Nyeri ketika Kencing  (Buang Air Kecil)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sahabat kesehatanMuslim sekalian, kali ini saya akan membahas tentang nyeri ketika kencing atau buang air kecil yang mana sering dialami berbagai orang baik anak-anak dan dewasa hingga orang tua. Nyeri ketika kencing disebut dengan disuria. Disuria adalah gejala nyeri, sensasi terbakar dan rasa tidak nyaman ketika buang air kecil. Ini sering dialami pada laki-laki usia tua dibandingkan usia muda.

Penyebab nyeri ketika buang air kecil

  1. Infeksi

Infeksi saluran kemih (ISK) menjadi penyebab nyeri kencing yang sering. Infeksi ini terjadi di ginjal, ureter, vesika urinaria dan urethra (saluan pada buah dzakar). Infeksi saluran kemih sering disebabkan bakteri yang masuk ke atas melalui urethra. Faktor yang meningkatkan kejadian ini diantaranya:

  • Menderita diabetes melitus
  • Berusia tua (Lansia)
  • Pembesaran prostat
  • Wanita (karena urethra wanita sangat pendek)
  • Menderita batu ginjal
  • Terpasang kateter urin
  • Dan sedang hamil

Terkadang nyeri ini dapat berhubungan dengan infeksi pada vagina, seperti infeksi jamur. Infeksi ini akan dapat terlihat pada cairan yang keluar dari vagina. Penyakit menular seksual juga dapat memicu nyeri ini, seperti infeksi herpes genitalis, klamidia trachomatis dan gonorhea.

Pada gejala lanjut akan dirasakan gejala:

  • Gatal dan terbakar di area genital
  • Muncul blister dan ruam
  • Adanya cairan abnormal yang keluar dari genital
  • Demam
  • Urin berbau tidak enak
  • Urin berwarna merah darah dan keruh
  • Nyeri perut bagian kanan/kiri atas (regio flank)
  • Sering buang air kecil dengan air yang sedikit.
  1. Peradangan atau Inflamasi

Masalah peradangan dan iritasi pada saluran perkemihan dan area genital juga dapat memicu gejala nyeri ketika buang air kecil. Selain infeksi ini, iritasi dan peradangan dapat dipicu berbagai gejala, diantaranya:

  • Batu pada saluran kencing
  • Iritasi pada urethra ketika berhubungan seksual
  • Adanya sistitis intertisial, peradangan pada kandung kemih
  • Perubahan saat menopause
  • Sensitifitas vagina karena sering di sabun, dibersihkan telalu sering dan terlalu pekat
  • Adanya tumor pada saluran kencing.
  • Efek samping dari berbagai obat-obatan, suplemen dan herbal

Demikian pembahasan singkat tentang nyeri ketika kencing dan buang air kecil. Pada dasarnya, jika anda mendapatkan gejala serupa, segeralah periksa ke dokter terdekat anda. Jangan menunda-nunda, karena dikhawatirkan gejala tersebut akan memburuk. Semoga bermanfaat.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

Share.

About Author

Medical, Research and Qur'an. Alumni Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Semoga Anda mendapat manfaat dari Tulisan dan Website ini. Mengakar kuat, Menjulang Tinggi.

Leave A Reply