Mitos Seputar Penyakit Kanker

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Berikut beberapa mitos seputar kanker yang banyak bererdar di masyarakat :

Kita Tak Perlu Membicarakan Penyakit Kanker

Pada sebagian orang, diagnosis kanker akan mengubah kehidupan, mengancam kematian, seakan kanker adalah warning bahwa kita akan segera menemui ajal kita. Padahal semua orang juga akan menghadapi ajalnya, dan setiap dari kita harus bersiap diri untuk menghadapi ajal, bukan hanya orang yang divonis kanker saja. Persiapan diri yang paling baik adalah dengan berbekal taqwa:

وتزودوا فإن خير الزاد التقوى

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa (Al Baqarah 197)

Ada sebagian orang yang sudah menganggap kanker adalah vonis mati, ia ragu untuk menceritakan ke orang lain, mereka menganggap itu adalah aib. Padahal support dari keluarga atau teman kerja sangat penting bagi kualitas hidup mereka. Sehingga ia bisa hidup dan bekerja dengan kankernya. Karena ketakutannya dengan kanker, mereka menjadi sangat takut ketika divonis kanker. Sebagian menyembunyikan status kankernya itu, sebagian mencari pengobatan alternative/tradisional terlebih dahulu (yang tidak menyembuhkan) sehingga sudah terlalu telat untuk diterapi

Tidak Ada Tanda dan Gejala Kanker yang Bisa Dikenali

Padahal, sudah banyak tanda dan gejala pada beberapa kanker yang sudah dikenali. Sehingga deteksi dini bisa dilakukan dan keberhasilan terapi bisa meningkat. Meskipun ada beberapa kanker yang belum bisa dikenali gejala awalnya, tapi banyak penilitian sedangdilakukan untuk mengenalinya, seperti kanker pancreas, dan ovarium.

Terapi lebih dini akan menurunkan resiko kanker jauh lebih rendah daripada terapi yang telat. (meski terdapat beberapa pengecualian)oleh karena

Tak ada yang bisa dilakukan dengan kanker

Padahal banyak yang bisa dilakukan baik secara individual, komunitas, maupun dengan kebijakan untuk mencegah kanker. Misalnya mengenai kebiasaan gaya hidup tak sehat seperti alcohol, rokok, dan lainnya. Penggunaan rokok berkontribusi 71% dalam kematian orang yang terkena kanker paru paru dan 22% kematian semua jenis kanker. Overweight /obesitas dan kurang aktivitas fisik  juga memengaruhi seseorang untuk terkena serangan beberapa jenis kanker.

Saya Tak Berhak Mendapat Pengobatan Kanker

Padahal, setiap orang punya hak untuk mendapatkan perawatan kanker yang paling efektif. Miusalnya, sekarang Indonesia sudah menyantumkan universal helath coverage. Seharusnya ia sudah mencakup pengobatan untuk kanker. Negara sudah seharusnya memerhatikan hal ini, karena kanker tidak hanya masalah kesehatan saja, melainkan juga bisa berpengaruh kepada sosial, ekonomi, dan hak hak manusia.

Sumber: World Cancer Day 2014

Share.

About Author

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.