itu sama. Tapi ada mekanisme, dimana makanan tidak mungkin masuk ke paru paru sehingga ia tersumbat, dan udara tidak mungkin masuk ke saluran cerna sehingga ia mengembang. Kita punya epiglottis yang pergerakannya menyebabkan penutupan saluran pernafasan ketika kita menelan. Dan otot kerongkongan yang selalu menutup kecuali jika ada makanan, menghindari masuknya udara ke saluran cerna.

Secara anatomis, tidak ada yang menghubungkan antara mulut dan kepala kita. Paling tinggi mungkin sampai bagian hidung. Dan itupun, sebagaimana dijelaskan tadi, ada mekanisme yang mencegah itu terjadi. Lalu, apakah bahaya dari makan dengan posisi tidur?

Makan dengan posisi tidur bisa meningkatkan resiko terjadinya kembalinya makanan dari lambung ke kerongkongan (refluks esofagus). Kondisi di lambung anda sangatlah asam. Keadaan sangat asam ini bisa merusak daerah yang tidak tahan asam seperti kerongkongan, sehingga menyebabkan luka (erosi). tanda naiknya asam lambung ke kerongkongan adalah, anda merasakan ada sesuatu yang panas di ulu hati (heartburn). kejadian ini fatal jika terjadi secara berkelanjutan. Disarankan untuk segera mengkonsultasikan ke dokter jika dalam seminggu terasa nyeri di ulu hati lebih dari dua kali.

Bagaimana cara untuk menghindari kondisi ini?
ada beberapa cara yang bisa kami sarankan:

  1. Hindari obesitas, terbukti obesitas bisa menaikkan keasaman lambung dan meringankan gejala
  2. Hindari minum alcohol
  3. Jangan tidur dalam 3 jam setelah makan
  4. Hindari pakaian yang terlalu ketat, sehingga membuat perut tertekan
  5. Hindari rokok
  6. Bagi yang sudah menderita kelainan ini, disarankan untuk menghindari makanan makanan yang bisa meningkatkan serangan: coklat, kopi, makanan ber-mint, makanan pedas, bawang

 

oleh: Parengeni Lubis (mahasiswa FK UGM)

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

 

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.